Matius 5:29-30
Beberapa saat yang lalu, saya sempat merenungkan suatu fenomena yang terjadi di sekitar kita belakangan ini, yang mana banyak Anak Tuhan yang pasang surut dalam kehidupan rohaninya alias mudah tobat dan juga mudah kumat. Dan seperti yang kita tahu bahwa Tuhan kita adalah Tuhan yang mau mengampuni dan melupakan dosa setiap orang yang melakukan pertobatan dengan sungguh-sungguh. Tetapi bagaimana dengan anak – anak Tuhan yang mudah tobat dan mudah kumat seperti yang saya katakan?
Sebelum saya jelaskan mengenai hal di atas, saya akan memberi ilustrasi untuk memperjelas jawaban saya. Ada seekor burung Robin yang sedang terbang. Setelah seharian terbang, ia merasa lapar dan kebetulan ia melihat seekor kucing yang sedang membawa sekeranjang cacing yang tampak sangat lezat. Meskipun hatinya berkata untuk tidak mendekati kucing itu, tetapi karena ia sangat tertarik akan cacing yang ada di keranjang milik si kucing maka iapun turun mendekati si kucing itu dan mulai bernegosiasi. Si kucing menjual seekor cacing tersebut seharga satu helai bulu sayap burung tersebut. Burung itu menyetujui karena berpikir bahwa bulu sayap yang dia miliki pasti akan tumbuh lagi. Ia pun membeli satu ekor cacing, memakannya, dan terbang pergi meninggalkan kucing itu untuk mencari makanan lainnya. Akan tetapi selama ia terbang, ia tidak bisa melupakan nikmatnya cacing yang dijual oleh si kucing sehingga ia kembali kepada si kucing dan mulai membeli cacing dengan harga yang sama, memakannya, kemudian terbang. Hal itu terus – menerus ia lakukan sampai ia sama sekali tidak memiliki bulu di sayap yang bisa membuatnya terbang. Dan ketika kucing tahu bahwa burung itu tidak bisa terbang karena sudah tidak memiliki sayap, seketika itu juga sang kucing melahap burung itu.
Dari ilustrasi di atas kita bisa mengambil hikmat, bahwa ketika kita bertobat, kemudian kumat lagi, tobat, kumat lagi, sebenarnya kita sedang berada pada posisi yang sama dengan burung Robin tersebut. Apakah Tuhan mengampuni dosa kita? Jawabnya YA, hanya saja Tuhan juga memberikan kekuatan yang terbatas pada kita. Bila burung tadi memiliki kekuatan pada sayapnya, kita juga memiliki kekuatan yang bernama Roh Kudus. Ketika kita sedang berkompromi dengan dosa dengan alasan apapun. Sebenarnya kita sedang mengabaikan Roh Kudus yang berbicara melalui hati kita, dan ketika kita melakukan deal dengan iblis akan suatu perbuatan dosa, maka sebenarnya kita sedang melepaskan satu titik kekuatan yang ada dalam diri kita. Maka jangan heran bila anda melihat ada seorang Kristen atau hamba Tuhan sekalipun yang semula hidup kudus namun bisa berubah menjadi sangat bejat. Hal itu dikarenakan ia tidak mau lagi menerima arahan dan kekuatan yang ia terima dari Roh Kudus, sehingga Roh Kudus meninggalkan dirinya. Dan inilah kejadian yang dinamakan Penghujatan Roh Kudus, yaitu penolakan terhadap semua bimbingan Roh Kudus hingga Roh Kudus pergi meninggalkan dia. Dan seperti yang tertulis di Alkitab bahwa bila kita menghujat Roh Kudus, itulah dosa yang tidak terampuni (Lukas 12:10). Mengapa tidak terampuni? Karena pribadi yang membimbing dan mengarahkan kita untuk mengenal dan dekat dengan pribadi Yesus sudah hilang sehingga kita 100% menjadi milik dunia. Maka dari itu, saat ini juga bila ada diantara kita yang masih memelihara dosa dalam kehidupan kita, segeralah ambil langkah tegas untuk TIDAK BERKOMPROMI LAGI dengan DOSA, dan bertobatlah.
KataNya kepada mereka semua:"Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari, dan mengikut Aku. (Lukas 9:23)
Tuhan Yesus Memberkati
Minggu, 15 Agustus 2010
Langganan:
Postingan (Atom)