Minggu, 17 Oktober 2010

Kuasa Tuhan Menguatkan Kita

Pada waktu orang Israel ditindas oleh bangsa Midian, Tuhan membangkitkan Gideon. Pada awalnya Gideon adalah seorang penakut, tapi Tuhan membangkitkan keberanian dalam dirinya sehingga ia menjadi seorang pahlawan bagi Israel. Kita tahu Gideon awalnya bukan seorang yang pemberani, karena ketika Tuhan memanggil dia, ia sedang mengirik gandum di tempat pemerasan anggur (Hakim-hakim 6:11). Gideon tentu merasakan ketakutan yang sangat kepada orang Midian, sampai-sampai ia tidak berani mengirik gandum di tempat yang seharusnya.

Ketika itu, malaikat Tuhan datang dan berfirman kepada Gideon dan menyebut dia pahlawan yang gagah berani. Padahal kenyataannya, pada saat itu Gideon adalah seorang penakut. Tuhan tahu Gideon perlu mendengar kata-kata seperti itu. Ketika Allah memanggil Gideon di tempat pengirikan gandum itu, Gideon meminta tanda bahwa Allah sendirilah yang berfirman kepadanya. Ia mempersembahkan seekor anak kambing dan roti yang tidak beragi. Allah menimbulkan api pada persembahan Gideon yang memakan habis seluruh persembahan itu. Gideon pun mengerti bahwa Allah memang telah berfirman atasnya (Hakim-Hakim 6:17-22). Tuhan pun menyatakan tanda-tanda dan penyertaannya yang mengubahkan Gideon - dari seorang yang penakut, menjadi seorang yang memimpin bangsa Israel mengalahkan Midian-.

Ketika Tuhan memanggil seseorang, ia akan diubahkan oleh Tuhan. Dasar panggilan Gideon adalah PENYERTAAN TUHAN, “TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani (Hakim-Hakim 6:12)”.

Bukan hanya Gideon, setiap kita pun memiliki kelemahan yang bisa membuat kita terjebak dalam ketakutan saat kita menghadapi masalah, padahal sebenarnya kita telah memiliki janji dan penyertaan Tuhan yang membawa kita dalam kemenangan.

Ada orang-orang yang merasa sudah bekerja keras siang malam tetapi seolah-olah tidak ada hasil yang sepadan sehingga merasa lemah hidupnya. Ada yang suka membandingkan diri dengan orang lain yang keadaannya jauh lebih baik dari dirinya sendiri sehingga merasa tidak ada apa-apanya lalu hidup dalam kelemahan. Banyak orang yang merasa sangat lemah dan tidak bisa melihat satupun titik terang pengharapan karena ada beban hutang yang sangat besar yang jauh melebihi kemampuannya. Banyak orang yang begitu lelah karena terus-menerus menghadapi serangan-serangan perkataan-perkataan negatif dan tuduhan yang sangat memojokkan dan merusak, yang seolah-olah tidak pernah habis-habisnya. Banyak orang ketika mendengar diagnosa dokter bahwa ada penyakit ganas di tubuhnya, langsung hancur hatinya dan merasa seolah olah seluruh dunianya sudah berakhir.

Tuhan sudah menyatakan penyertaan-Nya, tapi terkadang kita merasa kecil, merasa tidak mampu sehingga kita tidak mempercayai penyertaan Tuhan. Gideon pun merasakan hal yang sama, “Ah Tuhanku, dengan apakah akan kuselamatkan orang Israel? Ketahuilah, kaumku adalah yang paling kecil di antara suku Manasye dan akupun seorang yang paling muda di antara kaum keluargaku" (Hakim-Hakim 6:15).

Namun, jika setiap kita mengijinkan kuasa Allah dalam kehidupan kita seperti Gideon yang menerima penyertaan Tuhan, maka kita yang lemah pun akan diubahkan menjadi seorang yang berkemenangan. Kuasa Tuhan mampu mengubah orang yang lemah tak berdaya menjadi kuat kembali dan bangkit menjadi pahlawan yang dipakai Tuhan melakukan perbuatan-perbuatan besar.

0 komentar:

Posting Komentar

Translate this Blog

Powered By google