Minggu, 13 Februari 2011

Jagalah hati dari keinginan dunia yang memikat

Seorang pria dengan dua koper besar memasuki pesawat yang akan berangkat ke luar negeri. Salah satu penumpang yang satu tujuannya bertanya kepadanya mengapa pria ini membawa dua koper yang sangat besar. Pria pembawa koper ini menjawab, "Dua koper, hanya 1 saja yang isi, yang lainnya kosong, yang isi pun hanya berisi beberapa baju saja kok." Ternyata pria ini membawa tas koper besar untuk berbelanja. Kalau ia ke luar negeri, ia akan berangkat dengan dua koper besar. Masing-masing isinya tidak penuh. Di sana ia akan berbelanja sebanyak-banyaknya. Hasilnya, dua koper itu akhirnya penuh sesak dengan belanjaannya. Ketika dipersoalkan tentang gaya hidupnya yang demikian, ia selalu menjawab, “Hidup itu mesti dinikmati. Kan hidup di dunia ini hanya satu kali saja.” Akibatnya, ia memiliki begitu banyak barang di rumahnya. Pakaiannya selalu baru dengan harga yang mahal.

Namun suatu ketika ia mulai sadar bahwa gaya hidup demikian tidak menguntungkan bagi hidupnya. Tetapi untuk berhenti dari gaya hidup seperti itu juga tidak mudah. Ia mesti berjuang. Dalam proses yang cukup lama, ia berhasil keluar dari gaya hidup seperti itu. Ia tidak lagi menjadi seorang shopaholic.

Hari-hari ini sebagian besar manusia yang hidup di bumi berjuang untuk memenuhi keinginan mereka untuk berada dalam gaya hidup yang konsumtif. Anak-anak rela menghabiskan jutaan rupiah untuk mainan dan game yang dalam waktu singkat bisa mereka buang dan tinggalkan karena bosan. Ibu-ibu memenuhi lemari dengan pakaian-pakaian mahal yang dalam waktu singkat mereka buang dengan alasan sudah tidak nge-tren. Anak-anak remaja rela menghabiskan uang saku mereka untuk sekedar mengobrol, internetan, atau jalan-jalan tanpa tujuan yang pasti. Bapak-bapak pun tidak ketinggalan, mereka bisa saja menggunakan seluruh gajinya untuk keperluan otomotif mereka yang belum terlalu penting sehingga kebutuhan rumah tangga terbengkalai.

Apapun yang dunia sajikan belum tentu baik dan cocok dengan kehidupan kita. Kita harus tahu mana yang penting untuk dibeli, mana yang harus diprioritaskan, dan mana yang tidak terlalu kita perlukan. JAGALAH HATI dari informasi-informasi dunia yang ingin memikat hati kita sehingga kita bertindak tidak bijaksana dalam keuangan, supaya kita sungguh-sungguh bisa mengalami KEMERDEKAAN KEUANGAN.

0 komentar:

Posting Komentar

Translate this Blog

Powered By google