Minggu, 13 Juni 2010

Menang Dalam Pergumulan

Dalam perjalanan misinya di kota Filipi, yang masih termasuk dalam wilayah Roma, dua orang pengikut Kristus dimasukkan ke dalam penjara oleh orang-orang yang tidak suka dengan mereka. Bahkan sebelumnya mereka didera. Penderitaan yang mereka alami itu tidak membuat mereka tawar hati dan menyerah. Kedua orang itu ialah Paulus dan Silas. Mari kita kembali pada apa yang mereka temui beberapa waktu sebelum mereka dipenjarakan. Mereka berdua berhadapan dengan seorang perempuan tukang tenung, dimana hasil tenungnya menghasilkan laba besar bagi tuan-tuannya. Mereka mengusir roh jahat yang merasuki perempuan tukang tenung itu dan sebagai akibatnya, tukang tenung tersebut tidak bisa lagi mendatangkan uang pada para tuannya. Perbuatan kedua orang ini mendatangkan sebuah masalah yang sangat serius. Mereka kemudian ditangkap, dan dicambuk berkali-kali, lalu dilemparkan ke dalam penjara dengan keadaan dipasung. Sekalipun mereka harus menghadapi orang-orang yang membenci mereka karena kebenaran yang mereka bawa, mereka tetap teguh. Di dalam penjara, mereka berdua menaikkan puji-pujian bagi Tuhan. Mereka menyembah, mengagungkan, dan meninggikan nama Tuhan ditengah penderitaan yang sedang mereka alami. Benar apa yang Firman Tuhan katakan. Saat Tuhan ditinggikan, IA bertahta atas puji-pujian umat-NYA. Mereka melakukannya dengan lantang, sehingga narapidana lain pun mendengarkan mereka. Pujian yang mereka naikkan membawa kuasa Allah turun di tempat itu. Terjadilah gempa bumi yang hebat sehingga sendi-sendi penjara itu goyah. Seketika itu juga terbukalah pintu dan terlepaslah belenggu mereka. Kepala penjara yang menyaksikan hal itu menjadi gemetar dan takut karena ia mengira Paulus dan Silas melarikan diri sementara sang kepala penjara ini harus mempertanggungjawabkan tugasnya. Kepala penjara yang panik ini hendak bunuh diri karena ia merasa gagal. Paulus dengan lantang berkata: "Jangan celakakan dirimu, sebab kami semuanya masih ada di sini!". Kejadian ini kemudian membawa dampak luar biasa, tidak saja bagi Paulus dan Silas yang mendapatkan kembali kebebasannya, tapi juga bagi sang kepala penjara. Pada jam itu juga kepala penjara itu membawa mereka dan membasuh bilur mereka. Seketika itu juga ia dan keluarganya memberi diri dibaptis. Luar biasa, ketika Paulus dan Silas mengambil pilihan untuk terus memuji dan menyembah Tuhan dalam keadaan penuh masalah dan penderitaan, tidak saja mereka diselamatkan, tapi sang kepala penjara pun selamat. Tidak hanya kepala penjara saja, bahkan seluruh keluarganya. Sekalipun tampaknya Paulus dan Silas diikat oleh belenggu penjara, Tuhan memberikan kemenangan bagi mereka. Injil Kristus bisa diberitakan sekalipun mereka ada dalam penjara. Mereka keluar sebagai orang yang menang.

Dalam segala masalah yang sedang kita hadapi, marilah kita belajar seperti apa yang dilakukan oleh Paulus dan Silas. Janganlah kita bersungut-sungut atau mengeluh saat kita terperangkap dan terbelenggu dalam masalah. Bahkan saat kita menderita karena kebenaran, tetaplah bersukacita dan meletakkan pengharapan kita kepada Tuhan. Tinggikanlah Tuhan selalu, bahkan dalam masalah yang berat sekalipun. Banyak orang yang merasa sulit mengagungkan nama Tuhan saat mereka tertindih dengan beban berat. Namun, percayalah, ketika TUHAN ditinggikan dalam hidup kita sehingga TUHAN ada di pihak kita, tidak ada satu kuasapun yang bisa mengalahkan kita. Kita pasti tampil sebagai pemenang!

0 komentar:

Posting Komentar

Translate this Blog

Powered By google