Minggu, 25 September 2011

Kasih Memberi Yang Terbaik









Seorang pemborong bangunan yang telah tua memutuskan untuk pensiun. Ia mengatakan pada kontraktor yang memperkerjakannya bahwa ia akan berhenti dari pekerjaannya. Kontraktor itu menyesalkan kepergian pemborong bangunan yang selama itu telah bekerja dengan baik, iapun bertanya apakah pemborong itu mau melakukan satu bangunan lagi untuk keperluan pribadi.

Pemborong itu bersedia, namun hatinya sudah tidak ada lagi pada pekerjaannya. Ia melakukan pekerjaannya asal jadi, material yang digunakannya pun berkualitas rendah. Setelah bangunan itu selesai, kontraktor itu datang untuk memeriksa rumah itu. Lalu ia memberikan kunci pada pemborong itu. "Inilah rumahmu," kata kontraktor itu, "hadiah dariku untukmu."

Alangkah terperanjatnya pemborong itu. Kalau saja ia tahu bahwa bangunan itu untuknya, tentu ia mengerjakannya dengan cara berbeda. Sekarang ia harus hidup di rumah yang tak terlalu baik.

Hal ini juga terjadi pada kita. Kita membangun hidup kita dengan cara yang salah. Kita lebih suka melakukan reaksi daripada aksi. Kita lebih suka melakukan yang termudah dan bukan yang terbaik. Padahal pada akhirnya semuanya itu untuk kita sendiri.

ITU SEBABNYA MULAI HARI INI JANGAN LAGI ASAL MENGASIHI!
JANGAN LAGI ASAL MEMBERI!

Kalau kita menghormati orang tua, berikan penghormatan terbaik. Kalau kita tunduk pada suami, tunduklah dengan segenap hati. Kalau kita mengasihi istri, terima dia apa adanya, perhatikan dia, kasihi dia dengan segenap hati kita. Kalau kita meluangkan waktu bersama anak-anak kita, biarkan itu menjadi waktu yang istimewa dan eksklusif bagi anak-anak kita, tanpa gangguan HP dan urusan yang lainnya.

Kalau kita bekerja pada sebuah perusahaan, berikan hasil kerja yang paling baik, tanggung jawab yang paling besar, dan kejujuran yang tidak bisa dikompromikan.

Kalau kita pengusaha, komitmen memberikan produk dan pelayanan yang paling dan paling memuaskan.

Kalau kita beribadah, tanggalkan semua beban, off-kan HP, konsentrasi sepenuhnya, jangan terlambat, puji dan sembah Tuhan dengan segenap hati, dengarkan Firman Tuhan dengan sungguh-sungguh, layani Tuhan dengan maksimal, dan persembahkanlah yang terbaik kepada Tuhan.

Itu yang namanya kasih yang memberi!
Itu yang namanya memberi apa yang disayangi!
Itu yang namanya memberi yang terbaik dan istimewa!

Dan seperti anda memakai ukuran yang istimewa kepada Tuhan dan orang lain, maka dalam hidup anda, ukuran istimewa pula yang akan anda terima: perhatian yang istimewa, penghormatan yang istimewa, promosi yang istimewa, kebahagiaan yang istimewa, keberhasilan, kesuksesan, dan berkat-berkat yang istimewa yang akan mengalir dalam hidup anda.

Tuhan Memberkati

Selasa, 22 Februari 2011

Cara yang Tidak Kita Pahami

Ada seorang perempuan tua yang sangat taat beribadat. Pekerjaannya ialah membuat tempe dan menjualnya di pasar setiap hari. Itu merupakan satu-satunya sumber pendapatannya untuk menyambung hidup. Tempe yang dijualnya merupakan tempe yang dibuatnya sendiri.

Pada suatu pagi, seperti biasa, ketika ia sedang bersiap-siap untuk pergi menjual tempenya, tiba tiba dia tersadar bahwa tempenya yang terbuat dari kacang kedelai hari itu masih belum jadi, hanya separuh jadi. Perempuan tua itu merasa sangat sedih sebab tempe yang masih belum jadi pastinya tidak akan laku. Dalam suasana hatinya yang sedih, ia teringat akan firman Tuhan yang menyatakan bahwa Tuhan dapat melakukan perkara-perkara ajaib, dan bahwa bagi Tuhan tiada yang mustahil. Diapun mengangkat kedua tangannya sambil berdoa, “Tuhan , aku memohon kepadaMu agar kacang kedelai ini menjadi tempe. Amin” Begitulah doa singkat yang dipanjatkan dengan sepenuh hatinya. Dia sangat yakin bahwa Tuhan pasti akan mengabulkan doanya. Dengan tenang perempuan tua itu menekan-nekan bungkusan bakal tempe dengan ujung jarinya dan dia pun membuka sedikit bungkusan itu untuk menyaksikan keajaiban kacang kedelai itu menjadi tempe. Namun, dia termenung seketika sebab kacang tu masih tetap kacang kedelai.Namun dia tidak putus asa, sebaliknya berfikir mungkin doanya kurang jelas didengar oleh

Tuhan. Maka dia pun mengangkat kedua tangannya seperti semula dan berdoa lagi. “Tuhan, aku tahu bahwa tiada yang mustahil bagiMu. Bantulah aku supaya hari ini aku dapat menjual tempe karena inilah mata pencarianku. Aku mohon agar jadikanlah kacang kedelaiku ini menjadi tempe, Amin”. Dengan penuh harapan dan berdebar-debar dia pun sekali lagi membuka sedikit bungkusan itu. Apakah yang terjadi? Dia termangu dan heran karena tempenya masih tetap begitu!!

Lalu dia pun berangkat. Sesampainya di pasar, segera dia meletakkan barang-barangnya. Hatinya betul-betul yakin bahwa tempenya sekarang pasti sudah jadi. Dengan hati yang berdebar-debar dia pun membuka bakulnya dan menekan-nekan dengan jarinya setiap bungkusan tempe yang ada. Perlahan-lahan dia membuka sedikit daun pembungkusnya dan melihat isinya.

Apa yang terjadi? Tempenya masih belum jadi!!

Dia pun kaget seketika lalu menarik nafas dalam-dalam. Dalam hatinya sudah mulai terasa sedikit kecewa dan putus asa kepada Tuhan karena doanya tidak dikabulkan. Walaupun dia tahu bahwa pada hari itu dia tidak akan dapat pendapatan langsung, namun dia tetap berdoa,

“Tuhan, berikanlah penyelesaian terbaik terhadap tempeku yang belum jadi ini.”

Tiba-tiba dia dikejutkan dengan teguran seorang wanita.

“Maaf ya, saya ingin bertanya, Ibu ada menjual tempe yang belum jadi? Dari tadi saya sudah pusing keliling pasar ini untuk mencarinya tapi masih belum ketemu juga.” Dia termenung dan ternganga seketika. Hatinya terkejut sebab sejak berpuluh tahun menjual tempe, tidak pernah seorang pun pelanggannya mencari tempe yang belum jadi.Sebelum dia menjawab sapaan wanita di depannya itu, cepat-cepat dia berdoa di dalam hatinya

“Tuhan, saat ini aku tidak mau tempe ini jadi lagi. Biarlah tempe ini seperti semula, Amin”.

Sebelum dia menjawab pertanyaan wanita itu, dia membuka sedikit daun penutup tempenya. Alangkah senangnya dia, ternyata memang benar tempenya masih belum jadi! Dia pun merasa gembira dalam hatinya dan bersyukur pada Tuhan.

Wanita itu pun memborong habis semua tempenya yang belum jadi itu. Sebelum wanita itu pergi, dia sempat bertanya wanita itu, “Mengapa hendak membeli tempe yang belum jadi?” Wanita itu menerangkan bahwa anaknya yang kini berada di Inggris ingin makan tempe dari desa. Karena tempe itu akan dikirimkan ke Inggris, si ibu tadi membeli tempe yang belum jadi supaya apabila sampai di Inggris nanti akan menjadi tempe yang sempurna. Kalau dikirimkan tempe yang sudah jadi, nanti di sana tempe itu sudah kurang enak dipandang dan rasanya pun kurang sedap.

Terkadang Allah menggunakan CARA-CARA YANG TIDAK DAPAT KITA PAHAMI, untuk membawa kita masuk ke dalam RENCANA-NYA yang jauh lebih BESAR dari pemikiran kita. Maka, dalam segala hal yang Anda hadapi, tetaplah percaya bahwa Tuhan itu baik dan IA selalu menyediakan rencana yang indah bagi anak-anak-NYA yang selalu berharap kepadanya.

Berani Menatap Masa Depan

Di tengah panasnya padang gurun, seorang pemuda berjalan berhari-hari lamanya bersama dengan orang-orang yang hendak membawanya pergi jauh dari rumahnya. Ia masih ingat dengan ayahnya yang sangat menyayanginya, namun apa boleh buat, ia harus pergi jauh dari ayahnya karena kakak-kakaknya menginginkannya untuk pergi. Ia pun masih ingat dimana Tuhan memberikan mimpi kepadanya bahwa ia akan menjadi seorang dengan kedudukan yang tinggi. Memperoleh janji Tuhan yang luar biasa itu tidak langsung membuatnya mengalami kehidupan yang menyenangkan.

Sebaliknya, pemuda ini harus dibenci oleh saudara-saudaranya, turun kedudukannya sehingga ia menjadi budak di Mesir, difitnah oleh istri tuannya, dipenjara, dan berbagai macam masalah pahit lainnya. Namun, pada waktu yang tepat, Tuhan mengangkat pemuda bernama Yusuf ini untuk menjadi penguasa di Mesir.

Tuhan telah berjanji pada Yusuf akan mengangkatnya menjadi seorang penguasa. Namun,
bagaimana bisa jika Yusuf tidak pergi ke Mesir dan bertemu dengan Firaun? Tuhan menyediakan 'kendaraan' supaya Yusuf bisa meraih janji Tuhan. 'Kendaraan' itu ialah masalah-masalah yang ia hadapi. Jika saja Yusuf marah kepada Tuhan karena setelah menerima janji yang luar biasa ia malah menerima hal-hal yang pahit, maka Yusuf gagal untuk meraih janji Tuhan.

Tidak jarang, hidup kita seperti apa yang dialami oleh Yusuf. Ada saatnya kita mengalami masalah dan hal-hal yang pahit dalam hidup kita. Tuhan ingin kita BERANI MENATAP MASA DEPAN kita meskipun saat ini kita sedang dalam kondisi yang tidak menyenangkan. Sebab Tuhan sudah sediakan rancangan MASA DEPAN YANG TERBAIK untuk setiap kita!

Senin, 21 Februari 2011

Tuhan menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-NYA

Ada begitu banyak orang di dunia yang menghadapi situasi sulit di dalam hidupnya, memilih untuk berputus asa, mengasihani diri sendiri, meratapi kegagalan setiap hari, sibuk menyalahkan orang-orang disekitarnya, bahkan berani menyalahkan Tuhan. Namun, kita sebagai anak-anak Tuhan hendaklah menyikapi masalah yang kita temui dengan tetap optimis.

Terkadang Allah menggunakan cara-cara yang tidak dapat kita pahami untuk membawa kita ke dalam rencanaNya! Allah tahu yang terbaik bagi hidup kita! Allah punya rencana yang jauh lebih indah dibandingkan dengan rencana kita! Namun seringkali, kita tidak dapat memahami dan melihat rencana Allah. Yang kita lihat masalah kita, yang kita lihat orang yang
mengecewakan kita, yang kita lihat keuangan yang semakin memburuk, yang kita lihat
kemustahilan. Padahal, situasi yang buruk sekalipun dapat Allah gunakan untuk membawa kita semakin dekat dengan rencanaNya!

Firman Tuhan yang kita terima minggu ini memberikan pengertian kepada kita bahwa setiap orang yang hidupnya berkenan kepada Tuhan, Tuhan sendiri yang menetapkan langkah dalam hidupnya, itu berbicara tentang masa depan. Artinya, Tuhan memiliki rencana bagi masa depan Anda! Tuhan memiliki satu rancangan yang baik bagi kehidupan Anda!

Mungkin timbul pertanyaan dalam hati kita, “Jika Tuhan memiliki masa depan yang indah bagi hidup saya, kenapa Tuhan mengijinkan kesulitan ini datang dalam hidup saya? Kenapa Tuhan seakan-akan membiarkan hidup saya terlibat dalam masalah besar seperti saat ini?”

Tuhan MENETAPKAN langkah-langkah orang yang hidupnya BERKENAN kepada-NYA; apabila ia jatuh tak sampai tergeletak, sebab Tuhan menopang tangannya (Mazmur 37:23 - 24). Tuhan bisa saja menghentikan kesulitan-kesulitan yang kita hadapi, Ia bisa saja mengubah situasi buruk kita menjadi situasi yang menyenangkan hanya dalam sekejap. Dia sanggup karena Dia adalah Allah.

Namun, kenapa Tuhan terkadang membiarkan kita menghadapi situasi yang paling tidak
mengenakkan? Jawabannya adalah karena Tuhan ingin kita naik level! Tuhan ingin kita menjadi dewasa dan beroleh kemenangan dalam berbagai hal dalam hidup kita.

Tuhan Turut Bekerja

Dalam pembangunan sebuah istana di Teheran, disewalah seorang kontraktor lengkap dengan arsitek dan para pekerjanya untuk membuat istana yang sangat bagus dan megah. Bahan-bahan yang dipakai adalah bahan-bahan yang berkualitas tinggi. Di salah satu sisi dinding istana terdapat sebuah hiasan yang berupa karya seni kaca yang sangat indah. Ada sebuah cerita dibalik mozaik kaca yang dipasang di istana itu. Sebelumnya, kaca-kaca yang dipakai untuk menghiasi dinding itu berasal dari selembar kaca utuh yang akan digunakan untuk melapisis dinding itu. Karena perjalanan yang jauh, lembaran kaca itu sampai di tempat tidak utuh lagi. Kaca itu hancur berkeping-keping. Melihat hal itu, sang kontraktor hendak membuang kepingan-kepingan kaca itu dan yang baru lagi. Si arsitek ini menanggapi dengan cara yang berbeda. Ia mengumpulkan pecahan kaca itu dan menghancurkannya menjadi kepingan yang lebih kecil. Dengan kepingan-kepingan yang telah dihancurkan itu ia membuat karya mozaik yang terindah didunia. Raja Teheran memberikan pujian bagi karya seni sang arsitek, “Dihancurkan untuk menjadi lebih indah."

Dalam perjalanan hidup kita, ada begitu banyak hal yang tentunya kita alami setiap hari. Terkadang kita berada di situasi yang menyenangkan, ada kegembiraan, ada saat dimana kita bisa tertawa, tetapi ada pula saat-saat dimana kita mengalami yang namanya kegagalan, kekecewaan, tekanan, bahkan jalan buntu di dalam hidup kita.

Namun, Firman Tuhan mengatakan bahwa Allah tidak pernah tertidur sedetik pun. Itu artinya, Allah melihat dan Allah mengerti setiap hal yang terjadi dalam hidup kita, bahkan sampai hal yang paling kecil yang kita alami, baik itu situasi yang membahagiakan atau pun situasi yang tidak menyenangkan.

Allah turut bekerja dalam segala perkara untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia. Dengan kata lain, Allah sanggup untuk turut bekerja dalam segala situasi yang terjadi dalam hidup kita, seburuk apa pun situasinya!

Apapun yang terjadi dalam hidup Anda saat ini, percayalah bahwa semuanya itu tidak luput dari perhatian Tuhan. IA selalu merancangkan yang baik. Maka, beranilah untuk menatap masa depan Anda karena hari depan Anda ada di tangan Tuhan yang penuh kuasa.

Mempertanggungjawabkan keuangan

Perintah untuk mengembalikan persepuluhan merupakan perintah yang diberikan Tuhan jauh sebelum umat Israel terbentuk. Hal ini terlihat dengan sangat jelas dalam kehidupan Abraham, yang merupakan Bapa leluhur dari bangsa Israel. Apa yang dilakukan oleh Abraham ini, mengindikasikan bahwa memberi persepuluhan kepada imam merupakan hal yang sudah biasa dilakukan oleh orang-orang yang hidup Zaman Abraham. Bahkan, apa yang dilakukan oleh Abraham ini, kembali ditegaskan oleh penulis kitab Ibrani (Ibrani 7:1-4). Mempersembahkan persepuluhan merupakan bukti dari ketaatan kita atas kedaulatan Tuhan.

Dengan mengembalikan persembahan persepuluhan, berarti secara langsung kita mengakui bahwa Tuhan lah yang berdaulat atas semua berkat yang kita terima. Itu artinya segala sesuatu yang kita terima, itu semua merupakan berkat dari Tuhan. Bukan hasil usaha dan kerja keras kita, melainkan berkat yang Tuhan limpahkan dalam kehidupan kita. Salomo dalam Amsalnya mengatakan, “Berkat TUHANlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya.” (Amsal 10:22).

Saat kita mengembalikan persepuluhan milik Tuhan, Tuhan pun menggenapi janji-NYA dalam Maleakhi 3 : 10. Ketika kita bisa mempertanggungjawabkan keuangan kita dengan benar dihadapan TUHAN, maka TUHAN akan membuka tingkap-tingkap langit dan mencurahkahkan berkat-NYA sampai berkelimpahan dalam hidup kita.

Kamis, 17 Februari 2011

Keuangan dan Kedewasaan Rohani

Menjadi dewasa tidak terjadi secara otomatis, namun perlu proses dan waktu. Dalam proses tersebut mungkin kita harus melewati berbagai tahap, sama seperti seorang anak, untuk mencapai dewasa maka ia harus melewati masa bayi, masa kanak-kanak, masa remaja, masa pemuda dan dewasa hingga orang tua. Kita boleh berpuluh tahun menjadi orang percaya, namun tetap tidak menjamin bahwa anda telah dewasa rohani dalam Kristus. Itu sebabnya kita barangkali pernah mendengar istilah Kristen Bonsai. Pohon Bonsai adalah semacam pohon yang sudah berpuluh-puluh tahun usianya namun tetap saja kerdil, karena memang dibentuk secara demikian.

Tuhan ingin setiap kita menjadi seorang yang dewasa rohani. Mempertanggungjawabkan keuangan kita kepada Tuhan adalah salah satu bagian terpenting dalam kedewasaan rohani kita. Orang Kristen yang dewasa rohani pasti juga orang Kristen yang dewasa dan bijaksana dalam pengelolaan keuangannya. Tidak ada orang Kristen dewasa yang tidak dewasa dalam keuangannya. Itu sebabnya kita semua juga harus bertumbuh dalam pengelolaan keuangan kita supaya kita bisa menjadi orang Kristen yang dewasa sepenuhnya. Kita hanya bisa menjadi orang Kristen yang dewasa penuh jika kita membereskan tanggung jawab keuangan kita sepenuhnya di hadapan Tuhan.

Maka, marilah kita memiliki kesadaran akan keuangan kita. Gunakanlah setiap hal yang ada dalam hidup kita untuk mempermuliakan nama Tuhan.

Rabu, 16 Februari 2011

Sukses

Mengembangkan diri menjadi PRIBADI YANG BERKUALITAS akan menentukan seberapa tinggi KUALITAS KESUKSESAN yang akan kita raih.

PRIBADI YANG BERKUALITAS akan menghasilkan KEHIDUPAN YANG BERKUALITAS; dan kehidupan yang berkualitas akan menghasilkan KESUKSESAN YANG BERKUALITAS.

Orang yang BERKUALITAS menghadapi masalah dengan cara yang BERKUALITAS, memikirkan hal-hal yang BERKUALITAS dan melakukan segala sesuatu dengan
BERKUALITAS.

Menemukan satu TITIK KEMENANGAN yang ada dalam hidup kita dan memperjuangkannya dengan sungguh-sungguh akan membuat kita mengalami KESUKSESAN YANG BESAR.

Pribadi yang berkualitas berbeda dengan orang kebanyakan sebab sebab mereka bersedia melakukan hal-hal dengan kualitas yang melebihi dari orang rata-rata melakukannya. BIARLAH ANDA MENJADI SATU DARI SEDIKIT PRIBADI YANG BERKUALITAS ITU!


Kita harus BERANI MEMBAYAR HARGA, bahkan sekalipun itu mahal jika SEPADAN DENGAN KESUKSESAN DI DUNIA dan DI SORGA yang akan kita dapatkan.

Kesuksesan banyak ditentukan dari DALAM DIRI kita. APAPUN yang dikerjakan dan DIMANAPUN pribadi yang berkualitas ditempatkan, pasti ia akan mengerjakan dengan sebaik mungkin, menjadi berkat, dipromosikan dan akhirnya diberkati.

KEBERANIAN BAYAR HARGA akan menghantarkan kita pada PERKARA-PERKARA BESAR. Tanpa keberanian bayar harga, kita tidak akan pernah mengalami perkara-perkara yang besar.

Menjadi Magnet Berkat

Seorang di gereja kita pernah bersaksi mengenai pekerjaan Tuhan yang sangat luar biasa dalam kehidupan keuangannya. Ia adalah seorang wiraswata. Dulu sebelum usahanya maju, ia bekerja di bagian administrasi. Gajinya pada waktu itu sangat minim dan bisa dibilang hanya cukup untuk uang jajan. Dari penghasilan kecil itu ia mulai mengembalikan persepuluhan. Selain persepuluhan ia juga belajar untuk memberikan janji iman.

Saat ini sudah 7 tahun berlalu. Pendapatan perbulannya sekarang 100 kali lipat dari gajinya yang dulu. Tuhan tidak pernah lihat nilai uangnya, tapi dari ketulusan hatinya dalam memberi. Dulu ia tidak punya apa-apa, rumah masih kontrak, mobil tidak punya, sepeda motor cuma ada satu.

Tetapi sekarang ia mengalami berkat Tuhan yang luar biasa, ia diberkati dengan memiliki 4 mobil dan 3 rumah. Itulah keajaiban yang Tuhan sediakan bagi anak-anak-NYA yang menggunakan apa yang IA percayakan kepada mereka untuk memuliakan nama Tuhan. Menggunakan harta kita untuk MEMULIAKAN TUHAN akan membuat kita menjadi MAGNET BERKAT yang terus-menerus dipenuhi dengan berkat-berkat dari TUHAN.

Hari ini, marilah setiap kita bisa menyadari bahwa apapun yang kita miliki adalah milik Tuhan. Tuhan adalah investor dalam hidup kita. Gunakanlah apa yang ada pada kita, baik dalam hal keuangan maupun berbagai hal yang lainnya untuk hal-hal yang memuliakan nama-NYA sehingga berkat Tuhan pun akan terus menghampiri hidup kita.

Senin, 14 Februari 2011

Menggunakan Harta adalah bentuk penyembahan kepada Tuhan

Menurut kamus Van Dale dan Webster, menyembah seseorang berarti sungguh-sungguh mengagumi seseorang atau memperlakukan orang tersebut dengan rasa hormat yang tak terukur.Sama halnya, penyembahan kita terhadap Tuhan seharusnya juga mencakup aspek-aspek tersebut. Sangat berbeda dengan pandangan orang pada umumnya terhadap penyembahan. Menyembah Tuhan adalah lebih dari sekadar menyanyi di gereja pada hari minggu. Inti dari penyembahan adalah kemuliaan nama Tuhan dan ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk membesarkan nama Tuhan.

Jadi menyembah Tuhan tidak hanya kita lakukan pada hari minggu di gereja. Sebagai orang Kristen, hidup kita adalah penyembahan bagi kemuliaan nama Tuhan. Untuk itulah kita telah dibebaskan dari cengkeraman Iblis dan harganya telah dibayar lunas dengan darah Yesus Kristus. Penyembahan bukan hanya sebagian dari kehidupan kita; penyembahan adalah kehidupan kita.Bagaimana kita harus menyembah Tuhan? Dalam roh dan kebenaran! (Yohanes 4:23) 'Dalam roh' berarti bahwa kita harus mengarahkan segenap jiwa/roh kita kepada Tuhan, sementara 'dalam kebenaran' mengunjuk kepada ketulusan motivasi penyembahan.

Ingatlah baik-baik bahwa CARA KITA MENGGUNAKAN KEUANGAN ADALAH SEBUAH BENTUK PENYEMBAHAN KEPADA TUHAN. Coba kita selidiki apakah kita sudah menggunakan keuangan kita dengan cara yang memuliakan Tuhan? Apakah setiap berkat yang sudah kita terima kita pakai untuk kemuliaan nama Tuhan atau tidak?

Marilah setiap kita menyadari bahwa Tuhanlah yang menginvestasikan seluruh berkat itu bagi hidup kita. Marilah kita gunakan setiap berkat itu untuk kemuliaan nama Tuhan sehingga Tuhan disenangkan dan kita pun semakin diberkati Tuhan sehingga kita bisa menikmati kebebasan finansial dalam Tuhan.

Muliakan Tuhan dengan Hartamu

Hari ini kita melanjutkan seri khotbah ‘Menikmati Kebebasan Keuangan’ bagian yang ketiga. Sampai dengan minggu lalu, kita sudah belajar dua nasehat Firman Tuhan tentang bagaimana menikmati kebebasan keuangan yaitu: 1) Menjadikan Tuhan pemilik atas segalanya dalam hidup kita; 2) Memiliki hati bijaksana. Saat ini kita akan melanjutkan ke poin berikutnya yaitu: Muliakanlah Tuhan dengan hartamu. Kita harus memakai harta kita untuk memuliakan Tuhan. Amsal 3:9-10 berkata, "Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, 10 maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya."

Ayat diatas adalah nasehat Raja Salomo, orang terkaya, yang pernah hidup dalam sejarah manusia. Orang yang disebut sebagai orang paling berhikmat dalam sejarah manusia ini sedang memberikan satu rahasia keberhasilan keuangan yang sangat penting: Muliakanlah TUHAN dengan hartamu!!! BAGI SALOMO, CARANYA MENGGUNAKAN HARTANYA ADALAH SEBUAH BENTUK PENYEMBAHAN KEPADA TUHAN. Salomo tidak memisahkan Tuhan dengan hartanya. Bahkan dia mengambil komitmen bahwa setiap keputusan keuangan yang dia buat harus memuliakan Tuhan, berkenan di hadapan Tuhan, dan menyenangkan hati Tuhan. Inilah rahasianya bagaimana Salomo membuat dirinya menjadi MAGNET BERKAT yang luarbiasa di hadapan Tuhan sehingga Tuhan menghujani dia dengan berkat yang begitu limpahnya. Maka, supaya kita pun bisa menikmati kebebasan keuangan yang sejati dalam Tuhan, kita perlu menjadi orang yang bijaksana dalam keuangan dan menggunakan setiap berkat yang telah Tuhan berikan untuk memuliakan-NYA.

Hati yang bijaksana Peka Terhadap sinyal-sinyal dari Tuhan

Ada SISTEM MENGELOLA UANG tertentu yang akan membawa kita pada

kehancuran keuangan cepat atau lambat; tapi ada juga SISTEM MENGELOLA

UANG yang akan membawa kita pada kesuksesan dan kelimpahan. SISTEM

MENGELOLA UANG adalah kebiasaan keuangan kita, cara mengambil keputusan

yang menyangkut keuangan kita, pengetahuan akan keuangan kita, strategi

pengaturan aset kita, dst. Kalau kita mengerti bagaimana mengelola

keuangan sesuai dengan yang Firman Tuhan ajarkan, maka kita akan

menerima hidup dan hidup yang penuh dengan kelimpahan.

"Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku

datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala

kelimpahan", demikianlah yang Tuhan Yesus katakan dalam Yohanes 10: 10.

Kalau kita ingin hidup diberkati dengan jalan Tuhan, satu hal yang harus

benar terlebih dahulu adalah posisi kita. Posisikan keuangan saudara

dalam posisi berkat. Karena kalau posisi keuangan kita dalam posisi yang

salah, maka berkat Allah tidak akan mengalir dalam kehidupan kita. Maka,

milikilah HATI YANG BIJAKSANA supaya kita MEMPERHATIKAN SUNGGUH-SUNGGUH,

MEMIKIRKAN SUNGGUH-SUNGGUH dan BERDOA MINTA HIKMAT TUHAN SUNGGUH-SUNGGUH

dalam MENGELOLA KEUANGAN kita dan kita bisa PEKA dengan sinyal-sinyal

keuangan yang ada sehingga kita mengalami KEMERDEKAAN KEUANGAN.

Minggu, 13 Februari 2011

Jagalah hati dari keinginan dunia yang memikat

Seorang pria dengan dua koper besar memasuki pesawat yang akan berangkat ke luar negeri. Salah satu penumpang yang satu tujuannya bertanya kepadanya mengapa pria ini membawa dua koper yang sangat besar. Pria pembawa koper ini menjawab, "Dua koper, hanya 1 saja yang isi, yang lainnya kosong, yang isi pun hanya berisi beberapa baju saja kok." Ternyata pria ini membawa tas koper besar untuk berbelanja. Kalau ia ke luar negeri, ia akan berangkat dengan dua koper besar. Masing-masing isinya tidak penuh. Di sana ia akan berbelanja sebanyak-banyaknya. Hasilnya, dua koper itu akhirnya penuh sesak dengan belanjaannya. Ketika dipersoalkan tentang gaya hidupnya yang demikian, ia selalu menjawab, “Hidup itu mesti dinikmati. Kan hidup di dunia ini hanya satu kali saja.” Akibatnya, ia memiliki begitu banyak barang di rumahnya. Pakaiannya selalu baru dengan harga yang mahal.

Namun suatu ketika ia mulai sadar bahwa gaya hidup demikian tidak menguntungkan bagi hidupnya. Tetapi untuk berhenti dari gaya hidup seperti itu juga tidak mudah. Ia mesti berjuang. Dalam proses yang cukup lama, ia berhasil keluar dari gaya hidup seperti itu. Ia tidak lagi menjadi seorang shopaholic.

Hari-hari ini sebagian besar manusia yang hidup di bumi berjuang untuk memenuhi keinginan mereka untuk berada dalam gaya hidup yang konsumtif. Anak-anak rela menghabiskan jutaan rupiah untuk mainan dan game yang dalam waktu singkat bisa mereka buang dan tinggalkan karena bosan. Ibu-ibu memenuhi lemari dengan pakaian-pakaian mahal yang dalam waktu singkat mereka buang dengan alasan sudah tidak nge-tren. Anak-anak remaja rela menghabiskan uang saku mereka untuk sekedar mengobrol, internetan, atau jalan-jalan tanpa tujuan yang pasti. Bapak-bapak pun tidak ketinggalan, mereka bisa saja menggunakan seluruh gajinya untuk keperluan otomotif mereka yang belum terlalu penting sehingga kebutuhan rumah tangga terbengkalai.

Apapun yang dunia sajikan belum tentu baik dan cocok dengan kehidupan kita. Kita harus tahu mana yang penting untuk dibeli, mana yang harus diprioritaskan, dan mana yang tidak terlalu kita perlukan. JAGALAH HATI dari informasi-informasi dunia yang ingin memikat hati kita sehingga kita bertindak tidak bijaksana dalam keuangan, supaya kita sungguh-sungguh bisa mengalami KEMERDEKAAN KEUANGAN.

Hati yang bijaksana bisa mengambil keputusan dengan baik

Reuben Singh adalah seorang pria keturunan India yang merupakan warga negara Inggris. Kehidupannya seperti novel: ia melesat tinggi seperti bintang lalu terjerembab hingga ke dasar jurang. Semuanya berawal dari produk busana bermerek 'Miss Attitude' yang mulai ia rintis saat ia berusia 18 tahun. Miss Attitude berkembang pesat dan memperkenalkan nama Reuben Singh di mata dunia. Sebelum Reuben Singh berumur 30 tahun, ia sudah menjadi seorang multijutawan. Reuben pernah masuk dalam Guinness Book of World Records sebagai wiraswastawan muda paling kaya. Oleh media ia disebut “Orang berusia di bawah 30 tahun paling berkuasa di Inggris”. Tapi sukses tak selamanya di tangan. Reuben mulai tidak fokus pada bisnis, sementara kompetisi semakin ketat. Tapi ia masih gengsi, masih menceritakan diri sebagai orang kaya. Masih pula ia berhasil mengakali bank, pinjam dana 900.00 ponsterling (sekitar Rp. 153 miliar) untuk mengembangkan perusahaan bidang personal assistant, Allday PA, dan ternyata gagal total.

Masih pula ia tutup-tutupi. “Miss Attitude saya jual dengan harga 22 juta poundsterling (sekitar Rp 374 miliar). Saya punya cukup dana untuk beralih ke bidang lain kok.” Kenyataannya, saking menggunungnya utang dan minusnya aset, perusahaan itu cuma laku 1 poundsterling (sekitar Rp 17.000,-).

Inilah pentingnya memiliki hati yang bijaksana: supaya kita tidak terjebak pada peliknya masalah keuangan. Reuben Singh salah mengambil keputusan sehingga karirnya yang sudah menanjak harus jatuh karena kesalahan dalam menjalankan bisnis. Memiliki HATI YANG BIJAKSANA membuat kita bisa mengambil KEPUTUSAN KEUANGAN YANG BAIK sehingga kita tidak terjebak dalam masalah keuangan.

Menjaga hati dari Godaan Dunia

Apakah anda pernah masuk kesebuah toko hanya untuk membeli satu-dua barang, tapi ketika sampai dikasir, Anda justru membayar lebih dari jumlah yang direncanakan?

Tenang, bukan berarti anda yang shopaholic. Bisa jadi karena pemilik toko memiliki trik trik khusus dalam menempatkan dan menata barang, sehingga mempengaruhi pemikiran bawah sadar Anda untuk berbelanja lebih. Trent Hamm, pendiri situs thesimpledollar.com membocorkan beberapa trik yang membuat seseorang tergoda untuk berbelanja diluar barang-barang yang dibutuhkan.

1. Keranjang belanja yang ditempatkan dipintu masuk seolah-olah "membujuk" Anda untuk menggunakannya sebab menimbulkan kesan dapat mempermudah Anda membawa barang yang hendak dibeli. Padahal, Anda hanya berniat membeli sedikit barang yang mudah dibawa dengan tangan kosong. Lalu, setelah mendapatkan barang yang diinginkan dan melihat masih tersisa banyak ruang ddikeranjang belanja, secara psikologis kita berpikir bahwa tidak ada salahnya membeli barang yang lain. Alhasil, barang yang dibelui terus bertambah.

2. Produk kebutuhan rutin (gula, deterjen, beras dan lainnya) diletakkan jauh dari pintu masuk. Akibatnya ketika akan membeli barang penting tersebut, Anda harus melewati barang-barang yang sebenarnya tidak diperlukan saat itu. Tanpa direncanakan, kitapun tertarik membelinya.

3. Barang yang biasa di beli secara spontan (impulse-oriented), seperti minuman, permen, hingga majalah, seringkali disimpan dekat antrean kasir. Karena pemilik toko berasumsi, konsumen yang telah selesai berbelanja akan merasa kehausan, dan mengisi waktu dengan membaca majalah sambil menunggu antrian. Akhirnya mereka membeli karena barang-barang tersebut mudah diperoleh saat itu.

4. Produk yang lebih mahal disimpan di rak yang sejajar dengan pandangan mata sehingga membuat anda mudah menemukannya. Trik ini amat ampuh bagi yang sedang terburu-buru, sebab kemungkinan besar anda mengambil apa yang langsung terlihat saat itu.

5. Produk-produk yang sebenarnya tidak sedang diobral diberi kesan seolah-olah sedang obral, meski tanpa menggunakan tanda "sale". Caranya ? Pada rak display diberi keterangan besar-besar bertuliskan harga produk sesungguhnya. Secara psikologis, keterangan ini bisa mempengaruhi pikiran kita bahwa produk tersebut sedang diobral.

Bukan hanya toko yang kadang-kadang menggunakan trik supaya kita secara tidak sadar membeli barang-barang yang sesungguhnya belum kita perlukan, namun banyak hal di dunia ini yang membuat kita secara tidak sadar membuat kita terjerumus dalam masalah. Jika kita tidak hati-hati dan berhikmat, kita bisa saja kalah dalam godaan-godaan dunia, baik dalam hal keuangan maupun berbagai hal dalam hidup kita. Maka, JAGALAH HATI kita sesuai dengan FIRMAN TUHAN sehingga kita tidak terjebak pada keinginan dunia yang bisa menghancurkan hidup kita.

Jumat, 04 Februari 2011

IMAN

Formula mujizat adalah: Tuhan berfirman + aku percaya/taat = MUJIZAT TERJADI. Masalah selesai!!!

Saat iman biji sesawi kita sudah bertumbuh, maka iman yang bertumbuh itu akan menghasilkan mujizat yang UKURANNYA LEBIH BESAR daripada masalah kita. Tuhan Yesus mengajar supaya kita jangan hanya SEKEDAR BERDOA, tetapi

BERKATA KEPADA gunung masalah kita supaya gunung itu pindah. Berdoa memang baik, tetapi ada masalah-masalah yang besar bagaikan gunung yang seringkali tidak bisa kita singkirkan HANYA DENGAN berdoa saja, melainkan kita harus berani BERKATA-KATA kepada gunung tersebut supaya pindah.

Firman Tuhan memberikan petunjuk yang jelas untuk melenyapkan gunung-gunung permasalahan dalam hidup kita, yaitu dengan BERKATA-KATA KEPADA gunung itu.Matius 17:20Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, —maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.

Ketika kita berkata kepada masalah kita, mungkin saat kita melihatnya dengan mata jasmani, tampaknya tidak ada perubahan sama sekali. Tetapi kita harus menyadari bahwa sekalipun mata jasmani kita belum melihatnya, akan tetap sesungguhnya dalam alam roh sesuatu yang dahsyat sedang terjadi!

Mujizat terjadi ketika kita menyempurnakan IMAN kita dengan PERBUATAN. Yakobus 2:22 Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.

Tidak cukup bagi kita untuk hanya memiliki iman, kita harus menyempurnakan iman kita dengan perbuatan-perbuatan kita. Iman yang disempurnakan itulah yang akan menarik kuasa Allah bekerja sehingga mujizat terjadi! Tidak cukup bagi Petrus untuk hanya punya iman bahwa ia bisa berjalan diatas air, Petrus harus berani melakukan langkah iman dengan melompat ke atas air. Tindakan imannya melompat ke atas air itulah yang menarik kuasa Tuhan bekerja sehingga Petrus sungguh-sungguh bisa berjalan di atas air.

Iman tanpa perbuatan adalah iman yang pasif. Iman yang pasif akan menunda mujizat Anda. Miliki iman yang aktif dan ambillah langkah iman Anda sekarang maka Anda akan mengalami mujizat Tuhan!

Orang yang memiliki iman yang aktif memiliki satu kesamaan, mereka adalah orang-orang yang sangat bersemangat, imannya berkobar-kobar dan rohnya menyala-nyala.

Kebebasan Keuangan Diawali Dengan Perubahan Cara Berpikir

Cara berpikir kita mengenai keuangan, sangat mempengaruhi bagaimana keadaan keuangan kita.

Dr Anderson, seorang gembala sidang dengan 2000 jemaat di Amerika mengatakan bahwa kita perlu mengubah pola pikir kita yang sering memandang negatif kemakmuran. Tuhan ingin kita makmur. Kita memiliki kesalahpahaman yang memandang bahwa Yesus itu miskin. Jika kita melihat apa yang tertulis dalam Alkitab, kita akan melihat bahwa dari awalnya Yusuf dan Maria bukan tidak punya uang untuk penginapan, hanya ada tidak ada ruang untuk mereka. Ketika Yesus disalibkan, orang Romawi membuang undi untuk pakaian, yang menunjukkan hal itu berharga, bukan kain biasa seperti yang kita pikirkan. Yesus makmur. Orang-orang di zamannya tidak akan mendengarkan perkataan orang miskin tunawisma. Ini adalah konsep yang cenderung kita lupakan.

Dr Anderson tahu bagaimana rasanya hidup dalam kemiskinan sejak usia dini. Ia dibesarkan di sebuah gubuk di Loretta, Wisconsin tanpa listrik atau saluran air. Ayahnya adalah penebang pohon dan membeli gubuk dari sebuah perusahaan kereta api seharga $50. Ketika Dr Anderson berumur delapan tahun, dia mendapat pandangan lain tentang dunia ketika dia menonton televisi. Dia memutuskan tidak ingin menjadi miskin. Ketika ia sembilan tahun ia membaca sebuah buku komik tentang Gober Bebek yang akan mempengaruhi dia di kemudian hari.

Setelah lulus dari sekolah menengah, Dr Anderson bergabung dengan Angkatan Laut selama empat tahun baru kemudian ke perguruan tinggi. Setelah lulus dia mengajar seni di sekolah tinggi dan di University of Wisconsin. Ia menikah dengan pacar masa SMA-nya, Maureen. Lima tahun setelah mereka menikah, mereka menerima Yesus dalam hidup mereka.

Sekitar tujuh bulan kemudian, mereka berada dalam pelayanan penuh-waktu. Dr. Anderson mendengar suara Tuhan, "Renungkan firman-Ku siang dan malam dan aku akan membuatmu kaya." Kemudian, ia mendengar Firman lain dalam Amsal 3:5 " Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.”

Ia berlatih tentang apa yang ia kotbahkan dan menunjukkan bagaimana untuk menggunakan prinsip-prinsip firman Allah dalam dunia bisnis. Ia mengikuti prinsip membeli rendah dan menjual tinggi, dia meminjam $16.000 dan membeli sebuah rumah kecil di lingkungan yang ia tahu akan terjual dengan baik dalam beberapa tahun. Dia menjual rumah dan membeli properti lainnya. Dia terus membeli dan menjual properti. Setelah empat tahun dia menjual properti terakhirnya seharga $2.100.000 dolar dan terus berinvestasi.

CARA LAMA KITA memandang dan mengelola uang tidak akan membawa kita pada KEBEBASAN KEUANGAN yang kita inginkan. Perjalanan menuju kebebasan keuangan dimulai dengan PERUBAHAN CARA BERPIKIR. Maka hari ini, marilah setiap kita memiliki cara yang baru sesuai dengan Firman Tuhan sehingga kita benar-benar mengalami kebebasan keuangan dalam Tuhan.

Tuhan Yesus Kristus memberkati.

Translate this Blog

Powered By google