Dalam sebuah perkuliahan, seorang dosen bertanya kepada para mahasiswanya,
"Siapa diantara kalian yang suka berada dalam masalah?" Para mahasiswa yang
mendengarnya terdiam dan tak ada satupun yang menjawabnya, kecuali salah
seorang gadis di barisan bangku belakang. Semua mata memandang kepada gadis
itu dan sebagian besar dari mereka berpikir, "Wah…aneh benar dia…ada
dalam masalah kan tidak enak, mengapa dia suka ada dalam masalah?" Sang dosen pun bertanya kepada gadis ini mengapa dia mengangkat tangan. Gadis ini
pun menjawab, "Aku cinta pada masalahku. Selama beberapa tahun ini masalahku
sudah selesai dan aku merasa kehilangan. Saat aku dalam masalah, aku
menemukan kehidupan yang lebih dekat dengan Tuhan. Saat aku dalam masalah,
aku rajin datang pada Tuhan dalam doa. Saat masalah telah selesai, lama
kelamaan aku kehilangan kebutuhanku akan Tuhan dan aku meninggalkan-NYA.
Beberapa minggu yang lalu masalah datang lagi dalam hidupku..dan saat itulah
aku merasa disegarkan kembali rohaniku. Aku mulai membutuhkan Tuhan lagi.
Oleh sebab itulah, aku bersyukur dan berterimakasih pada Tuhan karena
masalah boleh datang dalam hidupku."
Manusia memiliki kecenderungan yang besar datang pada Tuhan pada saat
masalah datang dalam hidup mereka dan mereka telah kehabisan kekuatan untuk
menghadapi masalah itu. Masalah adalah salah satu sarana yang secara tidak
langsung dapat membawa manusia mengenal Tuhan. Jika kita memandang masalah
dengan sisi yang positif, krisis dan kesempitan yang sedang terjadi justru
merupakan KESEMPATAN bagi kita untuk memberitakan pengharapan didalam TUHAN
YESUS dan menyelamatkan jiwa-jiwa. Dunia ini semakin hari tenggelam dalam permasalahan yang pelik. Ambillah kesempatan dalam permasalahan yang terjadi
untuk membawa keselamatan bagi jiwa-jiwa yang memerlukan Tuhan.
Tuhan Yesus Memberkati
Kamis, 18 November 2010
Minggu, 07 November 2010
Perkataan yang mengubah
Roma 10:16-21
Setiap kita pasti memiliki sebuah keadaan/kondisi
dimana kita merasa tidak nyaman dengan apa yang ada
dalam hidup kita. Bisa jadi itu adalah kelemahan
fisik, kesehatan yang kurang baik, keadaan keuangan
yang dibawah rata-rata, keluarga yang kurang
harmonis, atau berbagai masalah lain yang biasa
ditemui dalam hidup ini. Sikap kita dalam menghadapi
berbagai hal tersebut dalam hidup kita akan sangat
menentukan hasil yang akan kita peroleh. Bagaimana
sikap kita saat kita menghadapi situasi yang tidak
kita inginkan?
Jangan sampai terlalu banyak hal negatif yang Anda
katakan terhadap diri Anda sendiri ataupun keadaan
Anda. Jika Anda terus menerus berkata hal-hal yang
negatif, Anda menjadi tidak bahagia dan depresi.
Perkataan buruk dan perasaan itulah yang menghalangi
Anda untuk bisa mencapai target yang Anda tetapkan.
Perkataan negatif terhadap diri sendiri umumnya
diawali dengan kata-kata, “saya tidak bisa…” atau
“saya tidak akan pernah…”, atau “kalau saja saya…”.
Ubah kata-kata negatif itu menjadi perkataan yang
membangun hidup Anda!
Lawan dari kata-kata negatif tentu saja adalah
perkataan positif. Lihat perbedaan antara kata-kata
negatif dan positif. Jika negatif, Anda akan
mengatakan, “saya tidak bisa melakukannya”.
Sedangkan kalimat positifnya, “ saya semakin mahir
mengerjakannya”. Atau “ini hari yang buruk untuk
saya”, bisa Anda ganti dengan “saya bisa menentukan
apakah saya senang dan bahagia dengan hari ini atau
tidak”.
Contoh kalimat lainnya, “saya tidak akan pernah bisa
mengerjakannya dengan benar”. Kalimat ini harus Anda
ganti dengan kata-kata,“ saya akan mencobanya
menjadi lebih baik. Saya pasti bisa”.
Saat kita memperkatakan perkataan positif dengan
IMAN, perkataan kita itu punya KUASA untuk MENGUBAH
keadaan yang buruk sekalipun menjadi baik (Yeh
37:1-14). Tuhan mengajarkan kepada Yehezkiel pun
demikian. Dengan perkataan, Yehezkiel mengubah
tulang-tulang kering menjadi barisan tentara yang
sangat besar jumlahnya.
Hari ini, kebahagian dan kesuksesan Anda ada dalam
keputusan Anda. Jika Anda mengijinkan kuasa Allah
bekerja melalui perkataaan positif (perkataan
nubuatan) yang Anda katakan, maka kesuksesan dan
kebahagiaan pun pasti datang dalam hidup Anda.
Hindarilah kata-kata negatif dan tidak membangun,
gantilah dengan perkataan yang positif dan
nyatakanlah dengan iman bahwa Anda telah memperoleh
apa yang Anda nubuatkan!
Setiap kita pasti memiliki sebuah keadaan/kondisi
dimana kita merasa tidak nyaman dengan apa yang ada
dalam hidup kita. Bisa jadi itu adalah kelemahan
fisik, kesehatan yang kurang baik, keadaan keuangan
yang dibawah rata-rata, keluarga yang kurang
harmonis, atau berbagai masalah lain yang biasa
ditemui dalam hidup ini. Sikap kita dalam menghadapi
berbagai hal tersebut dalam hidup kita akan sangat
menentukan hasil yang akan kita peroleh. Bagaimana
sikap kita saat kita menghadapi situasi yang tidak
kita inginkan?
Jangan sampai terlalu banyak hal negatif yang Anda
katakan terhadap diri Anda sendiri ataupun keadaan
Anda. Jika Anda terus menerus berkata hal-hal yang
negatif, Anda menjadi tidak bahagia dan depresi.
Perkataan buruk dan perasaan itulah yang menghalangi
Anda untuk bisa mencapai target yang Anda tetapkan.
Perkataan negatif terhadap diri sendiri umumnya
diawali dengan kata-kata, “saya tidak bisa…” atau
“saya tidak akan pernah…”, atau “kalau saja saya…”.
Ubah kata-kata negatif itu menjadi perkataan yang
membangun hidup Anda!
Lawan dari kata-kata negatif tentu saja adalah
perkataan positif. Lihat perbedaan antara kata-kata
negatif dan positif. Jika negatif, Anda akan
mengatakan, “saya tidak bisa melakukannya”.
Sedangkan kalimat positifnya, “ saya semakin mahir
mengerjakannya”. Atau “ini hari yang buruk untuk
saya”, bisa Anda ganti dengan “saya bisa menentukan
apakah saya senang dan bahagia dengan hari ini atau
tidak”.
Contoh kalimat lainnya, “saya tidak akan pernah bisa
mengerjakannya dengan benar”. Kalimat ini harus Anda
ganti dengan kata-kata,“ saya akan mencobanya
menjadi lebih baik. Saya pasti bisa”.
Saat kita memperkatakan perkataan positif dengan
IMAN, perkataan kita itu punya KUASA untuk MENGUBAH
keadaan yang buruk sekalipun menjadi baik (Yeh
37:1-14). Tuhan mengajarkan kepada Yehezkiel pun
demikian. Dengan perkataan, Yehezkiel mengubah
tulang-tulang kering menjadi barisan tentara yang
sangat besar jumlahnya.
Hari ini, kebahagian dan kesuksesan Anda ada dalam
keputusan Anda. Jika Anda mengijinkan kuasa Allah
bekerja melalui perkataaan positif (perkataan
nubuatan) yang Anda katakan, maka kesuksesan dan
kebahagiaan pun pasti datang dalam hidup Anda.
Hindarilah kata-kata negatif dan tidak membangun,
gantilah dengan perkataan yang positif dan
nyatakanlah dengan iman bahwa Anda telah memperoleh
apa yang Anda nubuatkan!
Label:
Sermons
Senin, 01 November 2010
Sukacita oleh Roh Kudus
Amsal 28: 1 - 28
Apa yang pertama kali Anda bayangkan saat Anda
mendengar atau membaca kata 'Kerajaan Allah'? Tentu
saja yang dinamakan kerajaan adalah sebuah tempat yang
indah, megah, dan penuh dengan berbagai pemandangan
dan benda yang menarik. Benarkah demikian dengan
Kerajaan Allah? Tentu saja Allah memiliki kerajaan
yang kemegahannya tidak ada bandingannya dengan semua
kerajaan yang ada di dunia ini. IA pun pasti mengisi
kerajaan-NYA dengan berbagai hal yang jauh lebih mulia
dari segala yang ada di dunia ini. Namun, kerajaan
Allah tidak berbicara mengenai itu semua. Roma 14: 17
mengatakan, "Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal
makanan dan minuman, tetapi soal KEBENARAN, DAMAI
SEJAHTERA dan SUKACITA oleh Roh Kudus." Kerajaan Allah
bukanlah kerajaaaan yang bisa dinilah dengan berbagai
hal yang bersifat dunia (makanan dan minuman),
kerajaan Allah ternyata berbicara mengenai KEBENARAN,
DAMAI SEJAHTERA dan SUKACITA oleh Roh Kudus.
Dalam doa yang diajarkan Tuhan Yesus kepada
murid-murid-NYA, IA berkata, "Datanglah kerajaan-Mu,
di bumi seperti di surga..." Saat apakah kita
menghadirkan kerajaan Allah itu di muka bumi ini? Saat
hidup kita dipenuhi dengan kebenaran, damai sejahtera,
serta sukacita oleh Roh Kudus, saat itulah kerajaan
Allah datang dalam hidup kita.
Anda tentunya rindu kerajaan Allah hadir dalam hidup
Anda. Maka, marilah kita hidup benar sesuai dengan
Firman-NYA dan milikilah hati yang dipenuhi dengan
damai sejahtera serta sukacita oleh Roh Kudus. Ijinkah
Roh Allah berkuasa penuh atas diri Anda dan ambillah
keputusan untuk hidup dalam damai sejahtera dan
sukacita ilahi sehingga karya Tuhan yang luar biasa
dinyatakan dalam diri Anda.
Tuhan Memberkati
Apa yang pertama kali Anda bayangkan saat Anda
mendengar atau membaca kata 'Kerajaan Allah'? Tentu
saja yang dinamakan kerajaan adalah sebuah tempat yang
indah, megah, dan penuh dengan berbagai pemandangan
dan benda yang menarik. Benarkah demikian dengan
Kerajaan Allah? Tentu saja Allah memiliki kerajaan
yang kemegahannya tidak ada bandingannya dengan semua
kerajaan yang ada di dunia ini. IA pun pasti mengisi
kerajaan-NYA dengan berbagai hal yang jauh lebih mulia
dari segala yang ada di dunia ini. Namun, kerajaan
Allah tidak berbicara mengenai itu semua. Roma 14: 17
mengatakan, "Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal
makanan dan minuman, tetapi soal KEBENARAN, DAMAI
SEJAHTERA dan SUKACITA oleh Roh Kudus." Kerajaan Allah
bukanlah kerajaaaan yang bisa dinilah dengan berbagai
hal yang bersifat dunia (makanan dan minuman),
kerajaan Allah ternyata berbicara mengenai KEBENARAN,
DAMAI SEJAHTERA dan SUKACITA oleh Roh Kudus.
Dalam doa yang diajarkan Tuhan Yesus kepada
murid-murid-NYA, IA berkata, "Datanglah kerajaan-Mu,
di bumi seperti di surga..." Saat apakah kita
menghadirkan kerajaan Allah itu di muka bumi ini? Saat
hidup kita dipenuhi dengan kebenaran, damai sejahtera,
serta sukacita oleh Roh Kudus, saat itulah kerajaan
Allah datang dalam hidup kita.
Anda tentunya rindu kerajaan Allah hadir dalam hidup
Anda. Maka, marilah kita hidup benar sesuai dengan
Firman-NYA dan milikilah hati yang dipenuhi dengan
damai sejahtera serta sukacita oleh Roh Kudus. Ijinkah
Roh Allah berkuasa penuh atas diri Anda dan ambillah
keputusan untuk hidup dalam damai sejahtera dan
sukacita ilahi sehingga karya Tuhan yang luar biasa
dinyatakan dalam diri Anda.
Tuhan Memberkati
Label:
Sermons
Langganan:
Postingan (Atom)