
Seorang pemborong bangunan yang telah tua memutuskan untuk pensiun. Ia mengatakan pada kontraktor yang memperkerjakannya bahwa ia akan berhenti dari pekerjaannya. Kontraktor itu menyesalkan kepergian pemborong bangunan yang selama itu telah bekerja dengan baik, iapun bertanya apakah pemborong itu mau melakukan satu bangunan lagi untuk keperluan pribadi.
Pemborong itu bersedia, namun hatinya sudah tidak ada lagi pada pekerjaannya. Ia melakukan pekerjaannya asal jadi, material yang digunakannya pun berkualitas rendah. Setelah bangunan itu selesai, kontraktor itu datang untuk memeriksa rumah itu. Lalu ia memberikan kunci pada pemborong itu. "Inilah rumahmu," kata kontraktor itu, "hadiah dariku untukmu."
Alangkah terperanjatnya pemborong itu. Kalau saja ia tahu bahwa bangunan itu untuknya, tentu ia mengerjakannya dengan cara berbeda. Sekarang ia harus hidup di rumah yang tak terlalu baik.
Hal ini juga terjadi pada kita. Kita membangun hidup kita dengan cara yang salah. Kita lebih suka melakukan reaksi daripada aksi. Kita lebih suka melakukan yang termudah dan bukan yang terbaik. Padahal pada akhirnya semuanya itu untuk kita sendiri.
ITU SEBABNYA MULAI HARI INI JANGAN LAGI ASAL MENGASIHI!
JANGAN LAGI ASAL MEMBERI!
Kalau kita menghormati orang tua, berikan penghormatan terbaik. Kalau kita tunduk pada suami, tunduklah dengan segenap hati. Kalau kita mengasihi istri, terima dia apa adanya, perhatikan dia, kasihi dia dengan segenap hati kita. Kalau kita meluangkan waktu bersama anak-anak kita, biarkan itu menjadi waktu yang istimewa dan eksklusif bagi anak-anak kita, tanpa gangguan HP dan urusan yang lainnya.
Kalau kita bekerja pada sebuah perusahaan, berikan hasil kerja yang paling baik, tanggung jawab yang paling besar, dan kejujuran yang tidak bisa dikompromikan.
Kalau kita pengusaha, komitmen memberikan produk dan pelayanan yang paling dan paling memuaskan.
Kalau kita beribadah, tanggalkan semua beban, off-kan HP, konsentrasi sepenuhnya, jangan terlambat, puji dan sembah Tuhan dengan segenap hati, dengarkan Firman Tuhan dengan sungguh-sungguh, layani Tuhan dengan maksimal, dan persembahkanlah yang terbaik kepada Tuhan.
Itu yang namanya kasih yang memberi!
Itu yang namanya memberi apa yang disayangi!
Itu yang namanya memberi yang terbaik dan istimewa!
Dan seperti anda memakai ukuran yang istimewa kepada Tuhan dan orang lain, maka dalam hidup anda, ukuran istimewa pula yang akan anda terima: perhatian yang istimewa, penghormatan yang istimewa, promosi yang istimewa, kebahagiaan yang istimewa, keberhasilan, kesuksesan, dan berkat-berkat yang istimewa yang akan mengalir dalam hidup anda.
Tuhan Memberkati
Pemborong itu bersedia, namun hatinya sudah tidak ada lagi pada pekerjaannya. Ia melakukan pekerjaannya asal jadi, material yang digunakannya pun berkualitas rendah. Setelah bangunan itu selesai, kontraktor itu datang untuk memeriksa rumah itu. Lalu ia memberikan kunci pada pemborong itu. "Inilah rumahmu," kata kontraktor itu, "hadiah dariku untukmu."
Alangkah terperanjatnya pemborong itu. Kalau saja ia tahu bahwa bangunan itu untuknya, tentu ia mengerjakannya dengan cara berbeda. Sekarang ia harus hidup di rumah yang tak terlalu baik.
Hal ini juga terjadi pada kita. Kita membangun hidup kita dengan cara yang salah. Kita lebih suka melakukan reaksi daripada aksi. Kita lebih suka melakukan yang termudah dan bukan yang terbaik. Padahal pada akhirnya semuanya itu untuk kita sendiri.
ITU SEBABNYA MULAI HARI INI JANGAN LAGI ASAL MENGASIHI!
JANGAN LAGI ASAL MEMBERI!
Kalau kita menghormati orang tua, berikan penghormatan terbaik. Kalau kita tunduk pada suami, tunduklah dengan segenap hati. Kalau kita mengasihi istri, terima dia apa adanya, perhatikan dia, kasihi dia dengan segenap hati kita. Kalau kita meluangkan waktu bersama anak-anak kita, biarkan itu menjadi waktu yang istimewa dan eksklusif bagi anak-anak kita, tanpa gangguan HP dan urusan yang lainnya.
Kalau kita bekerja pada sebuah perusahaan, berikan hasil kerja yang paling baik, tanggung jawab yang paling besar, dan kejujuran yang tidak bisa dikompromikan.
Kalau kita pengusaha, komitmen memberikan produk dan pelayanan yang paling dan paling memuaskan.
Kalau kita beribadah, tanggalkan semua beban, off-kan HP, konsentrasi sepenuhnya, jangan terlambat, puji dan sembah Tuhan dengan segenap hati, dengarkan Firman Tuhan dengan sungguh-sungguh, layani Tuhan dengan maksimal, dan persembahkanlah yang terbaik kepada Tuhan.
Itu yang namanya kasih yang memberi!
Itu yang namanya memberi apa yang disayangi!
Itu yang namanya memberi yang terbaik dan istimewa!
Dan seperti anda memakai ukuran yang istimewa kepada Tuhan dan orang lain, maka dalam hidup anda, ukuran istimewa pula yang akan anda terima: perhatian yang istimewa, penghormatan yang istimewa, promosi yang istimewa, kebahagiaan yang istimewa, keberhasilan, kesuksesan, dan berkat-berkat yang istimewa yang akan mengalir dalam hidup anda.
Tuhan Memberkati