1 Korintus 1: 18 - 31
Seorang guru yang telah berusia lebih dari 60 tahun
tiba-tiba saja mengalami penyakit yang membuatnya
harus beristirahat total dari pekerjaannya. Melihat
penyakit yang ia derita, dokter mengatakan bahwa umur
bapak ini tidak akan lebih dari 70 tahun. Peningkatan
kadar gula dalam darah disertai dengan beberapa
penyakit lain di tubuhnya membuat ia berhenti dari
panggilan profesinya sebagai pengajar. Bapak ini
dikenal sebagai guru yang baik dan penuh kasih dalam
mengajar anak didiknya. Saat ia berhenti dari
pekerjaannya, murid-muridnya senantiasa menjenguknya
dan mereka merasa sangat kehilangan. Bapak ini tidak
terbiasa untuk tidak melakukan apa-apa dalam
kesehariannya. Ia merasa tidak nyaman beristirahat
saja di rumah dan ia mencoba mencari kesibukan. Namun,
sang istri menasehatinya supaya ia tidak terlalu lelah
karena ia pun harus memikirkan kesehatannya. Bapak ini
mencoba bercocok tanam namun beberapa bulan kemudian
kesehatannya memburuk karena pekerjaannya. Bapak ini
mencoba berjualan di rumah namun ia pun juga bekerja
terlalu keras. Akhirnya, bapak ini pun mengalami
depresi karena keinginannya untuk mengisi waktu tak
tercukupi. Suatu siang, saat bapak ini berbaring di
kamarnya, seorang muridnya datang dan membawakan
sebuah Alkitab baginya. "Pak, bersyukurlah bapak
memiliki banyak waktu sekarang sehingga bapak bisa
membaca Alkitab lebih sering dari sebelumnya," kata
anak tersebut. Memang benar adanya, bapak itu
seringkali terlihat pagi hari di bangku sekolah dan
membaca Alkitab sambil menunggu jam pelajaran dimulai.
Kegiatan itu ia lupakan saat ia pensiun dari
pekerjaannya. Mendengar apa yang dikatakan oleh
muridnya, ia teringat bahwa ia masih memiliki hal yang
berharga: waktu, yang bisa ia pakai untuk mempelajari
dan merenungkan Firman Tuhan. Semenjak itu, bapak ini
mulai terlihat lebih banyak berada di ruangannya untuk
membaca Alkitab. Ia pun menghadiri kegiatan gereja.
Dalam keadaan kesepian dan beban yang berta, bapak ini
dikuatkan kembali dan memperoleh pengaharapn baru oleh
Firman Tuhan. Dokter boleh memvonis ia hanya bertahan
tidak sampai sepuluh tahun, namun Firman Tuhan yang
memberikan sukacita dan kekuatan baginya setiap hari
membuat ia semakin membaik dan mampu bertahan hingga
17 tahun.
Seorang yang hidup dengan Firman Tuhan akan menjadi
seorang yang kuat dan penuh sukacita. Firman Tuhan
akan memberikan KEKUATAN kepada kita disaat kita
mengalami masa-masa sukar dalam hidup kita. Sebab aku
mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena
Injil adalah KEKUATAN ALLAH yang menyelamatkan setiap
orang yang percaya... (Roma 1:16)
Sabtu, 23 Oktober 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar