Selasa, 14 Desember 2010

Pengharapan adalah segalanya

Suatu hari, dua orang sahabat yang terpisah lama bertemu kembali. Mereka adalah dua orang yang bersahabat sejak kecil sampai bangku SMP. Karena salah satu dati mereka hendak meneruskan pendidikan yang lebih tinggi di kota, mereka terpisah selama bertahun-tahun. Salah satu dari mereka menjadi seorang profesor dan yang lainnya tinggal di desa asalnya dan bekerja menjadi nelayan. Setelah puluhan tahun meninggalkan tanah kelahirannya, sang profesor ini rindu untuk bertemu dengan kawan-kawan dan sanak saudaranya. Dalam kunjungannya itu ia bertemu dengan sahabatnya yang sekarang telah menjadi seorang nelayan. Mereka berdua, profesor dan nelayan yang pada masa kecilnya adalah sahabat yang sangat akrab, bersama-sama naik ke perahu yang kecil dan memancing ikan di tengah laut.

Di tengah perjalanan, mereka berbincang-bincang. Profesor itu bertanya kepada sahabatnya, “apakah kamu bisa berbahasa Inggris?” Sahabatnya berkata, “Wah, saya tidak bisa. Saya hanya belajar sampai SMP saja dan tidak melanjutkan sekolah lagi.” Dengan hati yang miris, profesor itu berkata, “Wah kamu rugi sekali tidak bisa berbahasa Inggris. Dengan bahasa Inggris, kamu bisa belajar ilmu apapun, berkeliling dunia, dan bisa jadi kamu kaya raya. Kalau kamu tidak bisa berbahasa Inggris, kamu kehilangan 50% dari hidupmu.” Kemudian, profesor ini bertanya lagi, “Bisakah kamu matematika?” Dengan malu-malu, nelayan itu pun menjawab dengan jawaban yang sama dengan sebelumnya. Profesor ini berkata, “Wah..kamu kehilangan 30% hidupmu. Totalnya sekarang ini, kamu sudah kehilangan 80% hidupmu. Aku akan membantumu belajar jika kau mau..” Belum sempat profesor ini melanjutkan, tiba-tiba angin yang kencang menerpa kapal mereka dan mereka berdua jatuh ke laut. Sang nelayan menggapai tepi kapal dengan cepat, namun sang profesor masih berusaha supaya ia tidak tenggelam dan ia meminta tolong kepada nelayan itu. Nelayan itu tidak segera menolong sahabatnya, ia menghampiri profesor itu dan bertanya, “Bagaimana sobat? Apakah kau bisa berenang?” Profesor itu menjawab, “Aku tidak bisa…cepat tolong aku.” Nelayan itu memegang sahabatnya dan membawanya naik ke kapal. Sambil mengeluarkan air dari paru-paru sang profesor, nelayan ini berkata, “Sobat, kalau kamu tidak bisa berenang, kau bisa kehilangan bukan hanya 50 atau 80% hidupmu, kau bisa kehilangan 100% dari hidupmu. ”

Setiap orang memang bisa kehilangan beberapa bagian dalam hidupnya. Sakit penyakit membua kita kehilangan beberapa persen kehidupan kita. Rumah tangga yang hancur atau kondisi keuangan yang buruk bisa membuat kita gagal dalam meriah beberapa hal dalam hidup kita. Namun, saat seseorang kehilangan pengharapan, kita kehilangan 100 dari seluruh kehidupan kita. Seseorang masih MEMILIKI SEGALANYA ketika ia masih memiliki PENGHARAPAN dalam hatinya, tetapi orang yang KEHILANGAN PENGHARAPAN kehilangan juga SEGALANYA. Pearl S Buck berkata, “Memakan roti tanpa pengharapan sama saja dengan mati kelaparan secara perlahan-lahan.” Alkitab berkata dalam Amsal 18:14, “Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah?”

Jangan hidup tanpa pengharapan! Setiap kita harus hidup dengan pengharapan yang teguh dalam segala hal yang kita lakukan. Momen Natal ini kita diingatkan bahwa Tuhan Yesus datang ke dunia untuk memberikan harapan yang baru bagi setiap manusia. IA memiliki rancangan yang indah bagi setiap manusia. Maka, jangalah putus asa dan tawar hati! Milikilah pengharapan, karena pengharapan di dalam Tuhan tidak akan pernah sia-sia.

Senin, 13 Desember 2010

Kelahiran Tuhan Yesus memberikan pengharapan

Dalam film "The Love Boat" dikisahkan tentang kehidupan pernikahan Kapten Gavin MacLeod dengan Patti, istrinya. Gavin dan Patti telah menikah selama 7 tahun, tetapi bahtera rumah tangga mereka yang diterpa badai masalah, membuat Gavin pergi meninggalkan Patti. Sebagai seorang istri yang setia, Patti tidak pernah menganggap bahwa pernikahan mereka sudah berakhir, walaupun dia dan Gavin sudah berceri-harinya. Patti berusaha menjalani hari-harinya yang berat dengan hati yang bersyukur. Ia bersyukur kepada Tuhan karena suatu hari nanti Gavin akan pulang dan hubungan mereka akan dipulihkan menjadi seperti semula. Itulah keyakinan yang Patti tanamkan dalam hatinya.

Beberapa waktu kemudian, Patti menambahkan pengharapan yang lebih besar kepada iman percayanya. Setiap malam ia menyajikan makanan untuk dua orang di atas meja makan, satu untuknya dan yang satunya lagi untuk Gavin. Setiap malam ia berharap Gavin pulang dan makan malam bersamanya. Patti sangat percaya dan mengharapkan kepulangan pria yang sudah dipersatukan Allah dengannya di dalam pernikahan yang kudus.

Patti melakukan hal itu dengan tekun selama 3 tahun. Di suatu malam, sseseorang mengetuk pintu rumahnya. Patti membuka pintu dan ia mendapati yang berdiri di depannya adalah Gavin. Patti menyambutnya dengan senyuman terindah yang ia miliki.

Kepercayaan dan pengharapan Patty tidak sia-sia. Setelah makan malam itu, ia dan Gavin kembali ke gereja sebagai pasangan suami istri. Benih kepercayaan dan pengharapan yang terus disirami setiap hari membawa hasil yang menakjubkan baginya.

Dalam segala kesulitan dan masalah yang terjadi dalam hidup Anda, jangan pernah kehilangan pengharapan. Pengharapan memberikan kekuatan bagi kita untuk terus memiliki iman dan melangkah untuk meraih apa yang kita inginkan. Kelahiran Tuhan Yesus Sang Juruselamat dunia yang kita rayakan dalam Natal memberikan SUARA PENGHARAPAN bagi dunia yang mulai kehilangan pengharapan. Jika saat ini Anda sedang bergumul dalam sakit penyakit Anda, janganlah Anda putus pengharapan. Ingatlah, Tuhan Yesus datang ke dunia ini untuk memberikan kesembuhan bagi yang membutuhkannya. Jika saat ini Anda sedang mengalami kesulitan dalam keuangan, tetaplah bertekun dan memiliki pengharapan. Tuhan Yesus datang untuk memberi hidup dan hidup yang IA berikan adalah hidup yang berkelimpahan. Jika saat ini Anda sedang menghadapi masalah dalam keluarga Anda, percayalah, Tuhan Yesus rindu supaya setiap keluarga disatukan. Dalam menghadapi masalah apapun, milikilah pengharapan yang teguh dalam Tuhan.

Kamis, 09 Desember 2010

Tak ada Kata Terlambat

Matius 20:29 - 34

Suatu kali seorang nenek berusia 86 tahun datang

kepada pendetanya. Dia ingin menunjukan sebuah

Sertifikat Diploma yang baru saja dia dapatkan

beberapa minggu sebelumnya. Jadi nenek itu bisa

lulus dan mendapat sertifikat diploma sekalipun dia

sudah berusia 86 tahun. Pendetanya yang terheran-

heran bertanya: Apa yang membuat nenek tetap

berjuang untuk mendapatkan Sertifikat Diploma di

usia seperti ini? Nenek itu menjawab: "Sewaktu saya

masih muda, saya berjanji kepada mama saya untuk

mendapatkan Sertifikat Diploma ini! Pendetanya

berkata: Wow… mamanya nenek di Surga pasti bangga

melihat nenek bisa mendapatkan Sertifikat Diploma

ini! Nenek itu menjawab: Ya betul mama saya memang

bangga sekali dengan saya, tapi mama saya tidak di

Surga, dia sekarang ada di sebelah sana!" (Dia

menunjukan satu nenek lain yang lebih tua, usianya

104 tahun, dan nenek itu melambaikan tangannya

dengan bangganya pada anaknya) Bagi Nenek yang

berusia 86 tahun ini, tidak ada kata terlambat.

Sekalipun dia sudah sangat tua, sekalipun dia akan

ditertawakan kalau kuliah lagi, sekalipun fisiknya

tidak seperti dulu lagi, dst tapi karena nenek ini

beriman dan mengambil langkah iman, maka kuasa Tuhan

bekerja, dan mujizat terjadi.

Tidak ada kata terlambat untuk kita bisa mengalami

mujizat/terobosan. Sekalipun tampaknya pengharapan

kita sudah lama pudar, tetaplah semangat dan

percaya, serta milikilah iman yang selalu aktif

dalam perjuangan, maka suatu hari kita akan melihat

bahwa iman kita itu melahirkan mujizat dan kesaksian

yang luar biasa.

Tuhan Memberkati

Kamis, 18 November 2010

Kesempatan Selamatkan Jiwa

Dalam sebuah perkuliahan, seorang dosen bertanya kepada para mahasiswanya,
"Siapa diantara kalian yang suka berada dalam masalah?" Para mahasiswa yang
mendengarnya terdiam dan tak ada satupun yang menjawabnya, kecuali salah
seorang gadis di barisan bangku belakang. Semua mata memandang kepada gadis
itu dan sebagian besar dari mereka berpikir, "Wah…aneh benar dia…ada
dalam masalah kan tidak enak, mengapa dia suka ada dalam masalah?" Sang dosen pun bertanya kepada gadis ini mengapa dia mengangkat tangan. Gadis ini
pun menjawab, "Aku cinta pada masalahku. Selama beberapa tahun ini masalahku
sudah selesai dan aku merasa kehilangan. Saat aku dalam masalah, aku
menemukan kehidupan yang lebih dekat dengan Tuhan. Saat aku dalam masalah,
aku rajin datang pada Tuhan dalam doa. Saat masalah telah selesai, lama
kelamaan aku kehilangan kebutuhanku akan Tuhan dan aku meninggalkan-NYA.
Beberapa minggu yang lalu masalah datang lagi dalam hidupku..dan saat itulah
aku merasa disegarkan kembali rohaniku. Aku mulai membutuhkan Tuhan lagi.
Oleh sebab itulah, aku bersyukur dan berterimakasih pada Tuhan karena
masalah boleh datang dalam hidupku."

Manusia memiliki kecenderungan yang besar datang pada Tuhan pada saat
masalah datang dalam hidup mereka dan mereka telah kehabisan kekuatan untuk
menghadapi masalah itu. Masalah adalah salah satu sarana yang secara tidak
langsung dapat membawa manusia mengenal Tuhan. Jika kita memandang masalah
dengan sisi yang positif, krisis dan kesempitan yang sedang terjadi justru
merupakan KESEMPATAN bagi kita untuk memberitakan pengharapan didalam TUHAN
YESUS dan menyelamatkan jiwa-jiwa. Dunia ini semakin hari tenggelam dalam permasalahan yang pelik. Ambillah kesempatan dalam permasalahan yang terjadi
untuk membawa keselamatan bagi jiwa-jiwa yang memerlukan Tuhan.

Tuhan Yesus Memberkati

Minggu, 07 November 2010

Perkataan yang mengubah

Roma 10:16-21

Setiap kita pasti memiliki sebuah keadaan/kondisi

dimana kita merasa tidak nyaman dengan apa yang ada

dalam hidup kita. Bisa jadi itu adalah kelemahan

fisik, kesehatan yang kurang baik, keadaan keuangan

yang dibawah rata-rata, keluarga yang kurang

harmonis, atau berbagai masalah lain yang biasa

ditemui dalam hidup ini. Sikap kita dalam menghadapi

berbagai hal tersebut dalam hidup kita akan sangat

menentukan hasil yang akan kita peroleh. Bagaimana

sikap kita saat kita menghadapi situasi yang tidak

kita inginkan?

Jangan sampai terlalu banyak hal negatif yang Anda

katakan terhadap diri Anda sendiri ataupun keadaan

Anda. Jika Anda terus menerus berkata hal-hal yang

negatif, Anda menjadi tidak bahagia dan depresi.

Perkataan buruk dan perasaan itulah yang menghalangi

Anda untuk bisa mencapai target yang Anda tetapkan.

Perkataan negatif terhadap diri sendiri umumnya

diawali dengan kata-kata, “saya tidak bisa…” atau

“saya tidak akan pernah…”, atau “kalau saja saya…”.

Ubah kata-kata negatif itu menjadi perkataan yang

membangun hidup Anda!

Lawan dari kata-kata negatif tentu saja adalah

perkataan positif. Lihat perbedaan antara kata-kata

negatif dan positif. Jika negatif, Anda akan

mengatakan, “saya tidak bisa melakukannya”.

Sedangkan kalimat positifnya, “ saya semakin mahir

mengerjakannya”. Atau “ini hari yang buruk untuk

saya”, bisa Anda ganti dengan “saya bisa menentukan

apakah saya senang dan bahagia dengan hari ini atau

tidak”.

Contoh kalimat lainnya, “saya tidak akan pernah bisa

mengerjakannya dengan benar”. Kalimat ini harus Anda

ganti dengan kata-kata,“ saya akan mencobanya

menjadi lebih baik. Saya pasti bisa”.

Saat kita memperkatakan perkataan positif dengan

IMAN, perkataan kita itu punya KUASA untuk MENGUBAH

keadaan yang buruk sekalipun menjadi baik (Yeh

37:1-14). Tuhan mengajarkan kepada Yehezkiel pun

demikian. Dengan perkataan, Yehezkiel mengubah

tulang-tulang kering menjadi barisan tentara yang

sangat besar jumlahnya.

Hari ini, kebahagian dan kesuksesan Anda ada dalam

keputusan Anda. Jika Anda mengijinkan kuasa Allah

bekerja melalui perkataaan positif (perkataan

nubuatan) yang Anda katakan, maka kesuksesan dan

kebahagiaan pun pasti datang dalam hidup Anda.

Hindarilah kata-kata negatif dan tidak membangun,

gantilah dengan perkataan yang positif dan

nyatakanlah dengan iman bahwa Anda telah memperoleh

apa yang Anda nubuatkan!

Senin, 01 November 2010

Sukacita oleh Roh Kudus

Amsal 28: 1 - 28

Apa yang pertama kali Anda bayangkan saat Anda

mendengar atau membaca kata 'Kerajaan Allah'? Tentu

saja yang dinamakan kerajaan adalah sebuah tempat yang

indah, megah, dan penuh dengan berbagai pemandangan

dan benda yang menarik. Benarkah demikian dengan

Kerajaan Allah? Tentu saja Allah memiliki kerajaan

yang kemegahannya tidak ada bandingannya dengan semua

kerajaan yang ada di dunia ini. IA pun pasti mengisi

kerajaan-NYA dengan berbagai hal yang jauh lebih mulia

dari segala yang ada di dunia ini. Namun, kerajaan

Allah tidak berbicara mengenai itu semua. Roma 14: 17

mengatakan, "Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal

makanan dan minuman, tetapi soal KEBENARAN, DAMAI

SEJAHTERA dan SUKACITA oleh Roh Kudus." Kerajaan Allah

bukanlah kerajaaaan yang bisa dinilah dengan berbagai

hal yang bersifat dunia (makanan dan minuman),

kerajaan Allah ternyata berbicara mengenai KEBENARAN,

DAMAI SEJAHTERA dan SUKACITA oleh Roh Kudus.

Dalam doa yang diajarkan Tuhan Yesus kepada

murid-murid-NYA, IA berkata, "Datanglah kerajaan-Mu,

di bumi seperti di surga..." Saat apakah kita

menghadirkan kerajaan Allah itu di muka bumi ini? Saat

hidup kita dipenuhi dengan kebenaran, damai sejahtera,

serta sukacita oleh Roh Kudus, saat itulah kerajaan

Allah datang dalam hidup kita.

Anda tentunya rindu kerajaan Allah hadir dalam hidup

Anda. Maka, marilah kita hidup benar sesuai dengan

Firman-NYA dan milikilah hati yang dipenuhi dengan

damai sejahtera serta sukacita oleh Roh Kudus. Ijinkah

Roh Allah berkuasa penuh atas diri Anda dan ambillah

keputusan untuk hidup dalam damai sejahtera dan

sukacita ilahi sehingga karya Tuhan yang luar biasa

dinyatakan dalam diri Anda.

Tuhan Memberkati

Minggu, 31 Oktober 2010

Pertobatan: Pintu menuju sukacita

Yohanes 15: 1 - 17

Seorang pemuda yang bekerja di sebuah toko besar

memutuskan untuk pindah ke luar kota karena perbuatan

buruknya mulai tercium oleh beberapa staf yang bekerja

disana. Ia sering sekali mencuri beberapa barang yang

terluput dari perhatian para penjaga. Sebelum ia

dipanggil oleh pemilik toko dan harus

mempertanggungjawabkan perbuatannya, ia lari ke luar

kota dan mencari pekerjaan yang baru disana. Ia

mendapatkan sebuah pekerjaan di restoran. Tiga bulan

lamanya, ia bekerja dengan baik. Pengalaman mencuri

yang membuat ia harus melepaskan pekerjaannya membuat

ia tidak lagi mengulanginya. Ia menguatkan hati untuk

memulai kehidupan yang lebih baik di kota itu. Suatu

ketika, saat ia sedang melayani tamu-tamu restoran, ia

melihat bahwa salah satu tamu yang datang adalah sang

pemilik toko dimana ia pernah bekerja. Segera saja

pemuda ini lari ke belakang restoran supaya tamu yang

baru saja datang itu tak melihatnya. Saat itu restoran

sedang sangat ramai dan semua pekerja sangat sibuk.

Melihat pemuda itu di belakang, salah seorang koki

memintanya untuk mengantarkan makanan untuk tamu-tamu

di depan. Pemuda ini tidak berani keluar. Ia membuat

jengkel para koki karena ia tidak mau mengantarkan

makanan ke meja tamu. Dua jam lamanya ia bersembunyi

dari keramaian. Setelah ia pikir pemilik toko dimana

ia pernah bekerja itu sudah pulang, ia kembali

melakukan aktivitasnya seperti biasa. Pekerjaannya

menjadi tidak beres pada hari itu. Ternyata hari

berikutnya, pemilik toko tempat ia bekerja dahulu itu

datang lagi dan menemui pemilik restoran. Pemuda ini

berpikir, "Jangan-jangan ia datang untuk bertanya

tentang diriku..." Pemuda ini kembali dicekam

ketakutan. Sepanjang hari ia merasa was-was dan

pekerjaannya kacau. Pemilik restoran semakin menyadari

keanehan pada pekerjanya itu karena selama hampir

seminggu, pemuda ini terus-menerus terlihat aneh,

terutama saat tamunya datang. Pemilik restoran

memanggilnya dan bertanya apa yang terjadi. Pada

mulanya pemuda ini takut dan ragu-ragu menceritakan

kesalahannya, namun akhirnya ia pun bercerita, dengan

resiko, ia pun pasti akan dikeluarkan karena ia adalah

seorang yang pernah melakukan pencurian. Namun apa

yang terjadi, pemilik restoran menghargai kejujuran

pemuda ini dan menasehatinya supaya ia membereskan

perkaranya dengan pemilik toko supaya ia tidak

kehilangan damai sejahtera, meskipun pengakuannya itu

beresiko. Akhirnya saat pemilik toko datang lagi ke

restoran itu untuk membahas masalah bisnis antara

mereka berdua, pemilik restoran memanggil pemuda itu

dan memperhadapkannya dengan pemilik toko untuk

membereskan perkaranya. Setelah pemuda ini mengaku, ia

menanti reaksi dari pemilik toko yang mungkin saja

akan melaporkannya ke pihak berwajib karena

kesalahannya. Namun ternyata tidak demikian. Pemilik

toko ini telah mengetahui dari dulu bahwa pemuda ini

memang mencuri, namun ia tidak melaporkannya ke polisi

karena ia kasihan melihat pemuda ini. Dengan kejujuran

pemuda ini untuk mengaku bersalah dan mau memulai

kehidupan baru yang baik dan tak menglangi

kesalahannya lagi, pemilik toko itu memaafkannya.

Sekarang pemuda ini tetap bekerja di restoran dan tak

lagi ketakutan saat pemilik toko yang ternyata adalah

rekan bisnis pemilik restoran datang. Ia bisa

bersukacita kembali dalam bekerja dan pekerjaannya pun

bisa dikerjakannya dengan sangat baik.

Seseorang yang berdosa pasti merasa ketakutan karena

dosa dan kesalahan yang ia lakukan. Setiap kita pasti

pernah berbuat dosa dan kita merasa tidak layak di

hadapan Tuhan. Ini membuat kita sulit untuk memiliki

hati yang damai. Meninggalkan kehidupan dosa dan

BERBALIK datang kepada Tuhan, merupakan pintu pembuka

menuju hidup penuh SUKACITA sejati.

Amsal 28:1 berkata, "Orang fasik lari, walaupun tidak

ada yang mengejarnya, tetapi orang benar merasa aman

seperti singa muda." Maka, sebagai langkah awal supaya

kita bisa hidup dalam sukacita, marilah kita berbalik

dari dosa kita dan menjadi seorang yang baru di dalam

Tuhan.

Selasa, 26 Oktober 2010

Sukacita: Kehadiran Tuhan

Kisah 16: 19 - 34

Kebahagiaan adalah salah satu hal yang dikejar oleh

setiap manusia di bumi ini. Beberapa telah berhasil

menemukan sukacita sementara yang lain tidak

menemukannya. Banyak orang menganggap sukacita ada

dalam hal-hal yang menyenangkan, ada dalam kebebasan,

ada dalam kekayaan, dan lain sebagainya. Benarkah kita

bisa menemukan sukacita dalam hal-hal tersebut?

Mari kita lihat kehidupan Voltaire. Ia adalah seorang

yang tidak percaya kepada Tuhan. Ia pernah menulis,

"Aku berharap aku tidak pernah dilahirkan."

Apakah sukacita bisa ditemukan dalam berbagai

kesenangan di dunia ini? Lord Byron adalah seorang

yang berlimpah dengan kesenangan. Ia pernah menulis,

"Hanya cacing, penyakit kanker, dan kesedihan yang

menjadi milikku."

Sukacita pun tidak bisa ditemukan dalam kebebasan

finansial. Jay Gould, seorang jutawan Amerika memiliki

uang dalam jumlah yang berkelimpahan. Dalam keadaan

sekarat ia berkata, "Saya kira saya adalah seorang

yang paling menderita di bumi ini."

Sukacita tidak juga ditemukan dalam kedudukan dan

ketenaran. Lord Beaconsfield menikmati lebih dari

kedudukan dan ketenarannya. Dia menulis, "Masa muda

adalah sebuah kesalahan; kedewasaan adalah sebuah

perjuangan; masa tua adalah sebuah penyesalan."

Sukacita juga tidak ditemukan dengan kekuatan militer.

Aleksander Agung menaklukkan sebagian besar dunia.

Setelah ia berhasil menaklukkan semuanya itu, dalam

tendanya ia menangis dan berkata, "Tidak ada lagi

dunia untuk ditaklukkan."

Dimanakah kebahagiaan dan sukacita yang sejati bisa

ditemukan? Jawabnya sangatlah sederhana, hanya dalam

Tuhan Yesus Kristus. SUKACITA bukan berarti lenyapnya

semua masalah kita, SUKACITA berarti kehadiran TUHAN

ditengah-tengah masalah-masalah yang sedang kita

hadapi. Dengan adanya sukacita Ilahi, apapun masalah

yang melanda dalam hidup kita, kita dapat menemukan

kekuatan untuk menang atas masalah. Mazmur 34:20

Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan

dia dari semuanya itu.

Maka, marilah setiap kita hidup dengan sukacita yang

sejati yang berasal dari Tuhan. Bukan karena harta

kita, kedudukan kita, ketenaran kita, ataupun kekuatan

kita sendiri. Saat Roh Kudus bertahta dalam hidup

kita, ada pengharapan yang kekal dan sukacita yang

membuahkan kekuatan dalam hidup kita.

Sabtu, 23 Oktober 2010

Firman Tuhan Sumber Kekuatan

1 Korintus 1: 18 - 31

Seorang guru yang telah berusia lebih dari 60 tahun

tiba-tiba saja mengalami penyakit yang membuatnya

harus beristirahat total dari pekerjaannya. Melihat

penyakit yang ia derita, dokter mengatakan bahwa umur

bapak ini tidak akan lebih dari 70 tahun. Peningkatan

kadar gula dalam darah disertai dengan beberapa

penyakit lain di tubuhnya membuat ia berhenti dari

panggilan profesinya sebagai pengajar. Bapak ini

dikenal sebagai guru yang baik dan penuh kasih dalam

mengajar anak didiknya. Saat ia berhenti dari

pekerjaannya, murid-muridnya senantiasa menjenguknya

dan mereka merasa sangat kehilangan. Bapak ini tidak

terbiasa untuk tidak melakukan apa-apa dalam

kesehariannya. Ia merasa tidak nyaman beristirahat

saja di rumah dan ia mencoba mencari kesibukan. Namun,

sang istri menasehatinya supaya ia tidak terlalu lelah

karena ia pun harus memikirkan kesehatannya. Bapak ini

mencoba bercocok tanam namun beberapa bulan kemudian

kesehatannya memburuk karena pekerjaannya. Bapak ini

mencoba berjualan di rumah namun ia pun juga bekerja

terlalu keras. Akhirnya, bapak ini pun mengalami

depresi karena keinginannya untuk mengisi waktu tak

tercukupi. Suatu siang, saat bapak ini berbaring di

kamarnya, seorang muridnya datang dan membawakan

sebuah Alkitab baginya. "Pak, bersyukurlah bapak

memiliki banyak waktu sekarang sehingga bapak bisa

membaca Alkitab lebih sering dari sebelumnya," kata

anak tersebut. Memang benar adanya, bapak itu

seringkali terlihat pagi hari di bangku sekolah dan

membaca Alkitab sambil menunggu jam pelajaran dimulai.

Kegiatan itu ia lupakan saat ia pensiun dari

pekerjaannya. Mendengar apa yang dikatakan oleh

muridnya, ia teringat bahwa ia masih memiliki hal yang

berharga: waktu, yang bisa ia pakai untuk mempelajari

dan merenungkan Firman Tuhan. Semenjak itu, bapak ini

mulai terlihat lebih banyak berada di ruangannya untuk

membaca Alkitab. Ia pun menghadiri kegiatan gereja.

Dalam keadaan kesepian dan beban yang berta, bapak ini

dikuatkan kembali dan memperoleh pengaharapn baru oleh

Firman Tuhan. Dokter boleh memvonis ia hanya bertahan

tidak sampai sepuluh tahun, namun Firman Tuhan yang

memberikan sukacita dan kekuatan baginya setiap hari

membuat ia semakin membaik dan mampu bertahan hingga

17 tahun.

Seorang yang hidup dengan Firman Tuhan akan menjadi

seorang yang kuat dan penuh sukacita. Firman Tuhan

akan memberikan KEKUATAN kepada kita disaat kita

mengalami masa-masa sukar dalam hidup kita. Sebab aku

mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena

Injil adalah KEKUATAN ALLAH yang menyelamatkan setiap

orang yang percaya... (Roma 1:16)

Minggu, 17 Oktober 2010

Kuasa Tuhan Menguatkan Kita

Pada waktu orang Israel ditindas oleh bangsa Midian, Tuhan membangkitkan Gideon. Pada awalnya Gideon adalah seorang penakut, tapi Tuhan membangkitkan keberanian dalam dirinya sehingga ia menjadi seorang pahlawan bagi Israel. Kita tahu Gideon awalnya bukan seorang yang pemberani, karena ketika Tuhan memanggil dia, ia sedang mengirik gandum di tempat pemerasan anggur (Hakim-hakim 6:11). Gideon tentu merasakan ketakutan yang sangat kepada orang Midian, sampai-sampai ia tidak berani mengirik gandum di tempat yang seharusnya.

Ketika itu, malaikat Tuhan datang dan berfirman kepada Gideon dan menyebut dia pahlawan yang gagah berani. Padahal kenyataannya, pada saat itu Gideon adalah seorang penakut. Tuhan tahu Gideon perlu mendengar kata-kata seperti itu. Ketika Allah memanggil Gideon di tempat pengirikan gandum itu, Gideon meminta tanda bahwa Allah sendirilah yang berfirman kepadanya. Ia mempersembahkan seekor anak kambing dan roti yang tidak beragi. Allah menimbulkan api pada persembahan Gideon yang memakan habis seluruh persembahan itu. Gideon pun mengerti bahwa Allah memang telah berfirman atasnya (Hakim-Hakim 6:17-22). Tuhan pun menyatakan tanda-tanda dan penyertaannya yang mengubahkan Gideon - dari seorang yang penakut, menjadi seorang yang memimpin bangsa Israel mengalahkan Midian-.

Ketika Tuhan memanggil seseorang, ia akan diubahkan oleh Tuhan. Dasar panggilan Gideon adalah PENYERTAAN TUHAN, “TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani (Hakim-Hakim 6:12)”.

Bukan hanya Gideon, setiap kita pun memiliki kelemahan yang bisa membuat kita terjebak dalam ketakutan saat kita menghadapi masalah, padahal sebenarnya kita telah memiliki janji dan penyertaan Tuhan yang membawa kita dalam kemenangan.

Ada orang-orang yang merasa sudah bekerja keras siang malam tetapi seolah-olah tidak ada hasil yang sepadan sehingga merasa lemah hidupnya. Ada yang suka membandingkan diri dengan orang lain yang keadaannya jauh lebih baik dari dirinya sendiri sehingga merasa tidak ada apa-apanya lalu hidup dalam kelemahan. Banyak orang yang merasa sangat lemah dan tidak bisa melihat satupun titik terang pengharapan karena ada beban hutang yang sangat besar yang jauh melebihi kemampuannya. Banyak orang yang begitu lelah karena terus-menerus menghadapi serangan-serangan perkataan-perkataan negatif dan tuduhan yang sangat memojokkan dan merusak, yang seolah-olah tidak pernah habis-habisnya. Banyak orang ketika mendengar diagnosa dokter bahwa ada penyakit ganas di tubuhnya, langsung hancur hatinya dan merasa seolah olah seluruh dunianya sudah berakhir.

Tuhan sudah menyatakan penyertaan-Nya, tapi terkadang kita merasa kecil, merasa tidak mampu sehingga kita tidak mempercayai penyertaan Tuhan. Gideon pun merasakan hal yang sama, “Ah Tuhanku, dengan apakah akan kuselamatkan orang Israel? Ketahuilah, kaumku adalah yang paling kecil di antara suku Manasye dan akupun seorang yang paling muda di antara kaum keluargaku" (Hakim-Hakim 6:15).

Namun, jika setiap kita mengijinkan kuasa Allah dalam kehidupan kita seperti Gideon yang menerima penyertaan Tuhan, maka kita yang lemah pun akan diubahkan menjadi seorang yang berkemenangan. Kuasa Tuhan mampu mengubah orang yang lemah tak berdaya menjadi kuat kembali dan bangkit menjadi pahlawan yang dipakai Tuhan melakukan perbuatan-perbuatan besar.

Berilah Tempat Bagi Kuasa Tuhan

Fanny Crosby adalah seorang yang telah menciptakan lebih dari 8.000 lagu rohani. Meskipun menderita kebutaan semenjak ia berusia 6 minggu, ia tidak memendam kepahitan. Suatu hari seorang pendeta mengungkapkan rasa simpatiknya, "Saya rasa, sungguh membangkitkan belas kasihan, bahwa Sang Pencipta tidak memberi Anda penglihatan, padahal Ia memberikan banyak sekali karunia lain kepada Anda."

Dengan tetap bersukacita, Fanny menjawab, "Tahukah Anda, seandainya saat lahir saya bisa mengajukan permohonan, saya akan meminta dilahirkan buta?" "Mengapa?" rohaniwan itu terperanjat. "Karena bila saya naik ke surga nanti, wajah pertama yang akan membangkitkan sukacita dalam pandangan saya adalah wajah Sang Juruselamat!"

Kebutaan sejak kecil itu tidak membuat Fanny Crosby menyerah dalam menjalani hidup. Ia tidak mengandalkan kekuatannya sendiri namun ia mengandalkan kuasa Tuhan yang bekerja atas hidupnya sehingga ia sanggup menjalani hidup dan menghabiskannya dengan hal-hal yang berharga.

Kita mungkin juga memiliki cacat atau kelemahan tertentu yang tak tersembuhkan. Pilihan ada di tangan kita. bisa saja kita menjadikan kelemahan itu suatu alasan untuk menyerah, atau kita memilih menjadikan kelemahan kita sebagai batu loncatan untuk merngandalkan Tuhan dalam kelemahan tersebut. Manakah yang Anda pilih?

Jangan memenuhi hidup kita dengan kekuatan diri kita sendiri sehingga tidak ada tempat bagi kekuatan Allah dalam hidup kita. Jika Anda menghadapi krisis hari ini, jika Anda sakit dan obat gagal untuk menyembuhkan Anda, jika keuangan Anda tidak terkendali, jika keluarga Anda sedang berantakan, jika kebiasaan buruk telah mengikat Anda erat-erat, jika Anda telah mengerahkan kemampuan Anda dan Anda masih belum mencapai hasil, ijinkan kekuatan Allah berkarya dalam hidupmu hari ini! 2 Korintus 12:9b "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna."

Rabu, 13 Oktober 2010

Tuhan melakukan yang terbaik supaya kita menjadi yang terbaik

1 Tawarikh 17:1-15

Daud, adalah seorang raja yang excellent dihadapan Tuhan. Kalau Daud memberi persembahan, Daud selalu ingin memberi persembahan yang terbaik/excellent (1 Tawarikh 22:5). Daud juga tidak ragu-ragu mengeluarkan hartanya sendiri untuk Tuhan. Saat membawa Tabut Allah ke Yerusalem, setiap 6 langkah mempersembahkan korban (2 Samuel 6:13). Kalau Daud ingin mempersembahkan pelayanan, Daud selalu ingin mempersembahkan yang terbaik.Tujuh kali sehari Daud memuji-muji Tuhan sehingga Daud menjadi pemuji dan penyembah yang terbaik dalam Alkitab. Di Pondok Daud para pemuji dilatih sampai menjadi ahli sehingga menjadi tempat ibadah yang terbaik/excellent. Segala hal yang dipersembahkan Daud adalah persembahan yang terbaik bagi Tuhan.

Demikian pula dengan Salomo. Salomo adalah seorang raja yang excellent sebelum ia jatuh dalam dosa. Apa yang dilakukan oleh Daud dilakukan juga oleh Salomo anaknya. Setelah Salomo dilantik, Salomo ingin mempersembahkan yang terbaik/excellent bagi Tuhan sehingga Tuhan ingin memberikan yang terbaik/excellent kepada Salomo (1 Raja 3:4-5).

Salomo memanjatkan doa yang terbaik/excellent sehingga Tuhan tergerak memberikan jawaban doa yang lebih excellent lagi (1 Raja 3:9-14)
Dengan hikmat yang Tuhan berikan, Salomo melakukan hal-hal yang terbaik/excellent (1 Raja 10:4-6+10).

Daud dan Salomo mempersembahkan yang terbaik dan diatas rata-rata sehingga Tuhan pun memberkati mereka dengan berkat yang diatas rata-rata.

Demikian pula dengan setiap kita. Setiap kita tidak dipanggil TUHAN untuk menjadi orang rata-rata, apalagi dibawah rata-rata. TUHAN sudah melakukan segala YANG TERBAIK bagi kita supaya kita juga bisa menjadi YANG TERBAIK! Maka, marilah kita memiliki mentalitas yang mau untuk selalu melakukan yang terbaik dan menjadi pribadi-pribadi yang excellent sehingga nama Tuhan dipermuliakan atas hidup kita.

Senin, 11 Oktober 2010

Orang-orang yang memiliki kualitas TERBAIK/EXCELLENT
akan dipilih untuk melakukan hal-hal yang penting diantara para pemimpin
sehingga menerima berkat yang sangat besar dalam hidupnya. Amsal 22:29
Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekerjaannya? Di hadapan
raja-raja ia akan berdiri, bukan di hadapan orang-orang yang hina.


TUHAN yang SEMPURNA mendesain kita untuk menjadi YANG TERBAIK/EXCELLENT sesuai dengan karunia yang TUHAN berikan kepada kita, tidak ada seorangpun yang diinginkan TUHAN untuk menjadi orang rata-rata.


Pekerjaan apa saja yang diberikan kepadamu, hendaklah kalian mengerjakannya
dengan sepenuh hati, seolah-olah Tuhanlah yang kalian layani, dan bukan
hanya manusia. (Kolose 3:23)
Dengan demikian, kita akan bisa mempersembahkan dan menjadi YANG
TERBAIK/EXCELLENT!

Pastikanlah perkataan yang ada dalam satu tim adalah
perkataan yang MEMBERIKAN DUKUNGAN dan bukan melemahkan, sebab perkataan
positif akan membuat sebuah tim menjadi lebih kuat, lebih tahan uji, lebih
berprestasi, lebih termotivasi, lebih bahagia, sukses, dan lebih diberkati

Menjaga KESATUAN saat kesukaran datang akan membuat KUALITAS kesatuan
menjadi makin kuat sehingga kita akan mengalami TEROBOSAN yang lebih dahsyat
dan masa depan yang lebih BESAR!

Orang yang berhasil, tahu bahwa KESUKSESAN adalah
MILIK BERSAMA bukan milik pribadi. Dalam suatu tim, kesuksesan kita akan
menjadi kesuksesan orang lain, dan kesuksesan orang lain akan menjadi
kesuksesan kita.


Tidak ada orang yang hebat di semua sisi, setiap
orang mempunyai kelebihan dan kekurangan. Akan tetapi dalam KESATUAN, kita
bisa hebat di semua sisi karena dalam KESATUAN ada SALING MELENGKAPI.

Kelemahan kita akan berubah menjadi
KEKUATAN, kalau kita ada dalam KESATUAN, dan mengijinkan kekuatan orang lain
menutupi kelemahan kita.

Lihatlah kawanan semut yang mampu mengangkat
benda yang jauh lebih besar dari ukuran tubuh mereka. Bahkan mahluk yang
paling LEMAH sekalipun akan menjadi KUAT ketika mereka bersatu. Bersatulah,
supaya kita memiliki kekuatan yang dilipatgandakan untuk masa depan yang
LEBIH BESAR!

Belajar memiliki hati yang besar diawali dengan
berlatih berpikir POSITIF dalam segala keadaan dan berani berpikir BESAR,
itulah yang akan membawa kita mengalami BREAKTHROUGH dalam kehidupan!

Hati yang besar, yang berpegang teguh pada Firman
Tuhan dan tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri, akan menuntun kita
mengalami BREAKTHROUGH di dalam Tuhan.

Hanya orang yang memiliki hati yang besar bisa dipakai
Tuhan melakukan hal-hal besar. Sebab mereka yang berhati besar memiliki visi
besar, perkataan positif, keberanian yang besar, dan hati yang lapang –
bahan-bahan yang diperlukan oleh seseorang untuk meraih sebuah kesuksesan
besar. Milikilah hati yang besar supaya kita bisa dipakai Tuhan melakukan
hal-hal yang besar!

Untuk meraih kesuksesan besar harus melewati banyak tantangan dan
pergumulan, karena itulah diperlukan hati yang besar supaya kita teguh,
tidak goyah dan menang menghadapi segala tantangan yang ada.
Yosua 1:9 Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah
hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai
engkau, ke manapun engkau pergi."

Bangunlah hubungan yang dekat dengan TUHAN, sehingga
kita senantiasa menerima tuntunan TUHAN yang akan membuat kita mengalami
keberhasilan serta anugerah yang sangat besar

Tuhan mempunyai rencana yang sangat besar bagi setiap kita, yang hanya bisa dicapai saat kita hidup dan berjalan dalam tuntunan Tuhan. Hiduplah mendekat kepada Tuhan supaya kita senantiasa mendapat tuntunan, hikmat dan petunjuk dari Tuhan.

PENGAMPUNAN adalah wujud yang terindah dari KASIH,
tidak ada kasih tanpa pengampunan, dan tidak ada pengampunan tanpa kasih.
Memberikan pengampunan bagaikan membebaskan seorang tawanan dari penjara,
dan menyadari bahwa tawanan itu sebenarnya adalah diri kita sendiri. Sebagai
gantinya, kita akan mengalami kebahagiaan dan damai sejahtera yang melampaui
segala akal. (Kolose 3:13) Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan
ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam
terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat
jugalah demikian.

Hendaklah kehadiran kita senantiasa membawa DAMAI
dimanapun kita berada; dalam keluarga, di tempat kerja/sekolah, dalam
pelayanan, di gereja, dll. Sebab, berbahagialah orang yang membawa damai,
karena mereka akan disebut anak-anak Allah (Matius 5:9)

Keluarga bagaikan sebuah taman yang harus dirawat. Perlu ada usaha, waktu, perhatian, dan pengertian yang diberikan terus-menerus supaya kebahagiaan dan kasih dalam keluarga makin bertumbuh.

TERUSLAH BERGERAK sekalipun sudah merasa lelah, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.
TERUSLAH BERLARI sekalipun sudah merasa bosan, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu.
TERUSLAH BERJALAN sekalipun sudah merasa letih, hingga keletihan itu letih bersamamu.
TERUSLAH BERJAGA sekalipun sudah merasa lesu, hingga kelesuan itu lesu menemanimu.
Karena di mana ada KESETIAAN,KETEKUNAN serta KEMAUAN, di situ pasti Tuhan buka jalan!

Tuhan selalu memberi HARAPAN kepada mereka yang tidak pernah menyerah, MUJIZAT kepada mereka yang percaya, dan PENYERTAAN kepada mereka yang berjalan dalam Firman-NYA. Jadilah seperti Zakharia dan Elisabet yang tetap setia kepada Tuhan dan Firman-NYA sehingga kita bisa menerima MUJIZAT kita pada waktunya!

Minggu, 15 Agustus 2010

Pertobatan dan Pengampunan

Matius 5:29-30

Beberapa saat yang lalu, saya sempat merenungkan suatu fenomena yang terjadi di sekitar kita belakangan ini, yang mana banyak Anak Tuhan yang pasang surut dalam kehidupan rohaninya alias mudah tobat dan juga mudah kumat. Dan seperti yang kita tahu bahwa Tuhan kita adalah Tuhan yang mau mengampuni dan melupakan dosa setiap orang yang melakukan pertobatan dengan sungguh-sungguh. Tetapi bagaimana dengan anak – anak Tuhan yang mudah tobat dan mudah kumat seperti yang saya katakan?

Sebelum saya jelaskan mengenai hal di atas, saya akan memberi ilustrasi untuk memperjelas jawaban saya. Ada seekor burung Robin yang sedang terbang. Setelah seharian terbang, ia merasa lapar dan kebetulan ia melihat seekor kucing yang sedang membawa sekeranjang cacing yang tampak sangat lezat. Meskipun hatinya berkata untuk tidak mendekati kucing itu, tetapi karena ia sangat tertarik akan cacing yang ada di keranjang milik si kucing maka iapun turun mendekati si kucing itu dan mulai bernegosiasi. Si kucing menjual seekor cacing tersebut seharga satu helai bulu sayap burung tersebut. Burung itu menyetujui karena berpikir bahwa bulu sayap yang dia miliki pasti akan tumbuh lagi. Ia pun membeli satu ekor cacing, memakannya, dan terbang pergi meninggalkan kucing itu untuk mencari makanan lainnya. Akan tetapi selama ia terbang, ia tidak bisa melupakan nikmatnya cacing yang dijual oleh si kucing sehingga ia kembali kepada si kucing dan mulai membeli cacing dengan harga yang sama, memakannya, kemudian terbang. Hal itu terus – menerus ia lakukan sampai ia sama sekali tidak memiliki bulu di sayap yang bisa membuatnya terbang. Dan ketika kucing tahu bahwa burung itu tidak bisa terbang karena sudah tidak memiliki sayap, seketika itu juga sang kucing melahap burung itu.

Dari ilustrasi di atas kita bisa mengambil hikmat, bahwa ketika kita bertobat, kemudian kumat lagi, tobat, kumat lagi, sebenarnya kita sedang berada pada posisi yang sama dengan burung Robin tersebut. Apakah Tuhan mengampuni dosa kita? Jawabnya YA, hanya saja Tuhan juga memberikan kekuatan yang terbatas pada kita. Bila burung tadi memiliki kekuatan pada sayapnya, kita juga memiliki kekuatan yang bernama Roh Kudus. Ketika kita sedang berkompromi dengan dosa dengan alasan apapun. Sebenarnya kita sedang mengabaikan Roh Kudus yang berbicara melalui hati kita, dan ketika kita melakukan deal dengan iblis akan suatu perbuatan dosa, maka sebenarnya kita sedang melepaskan satu titik kekuatan yang ada dalam diri kita. Maka jangan heran bila anda melihat ada seorang Kristen atau hamba Tuhan sekalipun yang semula hidup kudus namun bisa berubah menjadi sangat bejat. Hal itu dikarenakan ia tidak mau lagi menerima arahan dan kekuatan yang ia terima dari Roh Kudus, sehingga Roh Kudus meninggalkan dirinya. Dan inilah kejadian yang dinamakan Penghujatan Roh Kudus, yaitu penolakan terhadap semua bimbingan Roh Kudus hingga Roh Kudus pergi meninggalkan dia. Dan seperti yang tertulis di Alkitab bahwa bila kita menghujat Roh Kudus, itulah dosa yang tidak terampuni (Lukas 12:10). Mengapa tidak terampuni? Karena pribadi yang membimbing dan mengarahkan kita untuk mengenal dan dekat dengan pribadi Yesus sudah hilang sehingga kita 100% menjadi milik dunia. Maka dari itu, saat ini juga bila ada diantara kita yang masih memelihara dosa dalam kehidupan kita, segeralah ambil langkah tegas untuk TIDAK BERKOMPROMI LAGI dengan DOSA, dan bertobatlah.


KataNya kepada mereka semua:"Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari, dan mengikut Aku. (Lukas 9:23)

Tuhan Yesus Memberkati

Selasa, 22 Juni 2010

Sifat - sifat Bapa Surgawi

Allah kita adalah Allah yang Tritunggal, yaitu Allah yang satu, namun memiliki 3 peranan. Dan kita pun tidak asing memanggil Tuhan kita dengan sebutan Bapa. Meskipun begitu, banyak anak – anak Allah yang belum memahami karakter Bapanya sehingga masih mengalami kekecewaan, sakit hati, bahkan sudah tidak percaya dengan Bapa di Surga. Lalu apa sajakah karakter Bapa Surgawi itu ? berikut adalah sifat – sifat Bapa Surgawi yang disebutkan dalam Alkitab dan bisa kita kenal:
1. Ia Bapa yang Kekal (Yesaya 9:5)
2. HatiNya lebih baik dari bapa jasmani (Matius 7:11)
3. Bapa Surgawi menghargai jiwa anakNya (Lukas 15)
4. Bapa Surgawi murah hati (Lukas 6:36)
5. Bapa Surgawi masih bekerja hingga saat ini, rajin (Yohanes 5:17)
6. Bapa Surgawi selalu setia dan selalu menyertai (Yohanes 16:32; Ibrani 13:15)
7. Bapa Surgawi penuh kasih sayang (Mazmur 103:13)
8. Bapa Surgawi maha pengampun (I Yohanes 1:9)
9. Bapa Surgawi adalah pemelihara, pribadi yang bertanggung jawab (Matius 6:26)
10. Bapa Surgawi senantiasa penuh perhatian (Matius 6:32)
11. Bapa Surgawi memberikan pengayoman (Matius 10:29-31)

Tuhan Yesus Memberkati

Minggu, 13 Juni 2010

Menang Dalam Pergumulan

Dalam perjalanan misinya di kota Filipi, yang masih termasuk dalam wilayah Roma, dua orang pengikut Kristus dimasukkan ke dalam penjara oleh orang-orang yang tidak suka dengan mereka. Bahkan sebelumnya mereka didera. Penderitaan yang mereka alami itu tidak membuat mereka tawar hati dan menyerah. Kedua orang itu ialah Paulus dan Silas. Mari kita kembali pada apa yang mereka temui beberapa waktu sebelum mereka dipenjarakan. Mereka berdua berhadapan dengan seorang perempuan tukang tenung, dimana hasil tenungnya menghasilkan laba besar bagi tuan-tuannya. Mereka mengusir roh jahat yang merasuki perempuan tukang tenung itu dan sebagai akibatnya, tukang tenung tersebut tidak bisa lagi mendatangkan uang pada para tuannya. Perbuatan kedua orang ini mendatangkan sebuah masalah yang sangat serius. Mereka kemudian ditangkap, dan dicambuk berkali-kali, lalu dilemparkan ke dalam penjara dengan keadaan dipasung. Sekalipun mereka harus menghadapi orang-orang yang membenci mereka karena kebenaran yang mereka bawa, mereka tetap teguh. Di dalam penjara, mereka berdua menaikkan puji-pujian bagi Tuhan. Mereka menyembah, mengagungkan, dan meninggikan nama Tuhan ditengah penderitaan yang sedang mereka alami. Benar apa yang Firman Tuhan katakan. Saat Tuhan ditinggikan, IA bertahta atas puji-pujian umat-NYA. Mereka melakukannya dengan lantang, sehingga narapidana lain pun mendengarkan mereka. Pujian yang mereka naikkan membawa kuasa Allah turun di tempat itu. Terjadilah gempa bumi yang hebat sehingga sendi-sendi penjara itu goyah. Seketika itu juga terbukalah pintu dan terlepaslah belenggu mereka. Kepala penjara yang menyaksikan hal itu menjadi gemetar dan takut karena ia mengira Paulus dan Silas melarikan diri sementara sang kepala penjara ini harus mempertanggungjawabkan tugasnya. Kepala penjara yang panik ini hendak bunuh diri karena ia merasa gagal. Paulus dengan lantang berkata: "Jangan celakakan dirimu, sebab kami semuanya masih ada di sini!". Kejadian ini kemudian membawa dampak luar biasa, tidak saja bagi Paulus dan Silas yang mendapatkan kembali kebebasannya, tapi juga bagi sang kepala penjara. Pada jam itu juga kepala penjara itu membawa mereka dan membasuh bilur mereka. Seketika itu juga ia dan keluarganya memberi diri dibaptis. Luar biasa, ketika Paulus dan Silas mengambil pilihan untuk terus memuji dan menyembah Tuhan dalam keadaan penuh masalah dan penderitaan, tidak saja mereka diselamatkan, tapi sang kepala penjara pun selamat. Tidak hanya kepala penjara saja, bahkan seluruh keluarganya. Sekalipun tampaknya Paulus dan Silas diikat oleh belenggu penjara, Tuhan memberikan kemenangan bagi mereka. Injil Kristus bisa diberitakan sekalipun mereka ada dalam penjara. Mereka keluar sebagai orang yang menang.

Dalam segala masalah yang sedang kita hadapi, marilah kita belajar seperti apa yang dilakukan oleh Paulus dan Silas. Janganlah kita bersungut-sungut atau mengeluh saat kita terperangkap dan terbelenggu dalam masalah. Bahkan saat kita menderita karena kebenaran, tetaplah bersukacita dan meletakkan pengharapan kita kepada Tuhan. Tinggikanlah Tuhan selalu, bahkan dalam masalah yang berat sekalipun. Banyak orang yang merasa sulit mengagungkan nama Tuhan saat mereka tertindih dengan beban berat. Namun, percayalah, ketika TUHAN ditinggikan dalam hidup kita sehingga TUHAN ada di pihak kita, tidak ada satu kuasapun yang bisa mengalahkan kita. Kita pasti tampil sebagai pemenang!

Selasa, 08 Juni 2010

Sin to Shine

Shalom saudara yang terkasih di dalam Tuhan Yesus Kristus, kali ini saya akan menyaksikan cinta kasih Tuhan yang boleh saya rasakan dan anugerah terindah di dalam hidup saya yang boleh saya terima ketika saya dipilih dan diberi kesempatan oleh Tuhan untuk menerima anugerah keselamatan.

Saya menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi ketika saya duduk di kelas 3 SMP, atau lebih tepatnya 1 bulan sebelum UN diadakan. Jujur saja dalam hati pada saat itu saya seperti tidak pernah siap untuk menerima keselamatan meskipun saya sadari Tuhan sudah mengetuk pintu hati saya berulang kali. Tetapi saya hanya menjawab dari balik pintu itu, “ Besok sajalah Tuhan. Aku kan masih SMP. Besok SMA saja sama seperti teman – teman saya yang lain.”. Begitu terus saya lakukan hingga akhirnya Yesus tangkap saya dengan cara yang luar biasa.

Ayah saya yang sudah terlebih dahulu diselamatkan oleh Yesus dipakai oleh Tuhan untuk menyuruh saya agar segera mau menerima keselamatan dan dibaptis. Dan mau tidak mau akhirnya saya mengambil formulir baptis di gereja ayah saya dan saya isi dengan tujuan hanya agar ayah saya tidak cerewet terus. Formulir saya kembalikan, dan saya tetap belum mempersiapkan hati saya untuk menerima keselamatan. Sampai 3 hari sebelum saya dibaptis, saya ditunjuk untuk memimpin pujian dalam persekutuan doa kelas. Saya tidak menjawab saat itu, tetapi saya berdoa kepada Tuhan. “ Yesus, apabila memang benar akulah yang Kau percaya untuk memimpin umatMu memuji, maka tuntunlah aku.” Tuhan memang luar biasa, ketika saya mulai menyusun lagu, seperti ada yang membimbing dan memberitahu saya lagu apa saja yang harus dipakai. Setelah menyusun lagu, saya sadar bahwa saya tidak bisa mengelak lagi dari panggilan Tuhan. Namun karena saya belum rela 100%, saya berdoa kembali untuk meminta peneguhan. Isi peneguhan yang saya minta adalah apabila ini memang benar waktunya Yesus panggil saya untuk menjadi anakNya, biarlah besok sore ketika persekutuan diadakan, Tuhan hadir dan menjamah setiap kami yang datang.

Doa saya dijawab, dan benar terjadi lawatan yang luar biasa di dalam persekutuan yang kami adakan, bahkan tidak sedikit yang mengalami pelepasan . Memang sungguh Tuhan kita adalah Tuhan yang ajaib. Akhirnya saya mau untuk menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi saya. Keesokan harinya setelah selesai kebaktian, saya dibaptis. Dan hal yang paling luar biasa dari prosesi baptis saya adalah lagu yang mengiringi proses pembaptisan sangat menyentuh hati saya dan seakan – akan Yesus sendiri yang berbicara kepada saya. Dan hal ajaib yang saya alami adalah saya benar – benar bebas dari ikatan dosa yang selama ini membelenggu saya. Luar biasa, Yesus Tuhan Allah kita.

Dari kesaksian saya, saya ingin menegaskan bahwa WAKTU yang paling TEPAT untuk menerima KESELAMATAN adalah SEKARANG, dan ketika saudara mau untuk menerima keselamatan yang daripada Tuhan, maka saudara akan DIBEBASKAN dari SETIAP DOSA dan KEHIDUPAN LAMA saudara. Dan bagi saudara yang saat ini berkenan mengambil keputusan untuk menerima keselamatan mari saudara ikuti doa saya :

Tuhan Yesus, aku datang kepadaMu.
Aku mengaku bahwa aku adalah orang berdosa yang seharusnya dihukum.
Tetapi saat ini aku percaya bahwa Tuhan Yesus telah mati
untuk menyelamatkan orang berdosa termasuk aku.
Sekarang Tuhan, aku buka hatiku dan masuklah Yesus menjadi Tuhan dan Juruselamat pribadiku.
Ampunilah segala dosa – dosaku dan pelanggaranku.
Yesus, aku percaya bahwa hari ini Engkau telah menjadi
Tuhan dan juruselamat pribadiku.
Hari ini aku telah diubahkan dari orang yang seharusnya dihukum
menjadi orang yang mendapat anugerah keselamatan.
Di dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa dan bersyukur
Haleluyah. Amin.

Demikian kesaksian saya, Tuhan Yesus Memberkati.

Senin, 31 Mei 2010

Formula Doa yang Benar

Doa adalah nafas orang percaya. Bahkan doa adalah salah satu kunci pengaktif mujizat. Namun ada sebagian dari orang Kristen yang tidak pernah merasakan kehidupan doa pribadi bahkan kedahsyatan dari kuasa hanya karena doa mereka yang salah. Bagaimana doa yang benar itu?

Formula doa yang benar sebenarnya sudah diajarkan ketika Yesus mengajarkan Doa Bapa Kami kepada keduabelas muridNya. Formula doa tersebut disampaikan secara implisit / tidak langsung di dalam setiap kalimat yang ada. Jadi Yesus memberikan kerangka doa yang benar dalam DOA BAPA KAMI.

Doa menggunakan formula doa Bapa Kami (Mat 6: 9-15)

a) Bapa kami yang ada di Surga : menunjukkan alamat dan hubungan yang erat antara bapa dengan anak. Jadi ketika doa pribadi usahakanlah anda memposisikan diri sebagai anak yang sedang berbicara kepada bapanya, sehingga kita bisa berkomunikasi dengan nyaman kepada Bapa kita.

b) Dikuduskanlah namaMu : melambangkan pujian dan pengagungan kepada Tuhan. Hal ini merupakan unsur tertinggi di dalam doa. Pujian penyembahan adalah pengantar menuju tahta Allah, hal ini juga yang melandasi mengapa tata cara ibadah orang Kristen ada pujian dan penyembahan sebelum menerima taburan firman. Jadi pujian dan penyembahan yang menyenangkan hati Tuhan akan memudahkan kita masuk ke hadirat Allah.

c) Datanglah KerajaanMu : permohonan kita agar kuasa Tuhan ada di dalam hidup kita. (Yoh 15:7). Kerajaan Allah melambangkan 2 hal, yang pertama agar kuasa dan perlindungan Tuhan nyata di dalam kehidupan kita, dan yang kedua adalah melambangkan wibawa dan kemuliaan yang melekat pada diri Tuhan kita. Ketika kerajaan Allah ada di dalam kehidupan kita, maka otomatis hal - hal yang saya sebutkan di atas juga akan terimpartasi dalam diri kita, sehingga sama seperti Alkitab katakan, ketika orang memandang orang percaya, ia sama seperti melihat Kristus.

d) Jadilah kehendakMu di bumi seperti di Surga : isi doa kita harus sesuai dengan kehendak Allah. Dan janganlah membatasi kuasa Allah. Sering kali kita memaksakan suatu keinginan kita di dalam doa, dan ketika Tuhan menjawab doa kita dengan jawaban yang tidak kita inginkan, kita terkadang marah, dan kecewa terhadap Tuhan. Tetapi ingatlah satu hal, DUNIA memberi yang kita INGINKAN, tetapi TUHAN MEMBERI YANG KITA BUTUHKAN.

Keempat unsur di atas tadi untuk Tuhan, sedangkan untuk kita :

a) Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya : permohonan agarTuhan mencukupkan kebutuhan kita baik secara jasmani dan rohani.
b) Ampunilah kami akan kesalahan kami seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami : hal terpenting dalam doa adalah pengampunan. Pengampunan akan menentukan jawaban doa kita. Hati yang tidak bisa mengampuni akan menjadi penghalang berkat Tuhan atas kehidupan kita.
c) Dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami daripada yang jahat : doa adalah salah satu bentuk sikap berjaga – jaga. Tujuannya agar kita siap mengahadapi pencobaan karena pencobaan datang sewaktu – waktu. Selain itu kita juga tetap meminta kuasa perlindungan Tuhan agar kita tetap terlindungi dan tidak jatuh ke dalam dosa.

Minggu, 30 Mei 2010

Saat Anda Terjatuh

Pada olimpiade musim panas tahun 1982 di Barcelona, Spanyol, terjadi sebuah peristiwa yang menarik perhatian dunia. Ketika Derek Redman melangkah menuju arena, dia membayangkan kemenangan yang akan diraihnya. Inilah saat yang telah dinantikannya, seumur hidupnya. Dalam hatinya, ia tahu, bahwa inilah perlombaan yang telah Tuhan tetapkan baginya, sejak semula ia diciptakan. Pada menit terakhir sebelum perlombaan itu dimulai, ia memandang ke arah deretan kursi penonton, mencari-cari wajah ayahnya. Memang ia ingin meraih kemenangan dalam lomba itu untuk dirinya. Tetapi, lebih dari itu ia ingin memenangkan lomba itu demi ayahnya. Ayahnya, yang telah memberikan dan mengorbankan begitu banyak banyak hal, agar ia dapat masuk menjadi peserta olimpiade itu.
Sekarang ia memiliki kesempatan untuk melakukan sesuatu sebagai tanda balas budi kepada ayahnya. Inilah saatnya untuk membuat ayahnya bangga padanya. Lalu tembakan ke udara tanda mulai berbunyi. Derek berlari, mengerahkan seluruh kekuatannya. Segalanya tampak baik sampai akhirnya Derek memasuki putaran terakhir. Tiba-tiba terjatuh di tengah lintasan larinya. Ia mengalami kram pada kakinya. Rasa nyeri yang hebat mencengkeramnya. Dia berusaha untuk berdiri; berusaha untuk melompat; namun rasa nyeri itu terlalu menyakitkan baginya. Detik demi detik berlalu, bagai berjam-jam baginya, saat dia rebah menggeliat kesakitan. Dia tidak percaya, beginilah akhir dari perjalanannya selama ini.

Mungkin dia khawatir tentang apa yang dipikirkan ayahnya saat itu, apakah ayahnya merasa malu? Apakah ayahnya akan berpaling darinya dan meninggalkannya? Mungkinkah ayahnya berpikir: Oh, bagus sekali. Jadi selama ini waktu terbuang percuma hanya untuk seorang yang bahkan tidak dapat menyelesaikan pertandingan sama sekali?
Ternyata sama sekali bukan itu yang sedang dipikirkan oleh ayahnya. Jauh diatas sana, di antara kursi-kursi penonton, ayahnya melompat berdiri. Segera ia menyelusup di antara kerumunan penonton. Saat itu ada ribuan penonton yang sedang berdiri, melihat anaknya, dan terkejut melihat anaknya sedang menderita di dalam arena. Akhirnya sang ayah berhasil mencapai garis batas lintasan lari itu.

Seorang penjaga keamanan menghentikannya, dan berkata, "Tidak seorangpun diijinkan masuk ke dalam arena."

Ayah Derek menjawabnya dengan kata-kata sederhana, "Itu anak saya."

Maka penjaga itu tidak menghalanginya lagi. Dia melewati para penjaga itu dan masuk ke dalam lintasan lari. Dan sementara ribuan orang bersorak riuh rendah padanya, dia memapah anaknya menuju ke garis finish.

Mungkin sebagian besar Anda merasakan seolah-olah Anda telah jatuh. Anda ingin menyelesaikan perlombaan yang telah Tuhan tetapkan bagi Anda, tetapi rasa nyeri yang menyerang ini terlalu menyakitkan. Tak peduli sekeras apa Anda berusaha, tampaknya Anda tetap tak mampu untuk berdiri dan melangkah lagi. Mungkin Anda khawatir, kalau-kalau Bapa di Sorga kecewa terhadap Anda, kalau-kalau Anda tidak dapat menyenangkan hatiNya.

Tahukah Anda bahwa Tuhan ada di pihak kita?
Tuhan tidak kecewa pada Anda saat Anda jatuh. Anda adalah anakNya yang berharga di mataNya! Anda adalah kesayangan Bapa di Sorga. Oh, betapa sedihnya Dia menyaksikan Anda jatuh. Betapa Dia menaruh belas kasihan bagi Anda. Tuhan ada bagi Anda. Tuhan juga menghendaki agar Anda menyelesaikan perlombaan Anda dan Dia akan melakukan apa saja untuk memapah Anda menuju garis finish. Mungkin ada beberapa orang di antara Anda yang tidak mengenal Bapa di Sorga. Tetapi Dia tetap ada disana menanti Anda. Dia rindu memeluk Anda sebagai seorang anak yang berharga dan melindungi Anda, di setiap langkah, di dalam menjalani perlombaan yang telah ditentukan bagi Anda.

Satu-satunya jalan untuk menghampiri Bapa adalah melalui AnakNya.
Yesus berfirman, "Tidak ada seorangpun sampai kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku."

Tidak ada hal lain yang dapat memberikan penghiburan yang lebih besar lagi, selain dari kenyataan bahwa: Dia yang memanggil kita untuk menjalani perlombaan ini adalah juga Dia yang membantu kita untuk sampai ke garis finish.

7 Penghancuran Kutuk

Beberapa waktu yang lalu kita baru saja melewati rangkaian Jumat Agung, Paskah, Kebangkitan, bahkan peristiwa Pentakosta yang tentu saja sangat membangun iman kita karena karena pengorbananNya di kayu salib telah membawa keselamatan yang kekal bagi kita, orang yang percaya kepadaNya.

Meskipun pengorbananNya mendatangkan keselamatan, akan tetapi, banyak yang belum tahu bahwa kematian Tuhan kita Yesus Kristus selain membuktikan bahwa Dia adalah Tuhan yang hidup, juga telah menghancurkan segala kutuk yang mengikat kita di dunia ini. Berikut saya sharingkan anugerah yang boleh saya terima dari Yesus.

7 Penghancuran kutuk oleh darah Yesus

1.7 titik keringat darah Getsemani
Tujuh titik keringat bercampur darah yang Yesus teteskan sewaktu Ia bergumul dengan hebat di Taman Getsemani telah menghancurkan segala keinginan daging dan pikiran duniawi. Hal itu dilambangkan ketika Tuhan Yesus ingin lari dari kewajibanNya, Ia bergumul hebat melawan kedaginganNya. Namun Ia berhasil mengalahkan keinginan dagingNya dan taat kepada Bapa sampai Ia menyerahkan nyawaNya di atas salib.

2.Darah Mahkota Duri
Darah yang keluar dari kepala akibat mahkota duri telah menghancurkan kutuk kemiskinan yang telah lama membelenggu kita. Mahkota duri adalah mahkota dari semak duri. Dan semak berduri di dalam kitab Kejadian adalah lambang kemiskinan. Jadi saat ini janganlah kita takut akan kondisi financial kita, karena Yesus telah membebaskan kita dari kutuk kemiskinan yang sudah melekat pada diri manusia sejak manusia jatuh ke dalam dosa.

3.Memar
Memar yang ada pada tubuhNya telah membebaskan kita dari kecenderungan berbuat dosa. Tubuh yang dihancurkan oleh cambukan dan menjadi memar melambangkan tubuh manusia daging yang penuh dengan dosa telah dihancurkan agar digantikan dengan tubuh manusia roh yang penuh dengan kekudusan.

4.Bilur – bilur
Bilur – bilur akibat cambukan telah membebaskan kita dari sakit penyakit. Oleh karena itu, apabila saat ini ada diantara saudara yang sedang bergumul dengan sakit penyakit. Percayalah bahwa anda sudah menerima kesembuhan Illahi. Janganlah meminta kesembuhan, tetapi percayalah bahwa sakit penyakit anda sudah ditanggung oleh Yesus 2000 tahun yang lalu, sehingga kutuk sakit penyakit yang anda tanggung kini sudah dilenyapkan oleh bilur – bilur Yesus.

5.Darah tangan yang terpaku
Darah dari tangan yang terpaku telah membebaskan kita dari kutuk kegagalan. Tangan melambangkan pekerjaan / karya. Ketika kita menjadi manusia lama, tangan kita penuh dengan kegagalan, karena Allah tidak turut berkarya dalam kehidupan kita. Namun, ketikan kita menjadi manusia baru, maka Allah telah memberikan kesuksesan di tangan kanan saudara, dan berkat di tangan kiri. Demikian juga, selain kesuksesan, Allahpun akan memakai kehidupan saudara menjadi saluran berkatNya bagi dunia ini sehingga banyak jiwa diselamatkan dan nama Tuhan semakin ditinggikan.

6.Darah kaki yang terpaku
Darah yang keluar dari kaki yang terpaku, telah membuat kita bebas melangkah dan memilih jalan kehidupan kita. Kita tidak lagi terpaku pada pola kehidupan dunia, melainkan kita akan mengubah dunia melalui setiap langkah kita yang senantiasa memancarkan kasih Kristus. Demikian juga mengenai berkat yang akan senantiasa dilimpahkan dimanapun kita berada.

7.Darah dan air dari lambung
Darah dan air yang keluar dari lambung akibat tusukan, melambangkan hati Yesus yang rela dihancurkan agar hati kita boleh dipulihkan. Hati yang luka dibalutNya sehingga hati kita yang penuh dengan kekecewaan, kekhawatiran, bahkan akar kepahitan sudah dipulihkan dan diganti dengan hati yang baru.

Darah dan air juga melambangkan air dan darah yang keluar dari setiap proses kelahiran seorang pribadi, sehingga dengan karya penyaliban Yesus setiap orang yang percaya kepadaNya akan mengalami kelahiran baru. Pribadi dan karakter yang lama diubahkan menjadi pribadi dan karakter Illahi, berkat – berkat Illahi juga turun bagaikan hujan yang lebat memenuhi kehidupan saudara.


Tuhan memberkati.

Selasa, 18 Mei 2010

Membangun Hubungan Kunci Sukses

Suatu ketika terdapatlah soerang tukang kayu yang sedang mencari pekerjaan. Akhirnya, ia menerima suatu pekerjaan dari seorang yang bertempat tinggal di pinggir danau. Ia diberi kepercayaan untuk membuat pagar yang tinggi di samping kolam besar yang sudah terlebih dahulu dibuat oleh adiknya untuk memisahkan rumah mereka. Ia menyetujui pekerjaan itu dan meminta waktu satu bulan untuk mengerjakannya.

Setelah batas waktu yang ditentukan selesai, pemilik rumah tersebut datang untuk melihat pagar yang dibuat oleh tukang kayu tersebut. Namun ia sangat terkejut karena yang dibuat oleh tukang kayu tersebut bukanlah pagar seperti yang ia pesan melainkan jembatan kayu yang menghubungkan antara rumah sang client dengan adiknya. Sang pemilik rumah sangat marah dan memaki - maki tukang kayu itu, bahkan ia tidak mau membayar biaya yang sudah dikeluarkan oleh tukang kayu tersebut. Mendengar makian dari client, tukang kayu tersebut hanya tersenyum. Dan ketika client tersebut masih memarahi tukang kayu tersebut, adik dari client tersebut berlari mendatangi kakaknya sambil menangis dan kemudian memeluk kakaknya yang masih marah. Ia mengira bahwa kakaknya telah memaafkannya dan meminta seorang tukang kayu untuk membuat jembatan untuk membangun hubungan mereka kembali. Sang kakakpun terharu. Ia memeluk adiknya dan hubungan mereka berdua kembali harmonis. Mereka pun meminta agar tukang kayu tersebut tinggal bersama mereka, namun tukang kayu teresebut menolak. Ia berkata bahwa masih banyak jembatan lain yang harus dibuat.

Dari ilustrasi di atas kita bisa belajar 2 hal. Pelajaran yang pertama adalah jangan pernah merasa gengsi bila kita salah, dan mengambil langkah untuk meminta maaf. Karena ketika kita mau meminta maaf, kita seperti sedang membalut sebuah luka yang mungkin tidak sembuh pada saat itu juga. Mungkin pada saat kita meminta maaf, kita tidak segera dimaafkan, namun ketika kita mau melangkah dengan merendahkan hati kita kepada seseorang, Tuhan melihat dan akan bekerja bagi kita. Dan pelajaran kedua yang bisa kita ambil adalah ketika kita sedang dihadapkan pada 2 orang yang sedang berselisih, kita sedang berada pada posisi tukang kayu tersebut. Pilihan ada di tangan kita, apakah kita akan membangun pagar yang semakin membuat kedua orang yang berselisih tersebut semakin menjadi - jadi, atau kita bisa membuat jembatan yang membangun kembali hubungan yang rusak, membalut kembali hati yang telah tersayat.

Sama seperti Yesus yang telah membangun hubungan kembali yang retak dengan muridNya karena mereka meninggalkan Yesus ketika di salib. Ia tidak menghancurkan hubunganNya, namun membangun kembali dengan memperlihatkan diri kepada murid - muridNya, mengajak mereka untuk kembali datang kepadaNya, bahkan memberkati setiap mereka dengan berkat dan pengurapan yang double porsi agar setiap murid - muridNya tidak terhilang.

Marilah kita belajar untuk membangun kembali hubungan yang retak. Karena, hal itu akan membuat hidup anda jauh lebih baik, karena kehidupan anda akan dipenuhi damai sejahtera Illahi.

Tuhan Yesus memberkati

Rabu, 28 April 2010

A LETTER FROM GOD

Hi,
As you got up this morning,

I watched you and hoped you would talk to me,
even if it a just a few words
asking my opinion or thanking me for
something good that happened in your life yesterday.
but I noticed you were to busy
trying to find the right outfit to put on
and wear to work.

I waited again
when you ran around the house getting ready
I knew there would be a few minutes for you to stop and say hello,
but you were too busy.
At the one point you had to wait fifteen minutes
with nothing to do except sit in a chair.
Then I saw you spring to your feet.
I though you want to talk to me
but you ran to the phone and called a friend
to get the last gossip.

I watched as you went to work.
And I waited patiently all day long
with all your activities.
I guess you were too busy
to say anything to me.

I noticed that before lunch
you looked around,

maybe you felt embarrassed to talk to me,
that is why you didn't bow your head.
You glanced three or four tables over
and you noticed some of your friends
talking to me briefly before they ate, but you didn't.
That's okay. There is still more time left,
and I have hope that you will talk to me...
yet you went home
and it seems as if you had
lots of thing to do

After a few of them were done, you turned on the TV

I don't know if you like the TV or not
just about anything goes there
and you spent a lot of time each day
in front of it,
not thinking about anything
just enjoying the show.

I waited patiently again
as you watched the TV and ate your meal...
but again you didn't talk to me.
Bedtime - I guess you felt too tired
after you said goodnight to your family,
you plopped into bed and fell asleep in no time.

That's okay
because you may not realize
that I am always there for you.
I've got patience
more than you will ever know
I even want to teach you
How to be patient with others as well.
I love you so much
that I wait everyday for a nod,
prayer or thought or a thankful part of your heart.
It is hard to have a one-sided conversation.

Well you are getting up again and once again I will wait with nothing but love for you hoping that today you will give me some time.

Have a nice day ! ^_^
Your friend,

GOD

P.S. : Do you have enough time to send this to another person?

Translate this Blog

Powered By google