Minggu, 25 September 2011

Kasih Memberi Yang Terbaik









Seorang pemborong bangunan yang telah tua memutuskan untuk pensiun. Ia mengatakan pada kontraktor yang memperkerjakannya bahwa ia akan berhenti dari pekerjaannya. Kontraktor itu menyesalkan kepergian pemborong bangunan yang selama itu telah bekerja dengan baik, iapun bertanya apakah pemborong itu mau melakukan satu bangunan lagi untuk keperluan pribadi.

Pemborong itu bersedia, namun hatinya sudah tidak ada lagi pada pekerjaannya. Ia melakukan pekerjaannya asal jadi, material yang digunakannya pun berkualitas rendah. Setelah bangunan itu selesai, kontraktor itu datang untuk memeriksa rumah itu. Lalu ia memberikan kunci pada pemborong itu. "Inilah rumahmu," kata kontraktor itu, "hadiah dariku untukmu."

Alangkah terperanjatnya pemborong itu. Kalau saja ia tahu bahwa bangunan itu untuknya, tentu ia mengerjakannya dengan cara berbeda. Sekarang ia harus hidup di rumah yang tak terlalu baik.

Hal ini juga terjadi pada kita. Kita membangun hidup kita dengan cara yang salah. Kita lebih suka melakukan reaksi daripada aksi. Kita lebih suka melakukan yang termudah dan bukan yang terbaik. Padahal pada akhirnya semuanya itu untuk kita sendiri.

ITU SEBABNYA MULAI HARI INI JANGAN LAGI ASAL MENGASIHI!
JANGAN LAGI ASAL MEMBERI!

Kalau kita menghormati orang tua, berikan penghormatan terbaik. Kalau kita tunduk pada suami, tunduklah dengan segenap hati. Kalau kita mengasihi istri, terima dia apa adanya, perhatikan dia, kasihi dia dengan segenap hati kita. Kalau kita meluangkan waktu bersama anak-anak kita, biarkan itu menjadi waktu yang istimewa dan eksklusif bagi anak-anak kita, tanpa gangguan HP dan urusan yang lainnya.

Kalau kita bekerja pada sebuah perusahaan, berikan hasil kerja yang paling baik, tanggung jawab yang paling besar, dan kejujuran yang tidak bisa dikompromikan.

Kalau kita pengusaha, komitmen memberikan produk dan pelayanan yang paling dan paling memuaskan.

Kalau kita beribadah, tanggalkan semua beban, off-kan HP, konsentrasi sepenuhnya, jangan terlambat, puji dan sembah Tuhan dengan segenap hati, dengarkan Firman Tuhan dengan sungguh-sungguh, layani Tuhan dengan maksimal, dan persembahkanlah yang terbaik kepada Tuhan.

Itu yang namanya kasih yang memberi!
Itu yang namanya memberi apa yang disayangi!
Itu yang namanya memberi yang terbaik dan istimewa!

Dan seperti anda memakai ukuran yang istimewa kepada Tuhan dan orang lain, maka dalam hidup anda, ukuran istimewa pula yang akan anda terima: perhatian yang istimewa, penghormatan yang istimewa, promosi yang istimewa, kebahagiaan yang istimewa, keberhasilan, kesuksesan, dan berkat-berkat yang istimewa yang akan mengalir dalam hidup anda.

Tuhan Memberkati

Selasa, 22 Februari 2011

Cara yang Tidak Kita Pahami

Ada seorang perempuan tua yang sangat taat beribadat. Pekerjaannya ialah membuat tempe dan menjualnya di pasar setiap hari. Itu merupakan satu-satunya sumber pendapatannya untuk menyambung hidup. Tempe yang dijualnya merupakan tempe yang dibuatnya sendiri.

Pada suatu pagi, seperti biasa, ketika ia sedang bersiap-siap untuk pergi menjual tempenya, tiba tiba dia tersadar bahwa tempenya yang terbuat dari kacang kedelai hari itu masih belum jadi, hanya separuh jadi. Perempuan tua itu merasa sangat sedih sebab tempe yang masih belum jadi pastinya tidak akan laku. Dalam suasana hatinya yang sedih, ia teringat akan firman Tuhan yang menyatakan bahwa Tuhan dapat melakukan perkara-perkara ajaib, dan bahwa bagi Tuhan tiada yang mustahil. Diapun mengangkat kedua tangannya sambil berdoa, “Tuhan , aku memohon kepadaMu agar kacang kedelai ini menjadi tempe. Amin” Begitulah doa singkat yang dipanjatkan dengan sepenuh hatinya. Dia sangat yakin bahwa Tuhan pasti akan mengabulkan doanya. Dengan tenang perempuan tua itu menekan-nekan bungkusan bakal tempe dengan ujung jarinya dan dia pun membuka sedikit bungkusan itu untuk menyaksikan keajaiban kacang kedelai itu menjadi tempe. Namun, dia termenung seketika sebab kacang tu masih tetap kacang kedelai.Namun dia tidak putus asa, sebaliknya berfikir mungkin doanya kurang jelas didengar oleh

Tuhan. Maka dia pun mengangkat kedua tangannya seperti semula dan berdoa lagi. “Tuhan, aku tahu bahwa tiada yang mustahil bagiMu. Bantulah aku supaya hari ini aku dapat menjual tempe karena inilah mata pencarianku. Aku mohon agar jadikanlah kacang kedelaiku ini menjadi tempe, Amin”. Dengan penuh harapan dan berdebar-debar dia pun sekali lagi membuka sedikit bungkusan itu. Apakah yang terjadi? Dia termangu dan heran karena tempenya masih tetap begitu!!

Lalu dia pun berangkat. Sesampainya di pasar, segera dia meletakkan barang-barangnya. Hatinya betul-betul yakin bahwa tempenya sekarang pasti sudah jadi. Dengan hati yang berdebar-debar dia pun membuka bakulnya dan menekan-nekan dengan jarinya setiap bungkusan tempe yang ada. Perlahan-lahan dia membuka sedikit daun pembungkusnya dan melihat isinya.

Apa yang terjadi? Tempenya masih belum jadi!!

Dia pun kaget seketika lalu menarik nafas dalam-dalam. Dalam hatinya sudah mulai terasa sedikit kecewa dan putus asa kepada Tuhan karena doanya tidak dikabulkan. Walaupun dia tahu bahwa pada hari itu dia tidak akan dapat pendapatan langsung, namun dia tetap berdoa,

“Tuhan, berikanlah penyelesaian terbaik terhadap tempeku yang belum jadi ini.”

Tiba-tiba dia dikejutkan dengan teguran seorang wanita.

“Maaf ya, saya ingin bertanya, Ibu ada menjual tempe yang belum jadi? Dari tadi saya sudah pusing keliling pasar ini untuk mencarinya tapi masih belum ketemu juga.” Dia termenung dan ternganga seketika. Hatinya terkejut sebab sejak berpuluh tahun menjual tempe, tidak pernah seorang pun pelanggannya mencari tempe yang belum jadi.Sebelum dia menjawab sapaan wanita di depannya itu, cepat-cepat dia berdoa di dalam hatinya

“Tuhan, saat ini aku tidak mau tempe ini jadi lagi. Biarlah tempe ini seperti semula, Amin”.

Sebelum dia menjawab pertanyaan wanita itu, dia membuka sedikit daun penutup tempenya. Alangkah senangnya dia, ternyata memang benar tempenya masih belum jadi! Dia pun merasa gembira dalam hatinya dan bersyukur pada Tuhan.

Wanita itu pun memborong habis semua tempenya yang belum jadi itu. Sebelum wanita itu pergi, dia sempat bertanya wanita itu, “Mengapa hendak membeli tempe yang belum jadi?” Wanita itu menerangkan bahwa anaknya yang kini berada di Inggris ingin makan tempe dari desa. Karena tempe itu akan dikirimkan ke Inggris, si ibu tadi membeli tempe yang belum jadi supaya apabila sampai di Inggris nanti akan menjadi tempe yang sempurna. Kalau dikirimkan tempe yang sudah jadi, nanti di sana tempe itu sudah kurang enak dipandang dan rasanya pun kurang sedap.

Terkadang Allah menggunakan CARA-CARA YANG TIDAK DAPAT KITA PAHAMI, untuk membawa kita masuk ke dalam RENCANA-NYA yang jauh lebih BESAR dari pemikiran kita. Maka, dalam segala hal yang Anda hadapi, tetaplah percaya bahwa Tuhan itu baik dan IA selalu menyediakan rencana yang indah bagi anak-anak-NYA yang selalu berharap kepadanya.

Berani Menatap Masa Depan

Di tengah panasnya padang gurun, seorang pemuda berjalan berhari-hari lamanya bersama dengan orang-orang yang hendak membawanya pergi jauh dari rumahnya. Ia masih ingat dengan ayahnya yang sangat menyayanginya, namun apa boleh buat, ia harus pergi jauh dari ayahnya karena kakak-kakaknya menginginkannya untuk pergi. Ia pun masih ingat dimana Tuhan memberikan mimpi kepadanya bahwa ia akan menjadi seorang dengan kedudukan yang tinggi. Memperoleh janji Tuhan yang luar biasa itu tidak langsung membuatnya mengalami kehidupan yang menyenangkan.

Sebaliknya, pemuda ini harus dibenci oleh saudara-saudaranya, turun kedudukannya sehingga ia menjadi budak di Mesir, difitnah oleh istri tuannya, dipenjara, dan berbagai macam masalah pahit lainnya. Namun, pada waktu yang tepat, Tuhan mengangkat pemuda bernama Yusuf ini untuk menjadi penguasa di Mesir.

Tuhan telah berjanji pada Yusuf akan mengangkatnya menjadi seorang penguasa. Namun,
bagaimana bisa jika Yusuf tidak pergi ke Mesir dan bertemu dengan Firaun? Tuhan menyediakan 'kendaraan' supaya Yusuf bisa meraih janji Tuhan. 'Kendaraan' itu ialah masalah-masalah yang ia hadapi. Jika saja Yusuf marah kepada Tuhan karena setelah menerima janji yang luar biasa ia malah menerima hal-hal yang pahit, maka Yusuf gagal untuk meraih janji Tuhan.

Tidak jarang, hidup kita seperti apa yang dialami oleh Yusuf. Ada saatnya kita mengalami masalah dan hal-hal yang pahit dalam hidup kita. Tuhan ingin kita BERANI MENATAP MASA DEPAN kita meskipun saat ini kita sedang dalam kondisi yang tidak menyenangkan. Sebab Tuhan sudah sediakan rancangan MASA DEPAN YANG TERBAIK untuk setiap kita!

Senin, 21 Februari 2011

Tuhan menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-NYA

Ada begitu banyak orang di dunia yang menghadapi situasi sulit di dalam hidupnya, memilih untuk berputus asa, mengasihani diri sendiri, meratapi kegagalan setiap hari, sibuk menyalahkan orang-orang disekitarnya, bahkan berani menyalahkan Tuhan. Namun, kita sebagai anak-anak Tuhan hendaklah menyikapi masalah yang kita temui dengan tetap optimis.

Terkadang Allah menggunakan cara-cara yang tidak dapat kita pahami untuk membawa kita ke dalam rencanaNya! Allah tahu yang terbaik bagi hidup kita! Allah punya rencana yang jauh lebih indah dibandingkan dengan rencana kita! Namun seringkali, kita tidak dapat memahami dan melihat rencana Allah. Yang kita lihat masalah kita, yang kita lihat orang yang
mengecewakan kita, yang kita lihat keuangan yang semakin memburuk, yang kita lihat
kemustahilan. Padahal, situasi yang buruk sekalipun dapat Allah gunakan untuk membawa kita semakin dekat dengan rencanaNya!

Firman Tuhan yang kita terima minggu ini memberikan pengertian kepada kita bahwa setiap orang yang hidupnya berkenan kepada Tuhan, Tuhan sendiri yang menetapkan langkah dalam hidupnya, itu berbicara tentang masa depan. Artinya, Tuhan memiliki rencana bagi masa depan Anda! Tuhan memiliki satu rancangan yang baik bagi kehidupan Anda!

Mungkin timbul pertanyaan dalam hati kita, “Jika Tuhan memiliki masa depan yang indah bagi hidup saya, kenapa Tuhan mengijinkan kesulitan ini datang dalam hidup saya? Kenapa Tuhan seakan-akan membiarkan hidup saya terlibat dalam masalah besar seperti saat ini?”

Tuhan MENETAPKAN langkah-langkah orang yang hidupnya BERKENAN kepada-NYA; apabila ia jatuh tak sampai tergeletak, sebab Tuhan menopang tangannya (Mazmur 37:23 - 24). Tuhan bisa saja menghentikan kesulitan-kesulitan yang kita hadapi, Ia bisa saja mengubah situasi buruk kita menjadi situasi yang menyenangkan hanya dalam sekejap. Dia sanggup karena Dia adalah Allah.

Namun, kenapa Tuhan terkadang membiarkan kita menghadapi situasi yang paling tidak
mengenakkan? Jawabannya adalah karena Tuhan ingin kita naik level! Tuhan ingin kita menjadi dewasa dan beroleh kemenangan dalam berbagai hal dalam hidup kita.

Tuhan Turut Bekerja

Dalam pembangunan sebuah istana di Teheran, disewalah seorang kontraktor lengkap dengan arsitek dan para pekerjanya untuk membuat istana yang sangat bagus dan megah. Bahan-bahan yang dipakai adalah bahan-bahan yang berkualitas tinggi. Di salah satu sisi dinding istana terdapat sebuah hiasan yang berupa karya seni kaca yang sangat indah. Ada sebuah cerita dibalik mozaik kaca yang dipasang di istana itu. Sebelumnya, kaca-kaca yang dipakai untuk menghiasi dinding itu berasal dari selembar kaca utuh yang akan digunakan untuk melapisis dinding itu. Karena perjalanan yang jauh, lembaran kaca itu sampai di tempat tidak utuh lagi. Kaca itu hancur berkeping-keping. Melihat hal itu, sang kontraktor hendak membuang kepingan-kepingan kaca itu dan yang baru lagi. Si arsitek ini menanggapi dengan cara yang berbeda. Ia mengumpulkan pecahan kaca itu dan menghancurkannya menjadi kepingan yang lebih kecil. Dengan kepingan-kepingan yang telah dihancurkan itu ia membuat karya mozaik yang terindah didunia. Raja Teheran memberikan pujian bagi karya seni sang arsitek, “Dihancurkan untuk menjadi lebih indah."

Dalam perjalanan hidup kita, ada begitu banyak hal yang tentunya kita alami setiap hari. Terkadang kita berada di situasi yang menyenangkan, ada kegembiraan, ada saat dimana kita bisa tertawa, tetapi ada pula saat-saat dimana kita mengalami yang namanya kegagalan, kekecewaan, tekanan, bahkan jalan buntu di dalam hidup kita.

Namun, Firman Tuhan mengatakan bahwa Allah tidak pernah tertidur sedetik pun. Itu artinya, Allah melihat dan Allah mengerti setiap hal yang terjadi dalam hidup kita, bahkan sampai hal yang paling kecil yang kita alami, baik itu situasi yang membahagiakan atau pun situasi yang tidak menyenangkan.

Allah turut bekerja dalam segala perkara untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia. Dengan kata lain, Allah sanggup untuk turut bekerja dalam segala situasi yang terjadi dalam hidup kita, seburuk apa pun situasinya!

Apapun yang terjadi dalam hidup Anda saat ini, percayalah bahwa semuanya itu tidak luput dari perhatian Tuhan. IA selalu merancangkan yang baik. Maka, beranilah untuk menatap masa depan Anda karena hari depan Anda ada di tangan Tuhan yang penuh kuasa.

Mempertanggungjawabkan keuangan

Perintah untuk mengembalikan persepuluhan merupakan perintah yang diberikan Tuhan jauh sebelum umat Israel terbentuk. Hal ini terlihat dengan sangat jelas dalam kehidupan Abraham, yang merupakan Bapa leluhur dari bangsa Israel. Apa yang dilakukan oleh Abraham ini, mengindikasikan bahwa memberi persepuluhan kepada imam merupakan hal yang sudah biasa dilakukan oleh orang-orang yang hidup Zaman Abraham. Bahkan, apa yang dilakukan oleh Abraham ini, kembali ditegaskan oleh penulis kitab Ibrani (Ibrani 7:1-4). Mempersembahkan persepuluhan merupakan bukti dari ketaatan kita atas kedaulatan Tuhan.

Dengan mengembalikan persembahan persepuluhan, berarti secara langsung kita mengakui bahwa Tuhan lah yang berdaulat atas semua berkat yang kita terima. Itu artinya segala sesuatu yang kita terima, itu semua merupakan berkat dari Tuhan. Bukan hasil usaha dan kerja keras kita, melainkan berkat yang Tuhan limpahkan dalam kehidupan kita. Salomo dalam Amsalnya mengatakan, “Berkat TUHANlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya.” (Amsal 10:22).

Saat kita mengembalikan persepuluhan milik Tuhan, Tuhan pun menggenapi janji-NYA dalam Maleakhi 3 : 10. Ketika kita bisa mempertanggungjawabkan keuangan kita dengan benar dihadapan TUHAN, maka TUHAN akan membuka tingkap-tingkap langit dan mencurahkahkan berkat-NYA sampai berkelimpahan dalam hidup kita.

Kamis, 17 Februari 2011

Keuangan dan Kedewasaan Rohani

Menjadi dewasa tidak terjadi secara otomatis, namun perlu proses dan waktu. Dalam proses tersebut mungkin kita harus melewati berbagai tahap, sama seperti seorang anak, untuk mencapai dewasa maka ia harus melewati masa bayi, masa kanak-kanak, masa remaja, masa pemuda dan dewasa hingga orang tua. Kita boleh berpuluh tahun menjadi orang percaya, namun tetap tidak menjamin bahwa anda telah dewasa rohani dalam Kristus. Itu sebabnya kita barangkali pernah mendengar istilah Kristen Bonsai. Pohon Bonsai adalah semacam pohon yang sudah berpuluh-puluh tahun usianya namun tetap saja kerdil, karena memang dibentuk secara demikian.

Tuhan ingin setiap kita menjadi seorang yang dewasa rohani. Mempertanggungjawabkan keuangan kita kepada Tuhan adalah salah satu bagian terpenting dalam kedewasaan rohani kita. Orang Kristen yang dewasa rohani pasti juga orang Kristen yang dewasa dan bijaksana dalam pengelolaan keuangannya. Tidak ada orang Kristen dewasa yang tidak dewasa dalam keuangannya. Itu sebabnya kita semua juga harus bertumbuh dalam pengelolaan keuangan kita supaya kita bisa menjadi orang Kristen yang dewasa sepenuhnya. Kita hanya bisa menjadi orang Kristen yang dewasa penuh jika kita membereskan tanggung jawab keuangan kita sepenuhnya di hadapan Tuhan.

Maka, marilah kita memiliki kesadaran akan keuangan kita. Gunakanlah setiap hal yang ada dalam hidup kita untuk mempermuliakan nama Tuhan.

Translate this Blog

Powered By google