Allah kita adalah Allah yang Tritunggal, yaitu Allah yang satu, namun memiliki 3 peranan. Dan kita pun tidak asing memanggil Tuhan kita dengan sebutan Bapa. Meskipun begitu, banyak anak – anak Allah yang belum memahami karakter Bapanya sehingga masih mengalami kekecewaan, sakit hati, bahkan sudah tidak percaya dengan Bapa di Surga. Lalu apa sajakah karakter Bapa Surgawi itu ? berikut adalah sifat – sifat Bapa Surgawi yang disebutkan dalam Alkitab dan bisa kita kenal:
1. Ia Bapa yang Kekal (Yesaya 9:5)
2. HatiNya lebih baik dari bapa jasmani (Matius 7:11)
3. Bapa Surgawi menghargai jiwa anakNya (Lukas 15)
4. Bapa Surgawi murah hati (Lukas 6:36)
5. Bapa Surgawi masih bekerja hingga saat ini, rajin (Yohanes 5:17)
6. Bapa Surgawi selalu setia dan selalu menyertai (Yohanes 16:32; Ibrani 13:15)
7. Bapa Surgawi penuh kasih sayang (Mazmur 103:13)
8. Bapa Surgawi maha pengampun (I Yohanes 1:9)
9. Bapa Surgawi adalah pemelihara, pribadi yang bertanggung jawab (Matius 6:26)
10. Bapa Surgawi senantiasa penuh perhatian (Matius 6:32)
11. Bapa Surgawi memberikan pengayoman (Matius 10:29-31)
Tuhan Yesus Memberkati
Selasa, 22 Juni 2010
Minggu, 13 Juni 2010
Menang Dalam Pergumulan
Dalam perjalanan misinya di kota Filipi, yang masih termasuk dalam wilayah Roma, dua orang pengikut Kristus dimasukkan ke dalam penjara oleh orang-orang yang tidak suka dengan mereka. Bahkan sebelumnya mereka didera. Penderitaan yang mereka alami itu tidak membuat mereka tawar hati dan menyerah. Kedua orang itu ialah Paulus dan Silas. Mari kita kembali pada apa yang mereka temui beberapa waktu sebelum mereka dipenjarakan. Mereka berdua berhadapan dengan seorang perempuan tukang tenung, dimana hasil tenungnya menghasilkan laba besar bagi tuan-tuannya. Mereka mengusir roh jahat yang merasuki perempuan tukang tenung itu dan sebagai akibatnya, tukang tenung tersebut tidak bisa lagi mendatangkan uang pada para tuannya. Perbuatan kedua orang ini mendatangkan sebuah masalah yang sangat serius. Mereka kemudian ditangkap, dan dicambuk berkali-kali, lalu dilemparkan ke dalam penjara dengan keadaan dipasung. Sekalipun mereka harus menghadapi orang-orang yang membenci mereka karena kebenaran yang mereka bawa, mereka tetap teguh. Di dalam penjara, mereka berdua menaikkan puji-pujian bagi Tuhan. Mereka menyembah, mengagungkan, dan meninggikan nama Tuhan ditengah penderitaan yang sedang mereka alami. Benar apa yang Firman Tuhan katakan. Saat Tuhan ditinggikan, IA bertahta atas puji-pujian umat-NYA. Mereka melakukannya dengan lantang, sehingga narapidana lain pun mendengarkan mereka. Pujian yang mereka naikkan membawa kuasa Allah turun di tempat itu. Terjadilah gempa bumi yang hebat sehingga sendi-sendi penjara itu goyah. Seketika itu juga terbukalah pintu dan terlepaslah belenggu mereka. Kepala penjara yang menyaksikan hal itu menjadi gemetar dan takut karena ia mengira Paulus dan Silas melarikan diri sementara sang kepala penjara ini harus mempertanggungjawabkan tugasnya. Kepala penjara yang panik ini hendak bunuh diri karena ia merasa gagal. Paulus dengan lantang berkata: "Jangan celakakan dirimu, sebab kami semuanya masih ada di sini!". Kejadian ini kemudian membawa dampak luar biasa, tidak saja bagi Paulus dan Silas yang mendapatkan kembali kebebasannya, tapi juga bagi sang kepala penjara. Pada jam itu juga kepala penjara itu membawa mereka dan membasuh bilur mereka. Seketika itu juga ia dan keluarganya memberi diri dibaptis. Luar biasa, ketika Paulus dan Silas mengambil pilihan untuk terus memuji dan menyembah Tuhan dalam keadaan penuh masalah dan penderitaan, tidak saja mereka diselamatkan, tapi sang kepala penjara pun selamat. Tidak hanya kepala penjara saja, bahkan seluruh keluarganya. Sekalipun tampaknya Paulus dan Silas diikat oleh belenggu penjara, Tuhan memberikan kemenangan bagi mereka. Injil Kristus bisa diberitakan sekalipun mereka ada dalam penjara. Mereka keluar sebagai orang yang menang.
Dalam segala masalah yang sedang kita hadapi, marilah kita belajar seperti apa yang dilakukan oleh Paulus dan Silas. Janganlah kita bersungut-sungut atau mengeluh saat kita terperangkap dan terbelenggu dalam masalah. Bahkan saat kita menderita karena kebenaran, tetaplah bersukacita dan meletakkan pengharapan kita kepada Tuhan. Tinggikanlah Tuhan selalu, bahkan dalam masalah yang berat sekalipun. Banyak orang yang merasa sulit mengagungkan nama Tuhan saat mereka tertindih dengan beban berat. Namun, percayalah, ketika TUHAN ditinggikan dalam hidup kita sehingga TUHAN ada di pihak kita, tidak ada satu kuasapun yang bisa mengalahkan kita. Kita pasti tampil sebagai pemenang!
Dalam segala masalah yang sedang kita hadapi, marilah kita belajar seperti apa yang dilakukan oleh Paulus dan Silas. Janganlah kita bersungut-sungut atau mengeluh saat kita terperangkap dan terbelenggu dalam masalah. Bahkan saat kita menderita karena kebenaran, tetaplah bersukacita dan meletakkan pengharapan kita kepada Tuhan. Tinggikanlah Tuhan selalu, bahkan dalam masalah yang berat sekalipun. Banyak orang yang merasa sulit mengagungkan nama Tuhan saat mereka tertindih dengan beban berat. Namun, percayalah, ketika TUHAN ditinggikan dalam hidup kita sehingga TUHAN ada di pihak kita, tidak ada satu kuasapun yang bisa mengalahkan kita. Kita pasti tampil sebagai pemenang!
Label:
Sermons
Selasa, 08 Juni 2010
Sin to Shine
Shalom saudara yang terkasih di dalam Tuhan Yesus Kristus, kali ini saya akan menyaksikan cinta kasih Tuhan yang boleh saya rasakan dan anugerah terindah di dalam hidup saya yang boleh saya terima ketika saya dipilih dan diberi kesempatan oleh Tuhan untuk menerima anugerah keselamatan.
Saya menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi ketika saya duduk di kelas 3 SMP, atau lebih tepatnya 1 bulan sebelum UN diadakan. Jujur saja dalam hati pada saat itu saya seperti tidak pernah siap untuk menerima keselamatan meskipun saya sadari Tuhan sudah mengetuk pintu hati saya berulang kali. Tetapi saya hanya menjawab dari balik pintu itu, “ Besok sajalah Tuhan. Aku kan masih SMP. Besok SMA saja sama seperti teman – teman saya yang lain.”. Begitu terus saya lakukan hingga akhirnya Yesus tangkap saya dengan cara yang luar biasa.
Ayah saya yang sudah terlebih dahulu diselamatkan oleh Yesus dipakai oleh Tuhan untuk menyuruh saya agar segera mau menerima keselamatan dan dibaptis. Dan mau tidak mau akhirnya saya mengambil formulir baptis di gereja ayah saya dan saya isi dengan tujuan hanya agar ayah saya tidak cerewet terus. Formulir saya kembalikan, dan saya tetap belum mempersiapkan hati saya untuk menerima keselamatan. Sampai 3 hari sebelum saya dibaptis, saya ditunjuk untuk memimpin pujian dalam persekutuan doa kelas. Saya tidak menjawab saat itu, tetapi saya berdoa kepada Tuhan. “ Yesus, apabila memang benar akulah yang Kau percaya untuk memimpin umatMu memuji, maka tuntunlah aku.” Tuhan memang luar biasa, ketika saya mulai menyusun lagu, seperti ada yang membimbing dan memberitahu saya lagu apa saja yang harus dipakai. Setelah menyusun lagu, saya sadar bahwa saya tidak bisa mengelak lagi dari panggilan Tuhan. Namun karena saya belum rela 100%, saya berdoa kembali untuk meminta peneguhan. Isi peneguhan yang saya minta adalah apabila ini memang benar waktunya Yesus panggil saya untuk menjadi anakNya, biarlah besok sore ketika persekutuan diadakan, Tuhan hadir dan menjamah setiap kami yang datang.
Doa saya dijawab, dan benar terjadi lawatan yang luar biasa di dalam persekutuan yang kami adakan, bahkan tidak sedikit yang mengalami pelepasan . Memang sungguh Tuhan kita adalah Tuhan yang ajaib. Akhirnya saya mau untuk menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi saya. Keesokan harinya setelah selesai kebaktian, saya dibaptis. Dan hal yang paling luar biasa dari prosesi baptis saya adalah lagu yang mengiringi proses pembaptisan sangat menyentuh hati saya dan seakan – akan Yesus sendiri yang berbicara kepada saya. Dan hal ajaib yang saya alami adalah saya benar – benar bebas dari ikatan dosa yang selama ini membelenggu saya. Luar biasa, Yesus Tuhan Allah kita.
Dari kesaksian saya, saya ingin menegaskan bahwa WAKTU yang paling TEPAT untuk menerima KESELAMATAN adalah SEKARANG, dan ketika saudara mau untuk menerima keselamatan yang daripada Tuhan, maka saudara akan DIBEBASKAN dari SETIAP DOSA dan KEHIDUPAN LAMA saudara. Dan bagi saudara yang saat ini berkenan mengambil keputusan untuk menerima keselamatan mari saudara ikuti doa saya :
Demikian kesaksian saya, Tuhan Yesus Memberkati.
Saya menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi ketika saya duduk di kelas 3 SMP, atau lebih tepatnya 1 bulan sebelum UN diadakan. Jujur saja dalam hati pada saat itu saya seperti tidak pernah siap untuk menerima keselamatan meskipun saya sadari Tuhan sudah mengetuk pintu hati saya berulang kali. Tetapi saya hanya menjawab dari balik pintu itu, “ Besok sajalah Tuhan. Aku kan masih SMP. Besok SMA saja sama seperti teman – teman saya yang lain.”. Begitu terus saya lakukan hingga akhirnya Yesus tangkap saya dengan cara yang luar biasa.
Ayah saya yang sudah terlebih dahulu diselamatkan oleh Yesus dipakai oleh Tuhan untuk menyuruh saya agar segera mau menerima keselamatan dan dibaptis. Dan mau tidak mau akhirnya saya mengambil formulir baptis di gereja ayah saya dan saya isi dengan tujuan hanya agar ayah saya tidak cerewet terus. Formulir saya kembalikan, dan saya tetap belum mempersiapkan hati saya untuk menerima keselamatan. Sampai 3 hari sebelum saya dibaptis, saya ditunjuk untuk memimpin pujian dalam persekutuan doa kelas. Saya tidak menjawab saat itu, tetapi saya berdoa kepada Tuhan. “ Yesus, apabila memang benar akulah yang Kau percaya untuk memimpin umatMu memuji, maka tuntunlah aku.” Tuhan memang luar biasa, ketika saya mulai menyusun lagu, seperti ada yang membimbing dan memberitahu saya lagu apa saja yang harus dipakai. Setelah menyusun lagu, saya sadar bahwa saya tidak bisa mengelak lagi dari panggilan Tuhan. Namun karena saya belum rela 100%, saya berdoa kembali untuk meminta peneguhan. Isi peneguhan yang saya minta adalah apabila ini memang benar waktunya Yesus panggil saya untuk menjadi anakNya, biarlah besok sore ketika persekutuan diadakan, Tuhan hadir dan menjamah setiap kami yang datang.
Doa saya dijawab, dan benar terjadi lawatan yang luar biasa di dalam persekutuan yang kami adakan, bahkan tidak sedikit yang mengalami pelepasan . Memang sungguh Tuhan kita adalah Tuhan yang ajaib. Akhirnya saya mau untuk menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi saya. Keesokan harinya setelah selesai kebaktian, saya dibaptis. Dan hal yang paling luar biasa dari prosesi baptis saya adalah lagu yang mengiringi proses pembaptisan sangat menyentuh hati saya dan seakan – akan Yesus sendiri yang berbicara kepada saya. Dan hal ajaib yang saya alami adalah saya benar – benar bebas dari ikatan dosa yang selama ini membelenggu saya. Luar biasa, Yesus Tuhan Allah kita.
Dari kesaksian saya, saya ingin menegaskan bahwa WAKTU yang paling TEPAT untuk menerima KESELAMATAN adalah SEKARANG, dan ketika saudara mau untuk menerima keselamatan yang daripada Tuhan, maka saudara akan DIBEBASKAN dari SETIAP DOSA dan KEHIDUPAN LAMA saudara. Dan bagi saudara yang saat ini berkenan mengambil keputusan untuk menerima keselamatan mari saudara ikuti doa saya :
Tuhan Yesus, aku datang kepadaMu.
Aku mengaku bahwa aku adalah orang berdosa yang seharusnya dihukum.
Tetapi saat ini aku percaya bahwa Tuhan Yesus telah mati
untuk menyelamatkan orang berdosa termasuk aku.
Sekarang Tuhan, aku buka hatiku dan masuklah Yesus menjadi Tuhan dan Juruselamat pribadiku.
Ampunilah segala dosa – dosaku dan pelanggaranku.
Yesus, aku percaya bahwa hari ini Engkau telah menjadi
Tuhan dan juruselamat pribadiku.
Hari ini aku telah diubahkan dari orang yang seharusnya dihukum
menjadi orang yang mendapat anugerah keselamatan.
Di dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa dan bersyukur
Haleluyah. Amin.
Aku mengaku bahwa aku adalah orang berdosa yang seharusnya dihukum.
Tetapi saat ini aku percaya bahwa Tuhan Yesus telah mati
untuk menyelamatkan orang berdosa termasuk aku.
Sekarang Tuhan, aku buka hatiku dan masuklah Yesus menjadi Tuhan dan Juruselamat pribadiku.
Ampunilah segala dosa – dosaku dan pelanggaranku.
Yesus, aku percaya bahwa hari ini Engkau telah menjadi
Tuhan dan juruselamat pribadiku.
Hari ini aku telah diubahkan dari orang yang seharusnya dihukum
menjadi orang yang mendapat anugerah keselamatan.
Di dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa dan bersyukur
Haleluyah. Amin.
Demikian kesaksian saya, Tuhan Yesus Memberkati.
Label:
Kesaksian
Langganan:
Postingan (Atom)