Minggu, 31 Oktober 2010

Pertobatan: Pintu menuju sukacita

Yohanes 15: 1 - 17

Seorang pemuda yang bekerja di sebuah toko besar

memutuskan untuk pindah ke luar kota karena perbuatan

buruknya mulai tercium oleh beberapa staf yang bekerja

disana. Ia sering sekali mencuri beberapa barang yang

terluput dari perhatian para penjaga. Sebelum ia

dipanggil oleh pemilik toko dan harus

mempertanggungjawabkan perbuatannya, ia lari ke luar

kota dan mencari pekerjaan yang baru disana. Ia

mendapatkan sebuah pekerjaan di restoran. Tiga bulan

lamanya, ia bekerja dengan baik. Pengalaman mencuri

yang membuat ia harus melepaskan pekerjaannya membuat

ia tidak lagi mengulanginya. Ia menguatkan hati untuk

memulai kehidupan yang lebih baik di kota itu. Suatu

ketika, saat ia sedang melayani tamu-tamu restoran, ia

melihat bahwa salah satu tamu yang datang adalah sang

pemilik toko dimana ia pernah bekerja. Segera saja

pemuda ini lari ke belakang restoran supaya tamu yang

baru saja datang itu tak melihatnya. Saat itu restoran

sedang sangat ramai dan semua pekerja sangat sibuk.

Melihat pemuda itu di belakang, salah seorang koki

memintanya untuk mengantarkan makanan untuk tamu-tamu

di depan. Pemuda ini tidak berani keluar. Ia membuat

jengkel para koki karena ia tidak mau mengantarkan

makanan ke meja tamu. Dua jam lamanya ia bersembunyi

dari keramaian. Setelah ia pikir pemilik toko dimana

ia pernah bekerja itu sudah pulang, ia kembali

melakukan aktivitasnya seperti biasa. Pekerjaannya

menjadi tidak beres pada hari itu. Ternyata hari

berikutnya, pemilik toko tempat ia bekerja dahulu itu

datang lagi dan menemui pemilik restoran. Pemuda ini

berpikir, "Jangan-jangan ia datang untuk bertanya

tentang diriku..." Pemuda ini kembali dicekam

ketakutan. Sepanjang hari ia merasa was-was dan

pekerjaannya kacau. Pemilik restoran semakin menyadari

keanehan pada pekerjanya itu karena selama hampir

seminggu, pemuda ini terus-menerus terlihat aneh,

terutama saat tamunya datang. Pemilik restoran

memanggilnya dan bertanya apa yang terjadi. Pada

mulanya pemuda ini takut dan ragu-ragu menceritakan

kesalahannya, namun akhirnya ia pun bercerita, dengan

resiko, ia pun pasti akan dikeluarkan karena ia adalah

seorang yang pernah melakukan pencurian. Namun apa

yang terjadi, pemilik restoran menghargai kejujuran

pemuda ini dan menasehatinya supaya ia membereskan

perkaranya dengan pemilik toko supaya ia tidak

kehilangan damai sejahtera, meskipun pengakuannya itu

beresiko. Akhirnya saat pemilik toko datang lagi ke

restoran itu untuk membahas masalah bisnis antara

mereka berdua, pemilik restoran memanggil pemuda itu

dan memperhadapkannya dengan pemilik toko untuk

membereskan perkaranya. Setelah pemuda ini mengaku, ia

menanti reaksi dari pemilik toko yang mungkin saja

akan melaporkannya ke pihak berwajib karena

kesalahannya. Namun ternyata tidak demikian. Pemilik

toko ini telah mengetahui dari dulu bahwa pemuda ini

memang mencuri, namun ia tidak melaporkannya ke polisi

karena ia kasihan melihat pemuda ini. Dengan kejujuran

pemuda ini untuk mengaku bersalah dan mau memulai

kehidupan baru yang baik dan tak menglangi

kesalahannya lagi, pemilik toko itu memaafkannya.

Sekarang pemuda ini tetap bekerja di restoran dan tak

lagi ketakutan saat pemilik toko yang ternyata adalah

rekan bisnis pemilik restoran datang. Ia bisa

bersukacita kembali dalam bekerja dan pekerjaannya pun

bisa dikerjakannya dengan sangat baik.

Seseorang yang berdosa pasti merasa ketakutan karena

dosa dan kesalahan yang ia lakukan. Setiap kita pasti

pernah berbuat dosa dan kita merasa tidak layak di

hadapan Tuhan. Ini membuat kita sulit untuk memiliki

hati yang damai. Meninggalkan kehidupan dosa dan

BERBALIK datang kepada Tuhan, merupakan pintu pembuka

menuju hidup penuh SUKACITA sejati.

Amsal 28:1 berkata, "Orang fasik lari, walaupun tidak

ada yang mengejarnya, tetapi orang benar merasa aman

seperti singa muda." Maka, sebagai langkah awal supaya

kita bisa hidup dalam sukacita, marilah kita berbalik

dari dosa kita dan menjadi seorang yang baru di dalam

Tuhan.

Selasa, 26 Oktober 2010

Sukacita: Kehadiran Tuhan

Kisah 16: 19 - 34

Kebahagiaan adalah salah satu hal yang dikejar oleh

setiap manusia di bumi ini. Beberapa telah berhasil

menemukan sukacita sementara yang lain tidak

menemukannya. Banyak orang menganggap sukacita ada

dalam hal-hal yang menyenangkan, ada dalam kebebasan,

ada dalam kekayaan, dan lain sebagainya. Benarkah kita

bisa menemukan sukacita dalam hal-hal tersebut?

Mari kita lihat kehidupan Voltaire. Ia adalah seorang

yang tidak percaya kepada Tuhan. Ia pernah menulis,

"Aku berharap aku tidak pernah dilahirkan."

Apakah sukacita bisa ditemukan dalam berbagai

kesenangan di dunia ini? Lord Byron adalah seorang

yang berlimpah dengan kesenangan. Ia pernah menulis,

"Hanya cacing, penyakit kanker, dan kesedihan yang

menjadi milikku."

Sukacita pun tidak bisa ditemukan dalam kebebasan

finansial. Jay Gould, seorang jutawan Amerika memiliki

uang dalam jumlah yang berkelimpahan. Dalam keadaan

sekarat ia berkata, "Saya kira saya adalah seorang

yang paling menderita di bumi ini."

Sukacita tidak juga ditemukan dalam kedudukan dan

ketenaran. Lord Beaconsfield menikmati lebih dari

kedudukan dan ketenarannya. Dia menulis, "Masa muda

adalah sebuah kesalahan; kedewasaan adalah sebuah

perjuangan; masa tua adalah sebuah penyesalan."

Sukacita juga tidak ditemukan dengan kekuatan militer.

Aleksander Agung menaklukkan sebagian besar dunia.

Setelah ia berhasil menaklukkan semuanya itu, dalam

tendanya ia menangis dan berkata, "Tidak ada lagi

dunia untuk ditaklukkan."

Dimanakah kebahagiaan dan sukacita yang sejati bisa

ditemukan? Jawabnya sangatlah sederhana, hanya dalam

Tuhan Yesus Kristus. SUKACITA bukan berarti lenyapnya

semua masalah kita, SUKACITA berarti kehadiran TUHAN

ditengah-tengah masalah-masalah yang sedang kita

hadapi. Dengan adanya sukacita Ilahi, apapun masalah

yang melanda dalam hidup kita, kita dapat menemukan

kekuatan untuk menang atas masalah. Mazmur 34:20

Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan

dia dari semuanya itu.

Maka, marilah setiap kita hidup dengan sukacita yang

sejati yang berasal dari Tuhan. Bukan karena harta

kita, kedudukan kita, ketenaran kita, ataupun kekuatan

kita sendiri. Saat Roh Kudus bertahta dalam hidup

kita, ada pengharapan yang kekal dan sukacita yang

membuahkan kekuatan dalam hidup kita.

Sabtu, 23 Oktober 2010

Firman Tuhan Sumber Kekuatan

1 Korintus 1: 18 - 31

Seorang guru yang telah berusia lebih dari 60 tahun

tiba-tiba saja mengalami penyakit yang membuatnya

harus beristirahat total dari pekerjaannya. Melihat

penyakit yang ia derita, dokter mengatakan bahwa umur

bapak ini tidak akan lebih dari 70 tahun. Peningkatan

kadar gula dalam darah disertai dengan beberapa

penyakit lain di tubuhnya membuat ia berhenti dari

panggilan profesinya sebagai pengajar. Bapak ini

dikenal sebagai guru yang baik dan penuh kasih dalam

mengajar anak didiknya. Saat ia berhenti dari

pekerjaannya, murid-muridnya senantiasa menjenguknya

dan mereka merasa sangat kehilangan. Bapak ini tidak

terbiasa untuk tidak melakukan apa-apa dalam

kesehariannya. Ia merasa tidak nyaman beristirahat

saja di rumah dan ia mencoba mencari kesibukan. Namun,

sang istri menasehatinya supaya ia tidak terlalu lelah

karena ia pun harus memikirkan kesehatannya. Bapak ini

mencoba bercocok tanam namun beberapa bulan kemudian

kesehatannya memburuk karena pekerjaannya. Bapak ini

mencoba berjualan di rumah namun ia pun juga bekerja

terlalu keras. Akhirnya, bapak ini pun mengalami

depresi karena keinginannya untuk mengisi waktu tak

tercukupi. Suatu siang, saat bapak ini berbaring di

kamarnya, seorang muridnya datang dan membawakan

sebuah Alkitab baginya. "Pak, bersyukurlah bapak

memiliki banyak waktu sekarang sehingga bapak bisa

membaca Alkitab lebih sering dari sebelumnya," kata

anak tersebut. Memang benar adanya, bapak itu

seringkali terlihat pagi hari di bangku sekolah dan

membaca Alkitab sambil menunggu jam pelajaran dimulai.

Kegiatan itu ia lupakan saat ia pensiun dari

pekerjaannya. Mendengar apa yang dikatakan oleh

muridnya, ia teringat bahwa ia masih memiliki hal yang

berharga: waktu, yang bisa ia pakai untuk mempelajari

dan merenungkan Firman Tuhan. Semenjak itu, bapak ini

mulai terlihat lebih banyak berada di ruangannya untuk

membaca Alkitab. Ia pun menghadiri kegiatan gereja.

Dalam keadaan kesepian dan beban yang berta, bapak ini

dikuatkan kembali dan memperoleh pengaharapn baru oleh

Firman Tuhan. Dokter boleh memvonis ia hanya bertahan

tidak sampai sepuluh tahun, namun Firman Tuhan yang

memberikan sukacita dan kekuatan baginya setiap hari

membuat ia semakin membaik dan mampu bertahan hingga

17 tahun.

Seorang yang hidup dengan Firman Tuhan akan menjadi

seorang yang kuat dan penuh sukacita. Firman Tuhan

akan memberikan KEKUATAN kepada kita disaat kita

mengalami masa-masa sukar dalam hidup kita. Sebab aku

mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena

Injil adalah KEKUATAN ALLAH yang menyelamatkan setiap

orang yang percaya... (Roma 1:16)

Minggu, 17 Oktober 2010

Kuasa Tuhan Menguatkan Kita

Pada waktu orang Israel ditindas oleh bangsa Midian, Tuhan membangkitkan Gideon. Pada awalnya Gideon adalah seorang penakut, tapi Tuhan membangkitkan keberanian dalam dirinya sehingga ia menjadi seorang pahlawan bagi Israel. Kita tahu Gideon awalnya bukan seorang yang pemberani, karena ketika Tuhan memanggil dia, ia sedang mengirik gandum di tempat pemerasan anggur (Hakim-hakim 6:11). Gideon tentu merasakan ketakutan yang sangat kepada orang Midian, sampai-sampai ia tidak berani mengirik gandum di tempat yang seharusnya.

Ketika itu, malaikat Tuhan datang dan berfirman kepada Gideon dan menyebut dia pahlawan yang gagah berani. Padahal kenyataannya, pada saat itu Gideon adalah seorang penakut. Tuhan tahu Gideon perlu mendengar kata-kata seperti itu. Ketika Allah memanggil Gideon di tempat pengirikan gandum itu, Gideon meminta tanda bahwa Allah sendirilah yang berfirman kepadanya. Ia mempersembahkan seekor anak kambing dan roti yang tidak beragi. Allah menimbulkan api pada persembahan Gideon yang memakan habis seluruh persembahan itu. Gideon pun mengerti bahwa Allah memang telah berfirman atasnya (Hakim-Hakim 6:17-22). Tuhan pun menyatakan tanda-tanda dan penyertaannya yang mengubahkan Gideon - dari seorang yang penakut, menjadi seorang yang memimpin bangsa Israel mengalahkan Midian-.

Ketika Tuhan memanggil seseorang, ia akan diubahkan oleh Tuhan. Dasar panggilan Gideon adalah PENYERTAAN TUHAN, “TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani (Hakim-Hakim 6:12)”.

Bukan hanya Gideon, setiap kita pun memiliki kelemahan yang bisa membuat kita terjebak dalam ketakutan saat kita menghadapi masalah, padahal sebenarnya kita telah memiliki janji dan penyertaan Tuhan yang membawa kita dalam kemenangan.

Ada orang-orang yang merasa sudah bekerja keras siang malam tetapi seolah-olah tidak ada hasil yang sepadan sehingga merasa lemah hidupnya. Ada yang suka membandingkan diri dengan orang lain yang keadaannya jauh lebih baik dari dirinya sendiri sehingga merasa tidak ada apa-apanya lalu hidup dalam kelemahan. Banyak orang yang merasa sangat lemah dan tidak bisa melihat satupun titik terang pengharapan karena ada beban hutang yang sangat besar yang jauh melebihi kemampuannya. Banyak orang yang begitu lelah karena terus-menerus menghadapi serangan-serangan perkataan-perkataan negatif dan tuduhan yang sangat memojokkan dan merusak, yang seolah-olah tidak pernah habis-habisnya. Banyak orang ketika mendengar diagnosa dokter bahwa ada penyakit ganas di tubuhnya, langsung hancur hatinya dan merasa seolah olah seluruh dunianya sudah berakhir.

Tuhan sudah menyatakan penyertaan-Nya, tapi terkadang kita merasa kecil, merasa tidak mampu sehingga kita tidak mempercayai penyertaan Tuhan. Gideon pun merasakan hal yang sama, “Ah Tuhanku, dengan apakah akan kuselamatkan orang Israel? Ketahuilah, kaumku adalah yang paling kecil di antara suku Manasye dan akupun seorang yang paling muda di antara kaum keluargaku" (Hakim-Hakim 6:15).

Namun, jika setiap kita mengijinkan kuasa Allah dalam kehidupan kita seperti Gideon yang menerima penyertaan Tuhan, maka kita yang lemah pun akan diubahkan menjadi seorang yang berkemenangan. Kuasa Tuhan mampu mengubah orang yang lemah tak berdaya menjadi kuat kembali dan bangkit menjadi pahlawan yang dipakai Tuhan melakukan perbuatan-perbuatan besar.

Berilah Tempat Bagi Kuasa Tuhan

Fanny Crosby adalah seorang yang telah menciptakan lebih dari 8.000 lagu rohani. Meskipun menderita kebutaan semenjak ia berusia 6 minggu, ia tidak memendam kepahitan. Suatu hari seorang pendeta mengungkapkan rasa simpatiknya, "Saya rasa, sungguh membangkitkan belas kasihan, bahwa Sang Pencipta tidak memberi Anda penglihatan, padahal Ia memberikan banyak sekali karunia lain kepada Anda."

Dengan tetap bersukacita, Fanny menjawab, "Tahukah Anda, seandainya saat lahir saya bisa mengajukan permohonan, saya akan meminta dilahirkan buta?" "Mengapa?" rohaniwan itu terperanjat. "Karena bila saya naik ke surga nanti, wajah pertama yang akan membangkitkan sukacita dalam pandangan saya adalah wajah Sang Juruselamat!"

Kebutaan sejak kecil itu tidak membuat Fanny Crosby menyerah dalam menjalani hidup. Ia tidak mengandalkan kekuatannya sendiri namun ia mengandalkan kuasa Tuhan yang bekerja atas hidupnya sehingga ia sanggup menjalani hidup dan menghabiskannya dengan hal-hal yang berharga.

Kita mungkin juga memiliki cacat atau kelemahan tertentu yang tak tersembuhkan. Pilihan ada di tangan kita. bisa saja kita menjadikan kelemahan itu suatu alasan untuk menyerah, atau kita memilih menjadikan kelemahan kita sebagai batu loncatan untuk merngandalkan Tuhan dalam kelemahan tersebut. Manakah yang Anda pilih?

Jangan memenuhi hidup kita dengan kekuatan diri kita sendiri sehingga tidak ada tempat bagi kekuatan Allah dalam hidup kita. Jika Anda menghadapi krisis hari ini, jika Anda sakit dan obat gagal untuk menyembuhkan Anda, jika keuangan Anda tidak terkendali, jika keluarga Anda sedang berantakan, jika kebiasaan buruk telah mengikat Anda erat-erat, jika Anda telah mengerahkan kemampuan Anda dan Anda masih belum mencapai hasil, ijinkan kekuatan Allah berkarya dalam hidupmu hari ini! 2 Korintus 12:9b "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna."

Rabu, 13 Oktober 2010

Tuhan melakukan yang terbaik supaya kita menjadi yang terbaik

1 Tawarikh 17:1-15

Daud, adalah seorang raja yang excellent dihadapan Tuhan. Kalau Daud memberi persembahan, Daud selalu ingin memberi persembahan yang terbaik/excellent (1 Tawarikh 22:5). Daud juga tidak ragu-ragu mengeluarkan hartanya sendiri untuk Tuhan. Saat membawa Tabut Allah ke Yerusalem, setiap 6 langkah mempersembahkan korban (2 Samuel 6:13). Kalau Daud ingin mempersembahkan pelayanan, Daud selalu ingin mempersembahkan yang terbaik.Tujuh kali sehari Daud memuji-muji Tuhan sehingga Daud menjadi pemuji dan penyembah yang terbaik dalam Alkitab. Di Pondok Daud para pemuji dilatih sampai menjadi ahli sehingga menjadi tempat ibadah yang terbaik/excellent. Segala hal yang dipersembahkan Daud adalah persembahan yang terbaik bagi Tuhan.

Demikian pula dengan Salomo. Salomo adalah seorang raja yang excellent sebelum ia jatuh dalam dosa. Apa yang dilakukan oleh Daud dilakukan juga oleh Salomo anaknya. Setelah Salomo dilantik, Salomo ingin mempersembahkan yang terbaik/excellent bagi Tuhan sehingga Tuhan ingin memberikan yang terbaik/excellent kepada Salomo (1 Raja 3:4-5).

Salomo memanjatkan doa yang terbaik/excellent sehingga Tuhan tergerak memberikan jawaban doa yang lebih excellent lagi (1 Raja 3:9-14)
Dengan hikmat yang Tuhan berikan, Salomo melakukan hal-hal yang terbaik/excellent (1 Raja 10:4-6+10).

Daud dan Salomo mempersembahkan yang terbaik dan diatas rata-rata sehingga Tuhan pun memberkati mereka dengan berkat yang diatas rata-rata.

Demikian pula dengan setiap kita. Setiap kita tidak dipanggil TUHAN untuk menjadi orang rata-rata, apalagi dibawah rata-rata. TUHAN sudah melakukan segala YANG TERBAIK bagi kita supaya kita juga bisa menjadi YANG TERBAIK! Maka, marilah kita memiliki mentalitas yang mau untuk selalu melakukan yang terbaik dan menjadi pribadi-pribadi yang excellent sehingga nama Tuhan dipermuliakan atas hidup kita.

Senin, 11 Oktober 2010

Orang-orang yang memiliki kualitas TERBAIK/EXCELLENT
akan dipilih untuk melakukan hal-hal yang penting diantara para pemimpin
sehingga menerima berkat yang sangat besar dalam hidupnya. Amsal 22:29
Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekerjaannya? Di hadapan
raja-raja ia akan berdiri, bukan di hadapan orang-orang yang hina.


TUHAN yang SEMPURNA mendesain kita untuk menjadi YANG TERBAIK/EXCELLENT sesuai dengan karunia yang TUHAN berikan kepada kita, tidak ada seorangpun yang diinginkan TUHAN untuk menjadi orang rata-rata.


Pekerjaan apa saja yang diberikan kepadamu, hendaklah kalian mengerjakannya
dengan sepenuh hati, seolah-olah Tuhanlah yang kalian layani, dan bukan
hanya manusia. (Kolose 3:23)
Dengan demikian, kita akan bisa mempersembahkan dan menjadi YANG
TERBAIK/EXCELLENT!

Pastikanlah perkataan yang ada dalam satu tim adalah
perkataan yang MEMBERIKAN DUKUNGAN dan bukan melemahkan, sebab perkataan
positif akan membuat sebuah tim menjadi lebih kuat, lebih tahan uji, lebih
berprestasi, lebih termotivasi, lebih bahagia, sukses, dan lebih diberkati

Menjaga KESATUAN saat kesukaran datang akan membuat KUALITAS kesatuan
menjadi makin kuat sehingga kita akan mengalami TEROBOSAN yang lebih dahsyat
dan masa depan yang lebih BESAR!

Orang yang berhasil, tahu bahwa KESUKSESAN adalah
MILIK BERSAMA bukan milik pribadi. Dalam suatu tim, kesuksesan kita akan
menjadi kesuksesan orang lain, dan kesuksesan orang lain akan menjadi
kesuksesan kita.


Tidak ada orang yang hebat di semua sisi, setiap
orang mempunyai kelebihan dan kekurangan. Akan tetapi dalam KESATUAN, kita
bisa hebat di semua sisi karena dalam KESATUAN ada SALING MELENGKAPI.

Kelemahan kita akan berubah menjadi
KEKUATAN, kalau kita ada dalam KESATUAN, dan mengijinkan kekuatan orang lain
menutupi kelemahan kita.

Lihatlah kawanan semut yang mampu mengangkat
benda yang jauh lebih besar dari ukuran tubuh mereka. Bahkan mahluk yang
paling LEMAH sekalipun akan menjadi KUAT ketika mereka bersatu. Bersatulah,
supaya kita memiliki kekuatan yang dilipatgandakan untuk masa depan yang
LEBIH BESAR!

Belajar memiliki hati yang besar diawali dengan
berlatih berpikir POSITIF dalam segala keadaan dan berani berpikir BESAR,
itulah yang akan membawa kita mengalami BREAKTHROUGH dalam kehidupan!

Hati yang besar, yang berpegang teguh pada Firman
Tuhan dan tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri, akan menuntun kita
mengalami BREAKTHROUGH di dalam Tuhan.

Hanya orang yang memiliki hati yang besar bisa dipakai
Tuhan melakukan hal-hal besar. Sebab mereka yang berhati besar memiliki visi
besar, perkataan positif, keberanian yang besar, dan hati yang lapang –
bahan-bahan yang diperlukan oleh seseorang untuk meraih sebuah kesuksesan
besar. Milikilah hati yang besar supaya kita bisa dipakai Tuhan melakukan
hal-hal yang besar!

Untuk meraih kesuksesan besar harus melewati banyak tantangan dan
pergumulan, karena itulah diperlukan hati yang besar supaya kita teguh,
tidak goyah dan menang menghadapi segala tantangan yang ada.
Yosua 1:9 Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah
hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai
engkau, ke manapun engkau pergi."

Bangunlah hubungan yang dekat dengan TUHAN, sehingga
kita senantiasa menerima tuntunan TUHAN yang akan membuat kita mengalami
keberhasilan serta anugerah yang sangat besar

Tuhan mempunyai rencana yang sangat besar bagi setiap kita, yang hanya bisa dicapai saat kita hidup dan berjalan dalam tuntunan Tuhan. Hiduplah mendekat kepada Tuhan supaya kita senantiasa mendapat tuntunan, hikmat dan petunjuk dari Tuhan.

PENGAMPUNAN adalah wujud yang terindah dari KASIH,
tidak ada kasih tanpa pengampunan, dan tidak ada pengampunan tanpa kasih.
Memberikan pengampunan bagaikan membebaskan seorang tawanan dari penjara,
dan menyadari bahwa tawanan itu sebenarnya adalah diri kita sendiri. Sebagai
gantinya, kita akan mengalami kebahagiaan dan damai sejahtera yang melampaui
segala akal. (Kolose 3:13) Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan
ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam
terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat
jugalah demikian.

Hendaklah kehadiran kita senantiasa membawa DAMAI
dimanapun kita berada; dalam keluarga, di tempat kerja/sekolah, dalam
pelayanan, di gereja, dll. Sebab, berbahagialah orang yang membawa damai,
karena mereka akan disebut anak-anak Allah (Matius 5:9)

Keluarga bagaikan sebuah taman yang harus dirawat. Perlu ada usaha, waktu, perhatian, dan pengertian yang diberikan terus-menerus supaya kebahagiaan dan kasih dalam keluarga makin bertumbuh.

TERUSLAH BERGERAK sekalipun sudah merasa lelah, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.
TERUSLAH BERLARI sekalipun sudah merasa bosan, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu.
TERUSLAH BERJALAN sekalipun sudah merasa letih, hingga keletihan itu letih bersamamu.
TERUSLAH BERJAGA sekalipun sudah merasa lesu, hingga kelesuan itu lesu menemanimu.
Karena di mana ada KESETIAAN,KETEKUNAN serta KEMAUAN, di situ pasti Tuhan buka jalan!

Tuhan selalu memberi HARAPAN kepada mereka yang tidak pernah menyerah, MUJIZAT kepada mereka yang percaya, dan PENYERTAAN kepada mereka yang berjalan dalam Firman-NYA. Jadilah seperti Zakharia dan Elisabet yang tetap setia kepada Tuhan dan Firman-NYA sehingga kita bisa menerima MUJIZAT kita pada waktunya!

Translate this Blog

Powered By google