Selasa, 22 Februari 2011

Cara yang Tidak Kita Pahami

Ada seorang perempuan tua yang sangat taat beribadat. Pekerjaannya ialah membuat tempe dan menjualnya di pasar setiap hari. Itu merupakan satu-satunya sumber pendapatannya untuk menyambung hidup. Tempe yang dijualnya merupakan tempe yang dibuatnya sendiri.

Pada suatu pagi, seperti biasa, ketika ia sedang bersiap-siap untuk pergi menjual tempenya, tiba tiba dia tersadar bahwa tempenya yang terbuat dari kacang kedelai hari itu masih belum jadi, hanya separuh jadi. Perempuan tua itu merasa sangat sedih sebab tempe yang masih belum jadi pastinya tidak akan laku. Dalam suasana hatinya yang sedih, ia teringat akan firman Tuhan yang menyatakan bahwa Tuhan dapat melakukan perkara-perkara ajaib, dan bahwa bagi Tuhan tiada yang mustahil. Diapun mengangkat kedua tangannya sambil berdoa, “Tuhan , aku memohon kepadaMu agar kacang kedelai ini menjadi tempe. Amin” Begitulah doa singkat yang dipanjatkan dengan sepenuh hatinya. Dia sangat yakin bahwa Tuhan pasti akan mengabulkan doanya. Dengan tenang perempuan tua itu menekan-nekan bungkusan bakal tempe dengan ujung jarinya dan dia pun membuka sedikit bungkusan itu untuk menyaksikan keajaiban kacang kedelai itu menjadi tempe. Namun, dia termenung seketika sebab kacang tu masih tetap kacang kedelai.Namun dia tidak putus asa, sebaliknya berfikir mungkin doanya kurang jelas didengar oleh

Tuhan. Maka dia pun mengangkat kedua tangannya seperti semula dan berdoa lagi. “Tuhan, aku tahu bahwa tiada yang mustahil bagiMu. Bantulah aku supaya hari ini aku dapat menjual tempe karena inilah mata pencarianku. Aku mohon agar jadikanlah kacang kedelaiku ini menjadi tempe, Amin”. Dengan penuh harapan dan berdebar-debar dia pun sekali lagi membuka sedikit bungkusan itu. Apakah yang terjadi? Dia termangu dan heran karena tempenya masih tetap begitu!!

Lalu dia pun berangkat. Sesampainya di pasar, segera dia meletakkan barang-barangnya. Hatinya betul-betul yakin bahwa tempenya sekarang pasti sudah jadi. Dengan hati yang berdebar-debar dia pun membuka bakulnya dan menekan-nekan dengan jarinya setiap bungkusan tempe yang ada. Perlahan-lahan dia membuka sedikit daun pembungkusnya dan melihat isinya.

Apa yang terjadi? Tempenya masih belum jadi!!

Dia pun kaget seketika lalu menarik nafas dalam-dalam. Dalam hatinya sudah mulai terasa sedikit kecewa dan putus asa kepada Tuhan karena doanya tidak dikabulkan. Walaupun dia tahu bahwa pada hari itu dia tidak akan dapat pendapatan langsung, namun dia tetap berdoa,

“Tuhan, berikanlah penyelesaian terbaik terhadap tempeku yang belum jadi ini.”

Tiba-tiba dia dikejutkan dengan teguran seorang wanita.

“Maaf ya, saya ingin bertanya, Ibu ada menjual tempe yang belum jadi? Dari tadi saya sudah pusing keliling pasar ini untuk mencarinya tapi masih belum ketemu juga.” Dia termenung dan ternganga seketika. Hatinya terkejut sebab sejak berpuluh tahun menjual tempe, tidak pernah seorang pun pelanggannya mencari tempe yang belum jadi.Sebelum dia menjawab sapaan wanita di depannya itu, cepat-cepat dia berdoa di dalam hatinya

“Tuhan, saat ini aku tidak mau tempe ini jadi lagi. Biarlah tempe ini seperti semula, Amin”.

Sebelum dia menjawab pertanyaan wanita itu, dia membuka sedikit daun penutup tempenya. Alangkah senangnya dia, ternyata memang benar tempenya masih belum jadi! Dia pun merasa gembira dalam hatinya dan bersyukur pada Tuhan.

Wanita itu pun memborong habis semua tempenya yang belum jadi itu. Sebelum wanita itu pergi, dia sempat bertanya wanita itu, “Mengapa hendak membeli tempe yang belum jadi?” Wanita itu menerangkan bahwa anaknya yang kini berada di Inggris ingin makan tempe dari desa. Karena tempe itu akan dikirimkan ke Inggris, si ibu tadi membeli tempe yang belum jadi supaya apabila sampai di Inggris nanti akan menjadi tempe yang sempurna. Kalau dikirimkan tempe yang sudah jadi, nanti di sana tempe itu sudah kurang enak dipandang dan rasanya pun kurang sedap.

Terkadang Allah menggunakan CARA-CARA YANG TIDAK DAPAT KITA PAHAMI, untuk membawa kita masuk ke dalam RENCANA-NYA yang jauh lebih BESAR dari pemikiran kita. Maka, dalam segala hal yang Anda hadapi, tetaplah percaya bahwa Tuhan itu baik dan IA selalu menyediakan rencana yang indah bagi anak-anak-NYA yang selalu berharap kepadanya.

0 komentar:

Posting Komentar

Translate this Blog

Powered By google