Senin, 31 Mei 2010

Formula Doa yang Benar

Doa adalah nafas orang percaya. Bahkan doa adalah salah satu kunci pengaktif mujizat. Namun ada sebagian dari orang Kristen yang tidak pernah merasakan kehidupan doa pribadi bahkan kedahsyatan dari kuasa hanya karena doa mereka yang salah. Bagaimana doa yang benar itu?

Formula doa yang benar sebenarnya sudah diajarkan ketika Yesus mengajarkan Doa Bapa Kami kepada keduabelas muridNya. Formula doa tersebut disampaikan secara implisit / tidak langsung di dalam setiap kalimat yang ada. Jadi Yesus memberikan kerangka doa yang benar dalam DOA BAPA KAMI.

Doa menggunakan formula doa Bapa Kami (Mat 6: 9-15)

a) Bapa kami yang ada di Surga : menunjukkan alamat dan hubungan yang erat antara bapa dengan anak. Jadi ketika doa pribadi usahakanlah anda memposisikan diri sebagai anak yang sedang berbicara kepada bapanya, sehingga kita bisa berkomunikasi dengan nyaman kepada Bapa kita.

b) Dikuduskanlah namaMu : melambangkan pujian dan pengagungan kepada Tuhan. Hal ini merupakan unsur tertinggi di dalam doa. Pujian penyembahan adalah pengantar menuju tahta Allah, hal ini juga yang melandasi mengapa tata cara ibadah orang Kristen ada pujian dan penyembahan sebelum menerima taburan firman. Jadi pujian dan penyembahan yang menyenangkan hati Tuhan akan memudahkan kita masuk ke hadirat Allah.

c) Datanglah KerajaanMu : permohonan kita agar kuasa Tuhan ada di dalam hidup kita. (Yoh 15:7). Kerajaan Allah melambangkan 2 hal, yang pertama agar kuasa dan perlindungan Tuhan nyata di dalam kehidupan kita, dan yang kedua adalah melambangkan wibawa dan kemuliaan yang melekat pada diri Tuhan kita. Ketika kerajaan Allah ada di dalam kehidupan kita, maka otomatis hal - hal yang saya sebutkan di atas juga akan terimpartasi dalam diri kita, sehingga sama seperti Alkitab katakan, ketika orang memandang orang percaya, ia sama seperti melihat Kristus.

d) Jadilah kehendakMu di bumi seperti di Surga : isi doa kita harus sesuai dengan kehendak Allah. Dan janganlah membatasi kuasa Allah. Sering kali kita memaksakan suatu keinginan kita di dalam doa, dan ketika Tuhan menjawab doa kita dengan jawaban yang tidak kita inginkan, kita terkadang marah, dan kecewa terhadap Tuhan. Tetapi ingatlah satu hal, DUNIA memberi yang kita INGINKAN, tetapi TUHAN MEMBERI YANG KITA BUTUHKAN.

Keempat unsur di atas tadi untuk Tuhan, sedangkan untuk kita :

a) Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya : permohonan agarTuhan mencukupkan kebutuhan kita baik secara jasmani dan rohani.
b) Ampunilah kami akan kesalahan kami seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami : hal terpenting dalam doa adalah pengampunan. Pengampunan akan menentukan jawaban doa kita. Hati yang tidak bisa mengampuni akan menjadi penghalang berkat Tuhan atas kehidupan kita.
c) Dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami daripada yang jahat : doa adalah salah satu bentuk sikap berjaga – jaga. Tujuannya agar kita siap mengahadapi pencobaan karena pencobaan datang sewaktu – waktu. Selain itu kita juga tetap meminta kuasa perlindungan Tuhan agar kita tetap terlindungi dan tidak jatuh ke dalam dosa.

Minggu, 30 Mei 2010

Saat Anda Terjatuh

Pada olimpiade musim panas tahun 1982 di Barcelona, Spanyol, terjadi sebuah peristiwa yang menarik perhatian dunia. Ketika Derek Redman melangkah menuju arena, dia membayangkan kemenangan yang akan diraihnya. Inilah saat yang telah dinantikannya, seumur hidupnya. Dalam hatinya, ia tahu, bahwa inilah perlombaan yang telah Tuhan tetapkan baginya, sejak semula ia diciptakan. Pada menit terakhir sebelum perlombaan itu dimulai, ia memandang ke arah deretan kursi penonton, mencari-cari wajah ayahnya. Memang ia ingin meraih kemenangan dalam lomba itu untuk dirinya. Tetapi, lebih dari itu ia ingin memenangkan lomba itu demi ayahnya. Ayahnya, yang telah memberikan dan mengorbankan begitu banyak banyak hal, agar ia dapat masuk menjadi peserta olimpiade itu.
Sekarang ia memiliki kesempatan untuk melakukan sesuatu sebagai tanda balas budi kepada ayahnya. Inilah saatnya untuk membuat ayahnya bangga padanya. Lalu tembakan ke udara tanda mulai berbunyi. Derek berlari, mengerahkan seluruh kekuatannya. Segalanya tampak baik sampai akhirnya Derek memasuki putaran terakhir. Tiba-tiba terjatuh di tengah lintasan larinya. Ia mengalami kram pada kakinya. Rasa nyeri yang hebat mencengkeramnya. Dia berusaha untuk berdiri; berusaha untuk melompat; namun rasa nyeri itu terlalu menyakitkan baginya. Detik demi detik berlalu, bagai berjam-jam baginya, saat dia rebah menggeliat kesakitan. Dia tidak percaya, beginilah akhir dari perjalanannya selama ini.

Mungkin dia khawatir tentang apa yang dipikirkan ayahnya saat itu, apakah ayahnya merasa malu? Apakah ayahnya akan berpaling darinya dan meninggalkannya? Mungkinkah ayahnya berpikir: Oh, bagus sekali. Jadi selama ini waktu terbuang percuma hanya untuk seorang yang bahkan tidak dapat menyelesaikan pertandingan sama sekali?
Ternyata sama sekali bukan itu yang sedang dipikirkan oleh ayahnya. Jauh diatas sana, di antara kursi-kursi penonton, ayahnya melompat berdiri. Segera ia menyelusup di antara kerumunan penonton. Saat itu ada ribuan penonton yang sedang berdiri, melihat anaknya, dan terkejut melihat anaknya sedang menderita di dalam arena. Akhirnya sang ayah berhasil mencapai garis batas lintasan lari itu.

Seorang penjaga keamanan menghentikannya, dan berkata, "Tidak seorangpun diijinkan masuk ke dalam arena."

Ayah Derek menjawabnya dengan kata-kata sederhana, "Itu anak saya."

Maka penjaga itu tidak menghalanginya lagi. Dia melewati para penjaga itu dan masuk ke dalam lintasan lari. Dan sementara ribuan orang bersorak riuh rendah padanya, dia memapah anaknya menuju ke garis finish.

Mungkin sebagian besar Anda merasakan seolah-olah Anda telah jatuh. Anda ingin menyelesaikan perlombaan yang telah Tuhan tetapkan bagi Anda, tetapi rasa nyeri yang menyerang ini terlalu menyakitkan. Tak peduli sekeras apa Anda berusaha, tampaknya Anda tetap tak mampu untuk berdiri dan melangkah lagi. Mungkin Anda khawatir, kalau-kalau Bapa di Sorga kecewa terhadap Anda, kalau-kalau Anda tidak dapat menyenangkan hatiNya.

Tahukah Anda bahwa Tuhan ada di pihak kita?
Tuhan tidak kecewa pada Anda saat Anda jatuh. Anda adalah anakNya yang berharga di mataNya! Anda adalah kesayangan Bapa di Sorga. Oh, betapa sedihnya Dia menyaksikan Anda jatuh. Betapa Dia menaruh belas kasihan bagi Anda. Tuhan ada bagi Anda. Tuhan juga menghendaki agar Anda menyelesaikan perlombaan Anda dan Dia akan melakukan apa saja untuk memapah Anda menuju garis finish. Mungkin ada beberapa orang di antara Anda yang tidak mengenal Bapa di Sorga. Tetapi Dia tetap ada disana menanti Anda. Dia rindu memeluk Anda sebagai seorang anak yang berharga dan melindungi Anda, di setiap langkah, di dalam menjalani perlombaan yang telah ditentukan bagi Anda.

Satu-satunya jalan untuk menghampiri Bapa adalah melalui AnakNya.
Yesus berfirman, "Tidak ada seorangpun sampai kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku."

Tidak ada hal lain yang dapat memberikan penghiburan yang lebih besar lagi, selain dari kenyataan bahwa: Dia yang memanggil kita untuk menjalani perlombaan ini adalah juga Dia yang membantu kita untuk sampai ke garis finish.

7 Penghancuran Kutuk

Beberapa waktu yang lalu kita baru saja melewati rangkaian Jumat Agung, Paskah, Kebangkitan, bahkan peristiwa Pentakosta yang tentu saja sangat membangun iman kita karena karena pengorbananNya di kayu salib telah membawa keselamatan yang kekal bagi kita, orang yang percaya kepadaNya.

Meskipun pengorbananNya mendatangkan keselamatan, akan tetapi, banyak yang belum tahu bahwa kematian Tuhan kita Yesus Kristus selain membuktikan bahwa Dia adalah Tuhan yang hidup, juga telah menghancurkan segala kutuk yang mengikat kita di dunia ini. Berikut saya sharingkan anugerah yang boleh saya terima dari Yesus.

7 Penghancuran kutuk oleh darah Yesus

1.7 titik keringat darah Getsemani
Tujuh titik keringat bercampur darah yang Yesus teteskan sewaktu Ia bergumul dengan hebat di Taman Getsemani telah menghancurkan segala keinginan daging dan pikiran duniawi. Hal itu dilambangkan ketika Tuhan Yesus ingin lari dari kewajibanNya, Ia bergumul hebat melawan kedaginganNya. Namun Ia berhasil mengalahkan keinginan dagingNya dan taat kepada Bapa sampai Ia menyerahkan nyawaNya di atas salib.

2.Darah Mahkota Duri
Darah yang keluar dari kepala akibat mahkota duri telah menghancurkan kutuk kemiskinan yang telah lama membelenggu kita. Mahkota duri adalah mahkota dari semak duri. Dan semak berduri di dalam kitab Kejadian adalah lambang kemiskinan. Jadi saat ini janganlah kita takut akan kondisi financial kita, karena Yesus telah membebaskan kita dari kutuk kemiskinan yang sudah melekat pada diri manusia sejak manusia jatuh ke dalam dosa.

3.Memar
Memar yang ada pada tubuhNya telah membebaskan kita dari kecenderungan berbuat dosa. Tubuh yang dihancurkan oleh cambukan dan menjadi memar melambangkan tubuh manusia daging yang penuh dengan dosa telah dihancurkan agar digantikan dengan tubuh manusia roh yang penuh dengan kekudusan.

4.Bilur – bilur
Bilur – bilur akibat cambukan telah membebaskan kita dari sakit penyakit. Oleh karena itu, apabila saat ini ada diantara saudara yang sedang bergumul dengan sakit penyakit. Percayalah bahwa anda sudah menerima kesembuhan Illahi. Janganlah meminta kesembuhan, tetapi percayalah bahwa sakit penyakit anda sudah ditanggung oleh Yesus 2000 tahun yang lalu, sehingga kutuk sakit penyakit yang anda tanggung kini sudah dilenyapkan oleh bilur – bilur Yesus.

5.Darah tangan yang terpaku
Darah dari tangan yang terpaku telah membebaskan kita dari kutuk kegagalan. Tangan melambangkan pekerjaan / karya. Ketika kita menjadi manusia lama, tangan kita penuh dengan kegagalan, karena Allah tidak turut berkarya dalam kehidupan kita. Namun, ketikan kita menjadi manusia baru, maka Allah telah memberikan kesuksesan di tangan kanan saudara, dan berkat di tangan kiri. Demikian juga, selain kesuksesan, Allahpun akan memakai kehidupan saudara menjadi saluran berkatNya bagi dunia ini sehingga banyak jiwa diselamatkan dan nama Tuhan semakin ditinggikan.

6.Darah kaki yang terpaku
Darah yang keluar dari kaki yang terpaku, telah membuat kita bebas melangkah dan memilih jalan kehidupan kita. Kita tidak lagi terpaku pada pola kehidupan dunia, melainkan kita akan mengubah dunia melalui setiap langkah kita yang senantiasa memancarkan kasih Kristus. Demikian juga mengenai berkat yang akan senantiasa dilimpahkan dimanapun kita berada.

7.Darah dan air dari lambung
Darah dan air yang keluar dari lambung akibat tusukan, melambangkan hati Yesus yang rela dihancurkan agar hati kita boleh dipulihkan. Hati yang luka dibalutNya sehingga hati kita yang penuh dengan kekecewaan, kekhawatiran, bahkan akar kepahitan sudah dipulihkan dan diganti dengan hati yang baru.

Darah dan air juga melambangkan air dan darah yang keluar dari setiap proses kelahiran seorang pribadi, sehingga dengan karya penyaliban Yesus setiap orang yang percaya kepadaNya akan mengalami kelahiran baru. Pribadi dan karakter yang lama diubahkan menjadi pribadi dan karakter Illahi, berkat – berkat Illahi juga turun bagaikan hujan yang lebat memenuhi kehidupan saudara.


Tuhan memberkati.

Selasa, 18 Mei 2010

Membangun Hubungan Kunci Sukses

Suatu ketika terdapatlah soerang tukang kayu yang sedang mencari pekerjaan. Akhirnya, ia menerima suatu pekerjaan dari seorang yang bertempat tinggal di pinggir danau. Ia diberi kepercayaan untuk membuat pagar yang tinggi di samping kolam besar yang sudah terlebih dahulu dibuat oleh adiknya untuk memisahkan rumah mereka. Ia menyetujui pekerjaan itu dan meminta waktu satu bulan untuk mengerjakannya.

Setelah batas waktu yang ditentukan selesai, pemilik rumah tersebut datang untuk melihat pagar yang dibuat oleh tukang kayu tersebut. Namun ia sangat terkejut karena yang dibuat oleh tukang kayu tersebut bukanlah pagar seperti yang ia pesan melainkan jembatan kayu yang menghubungkan antara rumah sang client dengan adiknya. Sang pemilik rumah sangat marah dan memaki - maki tukang kayu itu, bahkan ia tidak mau membayar biaya yang sudah dikeluarkan oleh tukang kayu tersebut. Mendengar makian dari client, tukang kayu tersebut hanya tersenyum. Dan ketika client tersebut masih memarahi tukang kayu tersebut, adik dari client tersebut berlari mendatangi kakaknya sambil menangis dan kemudian memeluk kakaknya yang masih marah. Ia mengira bahwa kakaknya telah memaafkannya dan meminta seorang tukang kayu untuk membuat jembatan untuk membangun hubungan mereka kembali. Sang kakakpun terharu. Ia memeluk adiknya dan hubungan mereka berdua kembali harmonis. Mereka pun meminta agar tukang kayu tersebut tinggal bersama mereka, namun tukang kayu teresebut menolak. Ia berkata bahwa masih banyak jembatan lain yang harus dibuat.

Dari ilustrasi di atas kita bisa belajar 2 hal. Pelajaran yang pertama adalah jangan pernah merasa gengsi bila kita salah, dan mengambil langkah untuk meminta maaf. Karena ketika kita mau meminta maaf, kita seperti sedang membalut sebuah luka yang mungkin tidak sembuh pada saat itu juga. Mungkin pada saat kita meminta maaf, kita tidak segera dimaafkan, namun ketika kita mau melangkah dengan merendahkan hati kita kepada seseorang, Tuhan melihat dan akan bekerja bagi kita. Dan pelajaran kedua yang bisa kita ambil adalah ketika kita sedang dihadapkan pada 2 orang yang sedang berselisih, kita sedang berada pada posisi tukang kayu tersebut. Pilihan ada di tangan kita, apakah kita akan membangun pagar yang semakin membuat kedua orang yang berselisih tersebut semakin menjadi - jadi, atau kita bisa membuat jembatan yang membangun kembali hubungan yang rusak, membalut kembali hati yang telah tersayat.

Sama seperti Yesus yang telah membangun hubungan kembali yang retak dengan muridNya karena mereka meninggalkan Yesus ketika di salib. Ia tidak menghancurkan hubunganNya, namun membangun kembali dengan memperlihatkan diri kepada murid - muridNya, mengajak mereka untuk kembali datang kepadaNya, bahkan memberkati setiap mereka dengan berkat dan pengurapan yang double porsi agar setiap murid - muridNya tidak terhilang.

Marilah kita belajar untuk membangun kembali hubungan yang retak. Karena, hal itu akan membuat hidup anda jauh lebih baik, karena kehidupan anda akan dipenuhi damai sejahtera Illahi.

Tuhan Yesus memberkati

Translate this Blog

Powered By google